Gadis Tanpa Mata Batin
Bu Diah berpamitan, meninggalkan mereka untuk membereskan barang-barang.
“Kamarnya nyaman, kok,” kata Mina lagi sambil mulai membuka kopernya. “Aku senang banget pilih kost ini. Murah, bersih, dan fasilitasnya banyak. Aku beruntung banget!”
Miranti mendekati jendela kamar, melirik ke arah taman kecil di belakang. Ia mengerutkan kening. Ada bayangan seperti seseorang berdiri di sana, tapi saat ia berkedip, bayangan itu menghilang.
Hot Chapters