Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gaun Merah Yang Ternoda

Gaun Merah Yang Ternoda

Tuan Bara mengelus pipi Aluna dengan lembut. Aluna mulai melakukan aksinya mendorong tuan Bara dan pria itu langsung jatuh di atas ranjang king size dengan seprei putih. Aluna duduk di atas tuan Bara melepas satu persatu kancing kemeja warna putih yang melekat di tubuh atletis pri ini. Umur empat puluhan masih segar bugar. “Sebelum kita mulai ritual kuda-kudaan saya ingin menutup sebentar mata anda, tuan Bara.” Aluna mengambil sapu tangan hitam dari balik saku blazer tuan Bara.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai ranjang ternoda 12
Baca
+Pustaka
Mahligai yang Ternodai

Mahligai yang Ternodai

tanya Nazwa kemudian. "Anak saya yang tengah." "Oh ...." Nazwa mengangguk-angguk. "Anak Bibi ada berapa?" "Anak saya ada empat. Pertama yang sulung sedang kuliah, namanya Kevin, yang kedua itu tadi Tyas, yang ketiga paling bungsu usianya empat tahu namanya Roni," jelas Bi Imah panjang lebar.
9.810.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 403 kali sebagai ranjang ternoda 12
Baca
+Pustaka
GADIS YANG TERNODAI

GADIS YANG TERNODAI

🏵️🏵️🏵️ “Jangan sentuh aku! Pergi dari hadapanku!” “Tolong kontrol dirimu, Sayang. Dia orang baik yang akan membantumu.” “Dara nggak mau, Bunda. Dara takut. Selamatkan Dara dari tangan kotornya. Kalau Bunda nggak mau bantu, Dara akan kembali melakukan hal yang sama, menyayat pergelangan tangan Dara. Bunda tahu sendiri, kan, kalau Dara selalu memegang silet ini untuk melindungi diri dari mereka yang ingin menyakiti Dara.”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai ranjang ternoda 12
Baca
+Pustaka
RANJANG BERDARAH

RANJANG BERDARAH

Sesekali rintihan kecil dan erangan kesakitan meluncur dari mulut mungil mereka, kala telapak-telapak kaki berkulit mulus itu melindas bebatuan tajam atau trotoar panas yang terbakar teriknya matahari menjelang siang hari ini. Si kembar Rara tiba-tiba berhenti. Napasnya terengah dan putus-putus. "Kak, aku haus," lirihnya. "Iya, kita jalan juga sudah lumayan jauh, aku yakin mereka nggak akan menemukan kita di sini," timpal Riri.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai ranjang ternoda 12
Baca
+Pustaka
GADIS TERNODA

GADIS TERNODA

“Ardi tunggu!” Terdengar suara gadis yang telah kunodai. Dia sedang berusaha mengejar kekasihnya yang berjalan begitu cepat meninggalkannya. Gadis itu terus mengikutinya walau dengan langkah tertatih. Aku melihat gadis itu meringis kesakitan. Dia pasti sedang sangat menderita akibat perbuatanku. Sungguh apa yang dikatakanleo benar adanya. Aku memang tak pantas di sebut sebagai manusia. Aku bahkan lebih hina dari pada binatang. Aku sangat menyesal. Sungguh sangat menyesal.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai ranjang ternoda 12
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

tawa Broto terdengar menyakitkan di telinga Saras. "Aku membencimu!" ketus Saras. "Hahahah!" tawa keras Broto memenuhi ruangan itu. Saras semakin bergidik ngeri mendengar suara Broto, 'Ingin rasanya aku bungkam mulut kotornya itu pakai sandal yang habis nginjak kotoran sapi,' batin Saras. Broto yang tampangnya sangar dan brewokan itu semakin membuat Saras muak dan ingin menjambak jenggot Broto yang panjang, terlebih saat tertawa giginya yang kuning terpampang jelas.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai ranjang ternoda 12
Baca
+Pustaka
Ranjang Kehidupan

Ranjang Kehidupan

“Iya, Kak!” Pukul sebelas malam, udara dingin merasuk menelusup pada setiap persendian. Rania menghabiskan waktu dalam lamunan, di depan rumah. Suara angin terdengar nyaman di telinga, dari kejauhan tercium aroma nasi goreng, itu berasal dari penjual nasi goreng yang berada di seberang jalan, sekitar lima puluh meteran. Seketika perut Rania terasa lapar. Dia mengambil handphone dari meja kecil di sebelahnya, mengirim pesan singkat kepada adiknya, dia yakin Asya pasti belum tidur. “Kamu mau nasi goreng?” tanya Rania pada pesan singkat.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai ranjang ternoda 12
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat CEO Dingin

Pemuas Hasrat CEO Dingin

“Kamu hamil. Dan usia kandungannya sudah dua belas minggu.” Sorot mata Nora membesar. Kedua tangannya otomatis menutup perutnya, mengusap perlahan seolah mencoba merasakan sesuatu di sana. Semua gejala yang ia abaikan—mual, cepat lelah, lapar berlebihan, tiba-tiba menyatu menjadi kenyataan. “Dua belas minggu itu… berapa bulan…?” Tawa gemas lolos dari mulut Dirga. Ia mengusap puncak kepala Nora dengan sayang. “Tiga bulan, sayang.”
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai ranjang ternoda 12
Baca
+Pustaka
Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang

Di tempat lain Tangan Fazia bergetar hebat ketika melihat hasil testpack yang dipakainya. Garis dua berwarna merah ada di sana, menandakan dirinya memang sedang mengandung benih yang ditanamkan seorang Mirza Kalandra Rajasa di rahimnya. Tubuhnya benar-benar terasa lemas, otaknya mendadak kosong.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai ranjang ternoda 12
Baca
+Pustaka
TWELVE

TWELVE

Tunggu, aku melihat pita merah muda itu terdapat tulisan kecil. “Enam puluh Sembilan.” Apa maksudnya ini ? semua ini semakin membuat aku tidak mengerti. Menyandarkan punggungku di sisi ranjang. Aku merasa familiar dengan kotak ini dan sepertinya Azka pernah menyingung tenang bunga, tapi apa. Bodohnya aku yang tidak mendengarkan perkataan Azka.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai ranjang ternoda 12
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status