Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Ruffin memandangi kulitnya yang sempat bergesekan dengan kulit Lancient dengan raut muka yang seperti kelihatan jijik, ia juga bahkan sampai mengelapkan kulit itu ke jubahnya segala. “Ah, sial! Aku lupa memakai sarung tanganku hari ini!” umpat Ruffin menggerutu. “Apakah Saya, benar-benar sehina itu di mata Anda, the Prince of Violegrent?” tanya Lancient tiba-tiba, sambil memperhatikan gerak-gerik rusuhnya Ruffin, dengan pandangan mata yang tampak terluka.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai rumentang siang
Baca
+Pustaka
LANTING BRUGA

LANTING BRUGA

Rambai Kaca membuka matanya dengan perlahan, sepertinya kali ini suasana begitu hangat. Hal pertama yang dia lihat adalah matahari bersinar terang tepat di atas kepalanya, kemudian sepasang burung camar terbang menari melintasi pelupuk mata. Deru ombak terdengar jelas ditelinga, kemudian matahari mulai dihalangi oleh sosok wajah yang familiar. Lanting Beruga. "Kau baik-baik saja, Paman?" tanya Lanting Beruga.
9.33.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79.3K kali sebagai rumentang siang
Tampilkan Ulasan (1034)
Baca
+Pustaka
Insan Perantau
sangat menarik jalan cerita..menunggu bab selanjutnya terasa debar di hati menantikan cerita seterusnya.Seakan diri termasuk dalam cerita menantikan lawan yang akan ditewaskan. Rakan- rakan seperjuangan juga menarik isi cerita menghadirkan sebuah cerita yang hebat. Seni pertarungan yang menarik lag
Jayashree
Kalo kamu dijodohkan sosok kaya, rupawan dan sempurna gimana gais? Sayangnya Zora menolak dengan pasti dan memilih kekasihnya yang sederhana. Ayahnya tidak bisa membiarkan hal ini dan berencana untuk menghancurkan kekasih dari putrinya. Hemm gimana kelanjutannya? Mampir ya di "Arti Cinta Untuk Zora"
Baca Semua Ulasan
Semalam Bersamamu

Semalam Bersamamu

Abaikan. Kuangsur lembaran merah muda dari hasil semalam berpesta sampai menjelang terang ke cewek yang menunggu dengan telapak tangan terbuka. "Beliin yang bikin kenyang. Lo pilih satu juga. Jangan lupa air botolan."
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 710 kali sebagai rumentang siang
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Senja
bagus banget ceritanya,sedih,seneng romantis,manis semua jadi satu mewek juga sih. tapi btw mau tanya ya kak disini masih sma atau kuliah sih??kalo di cerita nabas kan udah kuliah semester akhir.bentar deh kayaknya disini masih sma gak sih??bentar tak cek dlu lagi aja deh
Aldrich Candra
Ayo diskusikan! Apa aja yang kamu suka dan enggak suka dari cerita ini? Apa aja yang perlu dibenahi dalam cerita? Keluarkan uneg-unegmu. Enggak pake filter juga enggak masalah, tapi bakal kita diskusikan langsung, ya. Kasih kritik dan saran yang heboh. Di akhir, aku bakal kasih hadiah menarik.
Baca Semua Ulasan
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Murid teladan, tukang telat dan juga edan. . . . Pagi, ketika matahari mulai setinggi tombak. Kamar seorang Iqbal Ramdani. Silau matahari mulai mengganggu mata gue yang masih betah merem, asli gue masih ngantuk. Intinya gue PW, mager berat, pengen banget bobo lagi tapi sayang jam alarm gue udah punya daritadi.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai rumentang siang
Baca
+Pustaka
TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA

TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA

Langit berwarna jingga kemerahan, burung-burung berkicau riang. Li Mingzi menemani Ruan Tang berolahraga pagi di taman belakang kediaman. Mereka berlatih Teknik Keselarasan Agung seperti biasa, lalu melakukan peregangan ringan. Setelah selesai, mereka berjalan menuju ruang makan. Biasanya Tuan Tua Ruan akan menunggu mereka untuk sarapan bersama, tapi kali ini Song Hua sudah duduk di kursi utama, makan sendirian.
1013.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 482 kali sebagai rumentang siang
Baca
+Pustaka
Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

Rembulan berwarna kuning pucat. Awan rupanya mulai menutupi langit karena tidak kelihatan bintang yang seharusnya bertaburan di tengah malam. “Apa yang kau cari?” terdengar suara yang renyah dan “basah”. Raka tahu suara siapa itu. Ia menoleh dan dilihatnya Renjani sedang duduk di sebuah patahan batang pohon yang mengering di atas tanah.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai rumentang siang
Baca
+Pustaka
Seuntai Janji

Seuntai Janji

05 Langit siang yang cerah telah berubah menggelap pertanda senja telah tiba. Dahayu menggeliat sambil merentangkan tangan. Perempuan berkulit kuning langsat mengerjap-ngerjapkan mata yang lelah, sebelum merapikan meja kerja dan berdiri sembari menyambar tas dari meja.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai rumentang siang
Baca
+Pustaka
Dikhianati Suami, Dipertemukan dengan Pria Sejati

Dikhianati Suami, Dipertemukan dengan Pria Sejati

namun, sepertinya belum ada tanda-tanda pintu ruangan itu akan terbuka. “Ini sudah lewat jam makan siang, lebih baik kita ke kantin dulu, Zola.” Rumi mencoba untuk mengingatkan. Zola mendesah pasrah, menelan ludah berulang kali juga tidak akan membuat perutnya kenyang begitu saja. sejak tadi pagi juga Zola belum sarapan, dan jujur saja yang dirasakannya saat ini perih dibagian perutnya. “Jangan bilang pagi tadi, kau juga belum sarapan?” tuntut Rumi curiga saat melihat ekspresi wajah Zola yang sedikit memucat.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai rumentang siang
Baca
+Pustaka
Belenggu Cinta Sang Mafia dengan Aktivis Kampus

Belenggu Cinta Sang Mafia dengan Aktivis Kampus

“Jam berapa sekarang tante?” “Jam 12:15 siang. Kamu pasti sudah lapar, makanlah terlebih dahulu sebelum kamu bersiap untuk berangkat ke stasiun.” “Kenapa aku bisa tertidur cukup lama ya? tapi lumayan badanku terasa segar. Baiklah tante. Aku akan cuci muka sekalian berwudhu. Apakah tante sudah makan siang?” “Aku akan menunggumu untuk makan siang bersama. Baiklah Zeni, tante mau menemani ibu kamu, dia sudah bangun. Barangkali dia mau makan, sudah ada perawat yang mengantarkan makanan untuknya.”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai rumentang siang
Baca
+Pustaka
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

"Uhm, Ren ...." "Huh?" Renan sedikit menaikkan pandangannya menjumpai mata Rania. "T-tatomu." "Ada apa dengan tatoku?" Renan telah berhasil melepas kancing piyama Rania dengan sempurna. Rania menggeleng. "T-tidak tahu, seram." Renan pun mengusap rambut Rania ke belakang dan di elus perlahan sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian. "Ano dan David bangun jam berapa?"
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai rumentang siang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status