Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nona, Yakin Nggak Mau?

Nona, Yakin Nggak Mau?

Reno menoleh. Ayu-tetangga kos, berdiri di depan kamar sebelah sambil tersenyum lega. "Kirain Mas pindah. Aku nggak lihat beberapa hari." Reno tersenyum tipis "Ibuku di kampung sakit, Yu." "Ooh... pantes." Ayu tampak masih ingin mengajak mengobrol. "Mau ke mana lagi sekarang?" Reno hanya tersenyum sopan. "Masih ada urusan."
1015.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 528 kali sebagai rumah yaya
Baca
+Pustaka
Rumah Kedua Suamiku

Rumah Kedua Suamiku

Rumah bertingkat dua nomor sembilan bercat ungu. "Mbak Lisya, ya?" tanya seorang wanita yang kebetulan sedang duduk ngemil di teras depan rumahnya. Aku mengangguk, sebab aku memang selalu memperkenalkan diri sebagai Lisya bagi para pelanggan baru. Kebetulan Safira menghubungiku melalui WA setelah menemukan nomorku di I*******m. Aku memang menggunakan akun bernama "Sweet Decoration".
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai rumah yaya
Baca
+Pustaka
Seuntai Janji

Seuntai Janji

Kala melintasi jalur utama perumahan elite, Dahayu sempat memerhatikan bangunan yang pernah menjadi saksi rumah tangganya bersama Zayan sekian tahun lalu. "Siapa yang nempatin rumahmu, Yu?" tanya Arya, sesaat setelah menjauh dari area itu. "Pengontrak," jelas Dahayu. "Kalau nggak salah, keluarga bule dari Amerika. Mereka suka sama desain rumah yang terbuka dan banyak taman," lanjutnya. "Rumah itu, masih atas namamu, kan?" "Ya. Uang sewa pun masuk ke rekeningku tiap tahun. Mas Zay nggak mau tahu aku udah nolak dikasih uang. Dia tetap ngirim, bahkan tepat waktu tiap bulan."
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai rumah yaya
Baca
+Pustaka
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Kami semua tertawa dan Fadhil memeluk tunangannya itu. “Gue mau taruh di Maps, lokasi rumah kalian, gue tulis ya Rumah Rama & Maria,” kata Fadhil merogoh sakunya dan mengambil ponsel. “Dhil, aku sama Rama udah punya sebutan untuk rumah kami.” Maria memeluk pinggangku. “Namanya Rumah Ramaria.” Fadhil dan Caca saling bertatapan, kemudian Fadhil berkata, “keren, pas banget namanya.”
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai rumah yaya
Baca
+Pustaka
Hantu Vila

Hantu Vila

Setelah itu, bapak memasukan mobil yang gerbangnya dibukakan oleh mang Yaya. “Lama yah teteh enggak kesini, usia rumah ini dua kali lipat dari usia kita hehe,” ucap mang Yaya. “Lama sekali, biasa mang masing-masing tahu sendiri dua kakak teteh aja kan sibuk dan beda kota juga jadinya begini,” jawab Ibu sambil berjalan duduk di teras depan. Aku yang melihat sekeliling hanya kagum saja dengan bangunan seperti ini, masih terawat bahkan catnya keliatan baru, mungkin mang Yaya menyiapkan untuku dan kak Salsa sampai segininya.
9.917.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 550 kali sebagai rumah yaya
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

Ia menambahkan, lebih pelan tapi tegas, “Jangan biasakan mengabaikan grup keluarga.” “Iya, Ma.” Di seberang sana, Mama Arsen terdiam sejenak, seperti sedang menimbang sesuatu. “Kalian pulangnya bareng?” tanyanya kemudian, nadanya terdengar lebih lunak, meski tetap menyimpan kendali. “Iya, Ma.” “Habis dari mana saja?” lanjutnya, tanpa jeda yang memberi ruang untuk bernapas. “Aira tadi bertemu perwakilan Ivory Gallery,” jawab Aira hati-hati. “Terus Arsen datang buat jemput.”
10746 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai rumah yaya
Baca
+Pustaka
Mertua Benalu Di Rumahku

Mertua Benalu Di Rumahku

Aku sungkan. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit. Akhirnya aku sampai juga di pekarangan rumah Ibu dan Ayah. Mereka memang memiliki dua rumah. Yang satu adalah rumah di mana tempat aku tinggal bersama Mas Dito. Yang satu lagi rumah yang mereka tempati sekarang. Bedanya, rumah di sini terlihat lebih asri dan nyaman. Karena Ayah suka menanam tanaman hias. "Assalamualaikum, Bu," ucapku ketika baru saja sampai di depan rumah.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai rumah yaya
Baca
+Pustaka
Suami Kaya Pilihan Bapak

Suami Kaya Pilihan Bapak

Juna mendorong pintu besar itu, memperlihatkan ruang tamu yang begitu elegan. Zahira tak henti-hentinya kagum. Rumahnya benar-benar kerena walau hanya sewaan. Juna pandai memilih meski rumah ini bukan milik pribadi. "Kamu tunggu di sini. Saya mau ke atas," ujar Juna pada Zahira yang masih celingak-celinguk menatap sekeliling. "Kamu dengar saya, Zahira?" tanya Juna kala ucapannya diabaikan.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai rumah yaya
Baca
+Pustaka
Housemate

Housemate

Tidak tahu kalau Satria. "Wah, kebetulan sekali. Pak Satria gak mau coba beli rumah sendiri? Kebetulan Alamanda Regency ada gebyar kemerdekaan. Uang mukanya ringan loh, Pak." Lidah sales memang tidak bisa diragukan. Licin. "Iya, nanti saya pikirkan." Ajeng sebenarnya menyadari tatapan membunuh dari Nasha, tapi tidak ambil pusing. Kata Satria mereka hanya berteman. Jadi, tidak ada salahnya kalau Ajeng maju.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai rumah yaya
Baca
+Pustaka
Serumah Dengan Mantan

Serumah Dengan Mantan

Naura refleks bertanya. “Iya. Dia bantu-bantu perusahaan papanya.” Naura hanya mengangguk kecil. “Oiya, kalau kamu lapar, nanti turun saja, ya. Mama suruh Mbak masak sup hangat.” Naura hanya mengangguk. Maya pun berjalan keluar kamar. Namun sebelum menutup pintu, Maya berhenti sejenak, lalu berkata dengan senyum yang menenangkan. "Selamat datang di rumah baru kamu ya, sayang. Mama berharap kamu betah," ucap Maya dan pintu kamar akhirnya ditutup.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai rumah yaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status