Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Surat Dari Venus

Surat Dari Venus

ujar Raka sembari mendorong Ran dan Sunny masuk ke dalam ballroom. Kemudian Ran dan Sunny menuju meja yang disediakan khusus oleh Kinan, untuk mereka. Terletak di sebelah meja teman-teman kelas Ran. Raka sendiri menuju kearah lain, tanpa sepengetahuan dua gadis itu.
9.94.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Menikah Karena Papa

Menikah Karena Papa

Posisinya tetap disebelah meja kami, sontak aku kaget kenapa sih harus ketemu sama orang tua itu. "Mas, kita pindah meja lain aja yuk. Liat tu disebalah kita ada siapa. Bisikku kepada mas Rian. "Udah gak apa sayang disini aja, lagian ditempat lain udah penuh semua. Gak apa apa kamu santai aja sayang, dia gak mungkin akan melakukan sesuatu disini.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

Pikirannya melayang jauh, dipenuhi oleh kekhawatiran dan kesedihan. Sepuluh meja bundar berdiri kokoh di perpustakaan, masing-masing dikelilingi empat kursi. Kiran memilih meja yang paling dekat dengan jendela, menarik kursi di seberang Raka, dan duduk dengan tenang. Raka, yang sedang tenggelam dalam pikirannya, terkejut mendengar suara kursi bergeser. Dia mengangkat wajah, matanya bertemu dengan tatapan Kiran.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Sayembara Pelakor Milyader

Sayembara Pelakor Milyader

Sesampainya di dalam--tepatnya di meja yang sudah dia pesan sebelumnya--Raka menarik kursi itu untukku sembari dia berkata, "Silahkan duduk, Nona Mariana leurissa." "Terima kasih, tapi kamu tidak perlu melakukan ini. Aku bisa menarik kursi itu sendiri." Dengan senyum manisnya, bahkan dengan santai Raka berkata, "Nggak apa-apa, wanita spesial seperti kamu harus mendapatkan perlakuan spesial juga, My Queen." Wueeek!!! Rasanya aku mau muntah ketika dia melancarkan rayuan mautnya.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Harap Restu Seorang Menantu

Harap Restu Seorang Menantu

Sesekali Paula melirik Nadira, lalu pura-pura menunduk lagi, padahal jelas terlihat dari wajahnya bahwa ia sedang gelisah. Raka meletakkan sendoknya perlahan. “Kalian berdua kok diam sekali? Apa karena aku duduk di sini, jadi kaku begini? Kalau iya, aku nggak apa-apa pindah ke meja lain, kok,” tanyanya dengan nada datar tapi tidak terdengar menuduh. Raka sudah melihat ke meja lain ada yang kosong.
902 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Revenge (Derita Tersembunyi)

Revenge (Derita Tersembunyi)

Dia ingin makan juga karena dia sudah merasa sangat lapar. "Duduk di sini," titah Raka sambil mengedikkan dagu ke kursi kosong di sebelahnya. Dengan patuh, Kiran duduk di sana sambil memainkan jemari tangannya di bawah meja. "Kenapa diam saja?" Kiran mengangkat kepala dan langsung bertatapan dengan iris hitam Raka. "Lalu, aku harus apa?" "Selain makan, apa lagi yang biasa dilakukan oleh orang-orang pada di meja makan pada pukul segini?"
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Dari Meja Kerja ke Hati

Dari Meja Kerja ke Hati

Calla buru-buru berdiri. “Bapak perlu sesuatu?” “Temani saya ke meeting lantai 18. Bawa tablet.” “Baik.” Di dalam lift, suasana hening. Elric berdiri tegap, tangan di saku, tatapannya menatap angka lantai. Calla berdiri satu langkah di belakangnya, menjaga jarak aman. “Berapa usia kamu?” tanyanya tiba-tiba.
896 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Dari Dokter Ahli Berubah Menjadi Selir Tawanan Dewa Perang

Dari Dokter Ahli Berubah Menjadi Selir Tawanan Dewa Perang

Ia menunjuk ke arah meja sudut di mana Zidan dan kliennya masih menunggu. “Aku hanya meeting di sini. Tidak sengaja melihat kalian. Masa salah kalau aku menyapa?” ujarnya santai, tapi matanya tak lepas dari Zahira. Zahira gugup, tangannya gemetar di bawah meja. Tanpa sengaja kakinya terbentur keras pada kaki meja, menimbulkan suara kecil. Raka reflek menunduk, memeriksa bawah meja, memastikan tunangannya baik-baik saja.
1032.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 684 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
DENDAM ANAK LELAKIKU

DENDAM ANAK LELAKIKU

Rasanya seperti mimpi melihat Raka berdiri di hadapannya saat ini. "Kakak?" Lama keduanya mematung di tempatnya masing masing. "Kamu mau biarin aku mati berdiri di sini?" ucap Raka ketus. "Eh, maaf. Silahkan masuk, Kak. Tapi ... tidak ada kursi," kata Mayla gugup dan tidak enak hati. Raka melangkah masuk. Memang tidak ada kursi di ruang tamu yang sangat sempit itu. Hanya sebuah karpet kecil berukuran 1x2 meter.
1051.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
MERTUAKU RACUN RUMAH TANGGAKU

MERTUAKU RACUN RUMAH TANGGAKU

ucapku segan. "Apa sih, Dek? Kayak sama orang lain aja! Kalau bukan kakak, siapa lagi? Hhmmm," ucap Kak Rafka. Dia melangkah mendekatiku dan mengacak-acak jilbab berwarna pink yang kukenakan hari ini.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status