Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RUSAK

RUSAK

“Beliin minuman itu dong. Haus banget, kalau aku yang beli nanti banyak yang ngenalin. Baru deh sesudah itu aku pergi.” Sarah menunjuk seorang pedagang es cincau di seberang jalan. Andri menarik napas guna menguatkan kesabarannya, walau dengan hati dongkol dia keluar mobil dan menghampiri pedagang es cincau itu. Setelah Andri turun dari mobil, Sarah bergegas mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Ternyata itu adalah beberapa pakaian dalam. Sarah sengaja membawanya untuk kesuksesan misi kali ini.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as racun barat
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as racun barat
Read
+Library
Cintaku yang Terbaik

Cintaku yang Terbaik

Ia pun menyimpuni bidak-bidak catur itu, memasukkan kembali ke kotaknya. "Eh, Jun, aku belum lihat-lihat Georgia, loh," ujar Amanda. Ada ajakan tersirat dalam kalimatnya. "Masa belum?" Arjuna meletakkan papan catur di rak yang ada di bawah meja. Amanda mengangguk. Sambil menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan mewah ini, ia berkata, "Ternyata kemewahan bisa bikin bosan juga."
4.6K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as racun barat
Read
+Library
Renjana

Renjana

(huahhaahahha mengharukan, tersungging aku) Tetapi Jika kamu mati akan ku sediakan uang receh dan aku akan bahagia selamanya. (Pelit banget kamu kasih uang receh, gak ada gunanya. Nih ya, kalau kamu mati. Ya, aku kasih sumbangan, peti mati, bendera kuning, dan lubang kuburan yang sempit karena kamu pelit plus batu nisan bertuliskan wafat Aditian S 19-02-2014)
103.2K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as racun barat
Read
+Library
CINTAKU SEBATAS MATERAI

CINTAKU SEBATAS MATERAI

Rania berharap hasilnya lumayan buat beli lauk dan jajan adiknya besok di sekolah. Rania pun pulang ke rumah dan dia sangat bahagia karena hasil yang dia dapatkan lebih dari cukup. Rania sangat senang dan bersyukur karena bisa membeli lauk untuk besok dia makan. "Assalamualaikum," salam Rania. "Wa'alaikumsalam nak," jawab ibunya. Rania pun langsung mencium tangan ibunya dengan takzim. "Alhamdulillah ibu, hari ini Rania dapat uang lumayan buat beli lauk untuk besok kita makan sekalian buat uang saku adik Tania," ucapnya dengan senyum dan memberikan uang itu pada ibunya.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as racun barat
Read
+Library
Renggali

Renggali

Ia langsung membaca buku itu dimulai dari lembaran terbuka yang ia lihat pertama kali. “R.C.A.” Tulisan yang ia lihat di sampul buku itu. “Sepertinya nama inisial yang punya,” ucap Arav sambil tersenyum. Arav yang penasaran langsung membuka dan membaca isi diary itu. “Waktu kian berjalan pergi, semakin lama semakin jauh? Seakan sangat lambat untuk bergerak. Namun? Tanpa sadar! Ternyata aku yang semakin ketinggalan. Aku dan diriku ini? Selalu sangat menongkat dagu di jendela ini. Waktu yang sedang berjalan tidak ku hiraukan. Aku menyangka ia sedang berjalan? Akan tetapi pada kenyataannya, ia berlari begitu cepat. Tetapi yang pasti aku masih tetap di sini dengan menghitung hari. Tanpa aku sad
102.8K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as racun barat
Read
+Library
Racun Mertua

Racun Mertua

tanyaku pada Ratih meminta solusi. "Hmm, aku nggak bisa kasih saran kalau untuk itu, Mir. Tapi kalau kamu mau coba, kamu bisa beli brangkas besi saja. Ya memang sih harganya lumayan, tapi dibanding semua perhiasan milik Ibumu yang nilainya lebih fantastis, lebih baik kamu mengeluarkan uang untuk beli brangkas kan?" "Iya juga ya. Tapi aku harus beli dimana yang begituan Tih?"
1020.8K viewsOngoingAdded to Library 643 Times as racun barat
Read
+Library
Barra's Mine

Barra's Mine

Tidak peduli kalau nantinya tubuh wanita itu tumbang karena kelelahan, bagi Hanggara uang yang dimilikinya sudah lebih dari cukup untuk membuatnya memborong semua pakaian yang dijual di mal besar bahkan gedungnya saja bisa Hanggara beli dengan mudah. Baiklah, menyombongkan diri memang sudah menjadi gayanya. Pria yang identik dengan negeri sakura itu tengah menyesap cerutu hadiah salah satu kolega bisnis dari Amerika Latin, rasa tembakaunya tidak senikmat yang biasanya Kian bawa dan buat sendiri dengan tangannya, tetapi dia sedang tidak membawa benda penyelemat kesunyian tersebut.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as racun barat
Read
+Library
BERTUKAR RANJANG

BERTUKAR RANJANG

Di sudut kanan bawah terdapat sebuah ukiran kecil yang nyaris tak terlihat. Roland segera melangkah mendekat dengan wajah serius. "Ada sesuatu, Tuan Muda?" tanya Roland sambil sedikit membungkukkan badan dan memusatkan pandangannya ke kartu di tangan Bara. Bara tidak langsung menjawab. Ia menggeser kartu itu ke bawah sorot lampu ruang rawat. "Ini bukan sekadar tinta," gumam Bara pelan tanpa melepaskan tatapannya dari permukaan kartu.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as racun barat
Read
+Library
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Dia masih bertanya-tanya dalam hati, bagaimana bisa. Kabar kemenangan gerbang barat dan utara membuat Raja dan semua orang bersuka cita di tengah kesedihan karena gerbang timur telah di rebut oleh Lawe Segara bersama pasukan intinya. Sementara itu tembok bagian selatan dan gerbang selatan masih ramai peperangan. Sesepuh Bara Yuda yang memimpin pasukan khusus pemburu masih bertarung melawan musuh yang di pimpin Raksa Panjalu alias Pendekar Tapak Naga.
1011.5K viewsOngoingAdded to Library 321 Times as racun barat
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status