Hantu Vila
Setelah itu, bapak memasukan mobil yang gerbangnya dibukakan oleh mang Yaya.
“Lama yah teteh enggak kesini, usia rumah ini dua kali lipat dari usia kita hehe,” ucap mang Yaya.
“Lama sekali, biasa mang masing-masing tahu sendiri dua kakak teteh aja kan sibuk dan beda kota juga jadinya begini,” jawab Ibu sambil berjalan duduk di teras depan.
Aku yang melihat sekeliling hanya kagum saja dengan bangunan seperti ini, masih terawat bahkan catnya keliatan baru, mungkin mang Yaya menyiapkan untuku dan kak Salsa sampai segininya.