Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Korban Perceraian

Korban Perceraian

Bab110 "Mah," seru Rumi, ketika mendapati Gaby terus tercenung di depan jendela depan rumah. "Ya," sahut Gaby pelan. Ia pun menoleh ke belakang, dan Rumi pun duduk di sampingnya. "Tante Ganesa kan tadi itu?" tanya Rumi lagi. "Iya Rumi, itu tadi Tante Ganesa." "Kenapa Mamah malah nggak berani memperlihatkan wajah? Bahkan kesannya Mamah menghindari Tante."
1015.6K viewsCompletedAdded to Library 516 Times as rante babi
Read
+Library
JILBABER JUGA MANUSIA

JILBABER JUGA MANUSIA

“Kalau gitu tunggu sebentar, ya? Nanti Tante belikan kebab kesukaanmu.” Wah, asyik! Kebetulan aku lagi lapar! Jerry bersorak dalam hati mendengarnya. Lumayanlah dibayar dengan kebab. “Ya, oke, deh. Tapi kebabnya dua ya, Tante? Sama minumannya bobba gula aren. Yang dingin. Banyakin esnya,” pinta Jerry tak menyia-nyialan kesempatan emas ini. “Siap!” Tante Vera menyertakan emoticon jempol mengacung ke atas di balasan pesannya.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as rante babi
Read
+Library
DIAM DISANGKA BABU, BERGERAK JADI RATU

DIAM DISANGKA BABU, BERGERAK JADI RATU

"Babu." Dimas hendak menarik paksa Zanna keluar dari mobil kebanggaannya kalau saja tidak menyadari ada satpam dan seorang bodyguard bertubuh kekar berdiri dengan jarak tiga meter dari mereka berada. Jika Dimas nekat, maka nyawanya bisa melayang detik ini juga. "Aku nggak takut sama kamu, Za. Cukup ingat bahwa Ibu dan adikku bukan babu seperti yang kamu bilang. Mereka masih punya aku untuk memberi nafkah!"
1032.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as rante babi
Read
+Library
Kuranji

Kuranji

Ia menarik kembali tangan itu dengan cepat, sementara kakinya meluncur, menyasar lipatan lutut Kuranji. “Itu baru jurus pembuka!” Si Kumis Berantakan tak memberi kesempatan kepada Kuranji untuk tegak dengan sempurna. Dia melesat maju dengan tangan yang terkepal erat. Kali ini benar-benar ingin menghantam dada Kuranji. Seringai sadis mengawali teriakan lantang si Kumis Berantakan, “Godam Penghancur Batu!”
103.3K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as rante babi
Read
+Library
BABI NGEPET di Kampungku

BABI NGEPET di Kampungku

Kali ini terdengar sangat dekat. Entah setan apa yang merasuki, Bian tiba-tiba berani ingin mencari. Ketika maju melangkah, ia melihat monster babi sedang melahap sesuatu dengan rakusnya.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as rante babi
Read
+Library
Bukan Babysitter Biasa

Bukan Babysitter Biasa

"Hm, itu karena sempat ngobrol, Te. Anaknya baik. Dia juga sopan." "Oh, gitu. Pantas. Padahal baru awal ngobrol dengannya sudah menyimpulkan demikian. Apa bedanya kamu sama kami, Rul? Sama saja kan? Setiap orang punya kesan pertamanya masing-masing dan kebanyakan pasti akan menunjukkan yang terbaik dari dirinya. Tante merasa dia memang sopan, sih. Attitude-nya juga bagus. Merendah juga kan waktu dipuji. Kalau tidak tahu kebenarannya, Tante mungkin tidak akan percaya kalau dia cuma lulusan SMA dan pernah jadi babysitter-nya anak Biru. Perawakannya seperti wanita pintar. Mirip kayak Jasmin. Cara dia ngomong itu, loh, Tante sebenarnya suka, tapi soal merebut milik orang lain, Tante nggak suka.
928.9K viewsCompletedAdded to Library 953 Times as rante babi
Read
+Library
BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

Bola mata Moza membesar, tangan kirinya lalu menjambak kerah baju Resta seraya menodongkan pistol pada kening Resta. “Dengar Resta! Meskipun cecunguk-cecunguk itu melebihi jumlah bintang di langit, aku sedikit pun tidak akan gentar. Dengar itu! Darah harus dibayar dengan darah!” gertak Moza lalu melepaskan tanganya dari kerah baju Resta. Mendapat perlakuan seperti itu Resta hanya diam. Karena ia tahu betul siapa yang dihadapinya. Meskipun Moza berwajah tampan dan cenderung pendiam. Namun siapa sangka, kalau Moza adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang dengan tanpa ragu akan melepaskan timah panasnya pada siapa pun yang mencoba menentangnya. Dan ia pun tahu mengapa Moza dan sebagian tema
102.8K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as rante babi
Read
+Library
 LOVE YOU MBAK SANTRI

LOVE YOU MBAK SANTRI

Tapi kini si penunggu kantin juga manggil sebutan 'dek' "Kalu kamu Din?" tanya ke santri wati berkrudung hitam. "Sama es juga mbak." "Kalau kamu mbak Anim" "Aku mau kopi," jawab mbak santri yang memakai jilbab ungu. Jarak kami hanya dua meter jadi aku bisa memandangnya lebih jelas lagi. "Ini Kang kopinya," kutrima satu gelas kopi hitam yang ia ulurkan padaku.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as rante babi
Read
+Library
JADI TETANGGA MANTAN

JADI TETANGGA MANTAN

Coba kalau nggak dateng? "Emang mau sama Papi, Tan?" Ranti melirikku. "Tante lagi ngungkep ayam, nanti siang tinggal kamu goreng sekalian angetin sayurnya. Sarapan dulu sana! Tadi Papi kamu beli nasi uduk yang di samping rumah Babe!" Aku mencoba mengalihkan pertanyaan Ranti. Tante mau kok sama Papi kamu, Ran, cuma masih gengsi!
109.2K viewsOngoingAdded to Library 221 Times as rante babi
Read
+Library
PENDEKAR PEWARIS SISTEM

PENDEKAR PEWARIS SISTEM

Bendera Sekte Lembah Babi berkibar di angkasa, terpahat dengan simbol babi hitam berkepala dua—lambang kekuatan dan kelicikan, dua kualitas yang diperlukan untuk bertahan di dunia kultivasi. Kenta melangkah ke tengah arena, berdiri di atas panggung batu. "Hari ini, kita akan menyaksikan lima pertempuran besar yang akan menentukan jenderal masa depan sekte kita!" suaranya menggema di seluruh penjuru. Bersambung...
104.4K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as rante babi
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status