Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

Kugoncang pelan tubuhnya, ayah tetap saja tak memberikan respon. Ya Allah, kenapa ayah? Pikiran buruk terlintas begitu saja. "Innalillahi w* innailaihi rajiun..." ucap Pak Umar, ayah Mas Adam. "Ayah...bangun yah." kugoncang-goncang tubuhnya. Masih tak ada respon. Ayah tidur terlalu pulas, hingga tak bangun meski sudah ku goncang tubuhnya. Tak mungkin ayah meninggalkanku sendirian.
10128.9K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as puisi untuk hari ayah
Read
+Library
Poor Fatma

Poor Fatma

Ajari aku rasa, pun geliat dalam dada Bisik berdersik biarpun angin tak menggelitik Kuncup merekah di tiap langkah Ajari aku mengolah gelisah buang gelebah Rindu teramu walau dunia jemu Mekar di tangan kekar tanpa kelakar Pria. Apa hari ini adalah hari pria? Ataukah hari ini adalah hari pengagungan wanita? Aku menanyakan ini karena ada hal tak biasa sedang terjadi.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as puisi untuk hari ayah
Read
+Library
Princess Yan Ling

Princess Yan Ling

"Meskipun aku bodoh, aku tahu sebuah pepatah lama bahwa seekor gagak akan memberi makan ibunya sebagai balasannya ketika sudah dewasa, dan seekor domba berlutut ketika dia mengambil susu dari induknya. Hari ini adalah hari ulang tahun ayah, aku merasa bahwa aku tidak dapat membalas cinta yang telah dia berikan kepadaku. Karena itu, aku telah menyiapkan sebuah hadiah untuknya, dan berharap kalau ayah akan menyukainya. " Yan Shuang membungkuk dengan elegan, dan pidatonya yang penuh kasih sayang, cukup mengesankan banyak tamu. Kemudian, bonsai yang dilapisi sutra merah dipindahkan dan ditempatkan di tengah aula.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as puisi untuk hari ayah
Read
+Library
Terima Kasih Ayah, Karenamu Aku Patah Hati

Terima Kasih Ayah, Karenamu Aku Patah Hati

Jawabku kepada Ayah. Ayah terlihat sedang mengerutkan keningnya dengan menatapku begitu lekat. “Menangisi lelaki yang memang bukan jodohmu?! Hem, buang–buang waktu saja!” Kata Ayah. “Arin, kamu tidak perlu menangisi lelaki itu karena Ayah sudah menemukan orang yang pantas untuk dirimu dan untuk masa depanmu!” Aku terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Ayahku. Apa maksud dari perkataan Ayah itu? Apakah aku akan di jodohkan?
2.6K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as puisi untuk hari ayah
Read
+Library
Aira's

Aira's

Bait Untukmu Setetes air mata telah memadamkan semangatku, Seucap kata dari kau telah membelah hatiku, Kau bilang aku bodoh, Kau bilang aku tak gigih, Pembacaan puisi yang ditayangkan perdana di tv nyaris membuat ayah menangis seorang diri ketika mendengar dan melihat bagaimana pilunya Aira membaca puisi. "Maafkan Ayah Nak!" batin ayah sendu dan meremas kuat selimut yang ia pakai.
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 368 Times as puisi untuk hari ayah
Read
+Library
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

Pada Allah Taala Semoga engkau, baik-baik saja Kumenangis . Bila ingat wajahmu Ayah ... Kan kuingat selalu pengorbanan dan semua jasa-jasamu Ayah ... Kuingin engkau di sini Temaniku ... melangkahkan kaki Ayah ... Tak bisa aku ingkari Tanpa engkau hidupku terasa sepi. Keringatmu ... Adalah kasih sayang Rasa cinta, yang tak pernah berkurang Ayah ....
1039.1K viewsCompletedAdded to Library 859 Times as puisi untuk hari ayah
Read
+Library
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Hanya melamun dan melamun Yang bisa aku lakukan saat ini Dimana pikiran otakku mulai memainkan Segala tentang imaji kehaluan Dimana tadi siang dengan ditemani teriknya mentari Bunga mawar merah mulai berkembang Memancarkan keindahan hakiki ciptaan Illahi Yang membuat pandangan mata ini terpukau Aku telah diracuni oleh serbuk-serbuk kegalauan Baper aku pun dibuatnya Hingga menumbuhkan rasa di hati Aku suka padanya *** “Nak …,” panggil sang ayah. Eguh hanya diam dalam lamunan, tak menghiraukan panggilan sang ayah. “Dek, lihat tu anak kita. Dipanggil ndak ada sahutan sama sekali,” protes Hendra pada sang istri. “Nak …, Nak …, Nak …,” panggil sang ibu, sambil menepuk pelan pundak Eguh.
96.4K viewsOngoingAdded to Library 217 Times as puisi untuk hari ayah
Read
+Library
Erotomania

Erotomania

Kata Roger. "Hei, jam kerja itu terasa lebih produktif jika kita berada di luar kantor." "Kalimat yang bagus. Hei, mengenai esai ini, puisi ini. Aku sangat sangat menyukai setiap halamannya." "ya ampun, betulkah?" Aku langsung berbinar binar. "Figur ayah memang yang terburuk. Sepertinya mereka memang ingin membuat hidup kita menderita. Mungkin lebih baik jika kita punya 2 ibu tanpa ayah. Tidak akan ada perang terjadi."
105.3K viewsOngoingAdded to Library 179 Times as puisi untuk hari ayah
Read
+Library
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

“Ck, mau sampai kapan Ayah terus memaksa saya menikah dengan wanita-wanita buruk itu?” “Jaga bicaramu, Atma!” pekik ayah dengan suara meninggi. “Sudahlah, masih banyak urusanku ketimbang aku mengurus hal remahan seperti ini!” Atma memilih pergi dan mengabaikan ayahnya. “Malam ini jangan terlambat pulang‼” teriak sang Ayah. Atma berbalik dan berteriak, “Who cares?”
9.434.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi untuk hari ayah
Read
+Library
Kau Khianati Aku, Kunikahi Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kunikahi Ayahmu

“Tunggu saja. Besok … hari kehancuran bagi kalian berdua.” Reino mondar-mandir di depan pintu kamar ayahnya. Gagang pintu yang tak bisa digerakkan itu seolah mengejeknya. Kunci cadangan? Tidak ada. Semua laci sudah yang biasa menyimpan barang rahasia pun sudah ia cek—kosong. Dengan wajah mengeras, Reino mengeluarkan ponselnya dan menekan nama yang sudah sangat ia kenal. Nada sambung terdengar lama, tapi begitu terangkat, suara ayahnya terdengar lelah.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as puisi untuk hari ayah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status