Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU

SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU

Mayang terus berlari tak tentu arah menyusuri trotoar dan jalanan tanpa mempedulikan beberapa pasang mata yang melihatnya heran. Beberapa menit kemudian rasa lelah membuat langkahnya melambat. Nafasnya yang tersengal tak membuatnya berhenti melangkah. Ia tak berharap jika lelaki itu akan menyusulnya. Ia bahkan tak menoleh ke belakang sedikit pun atau memperhatikan situasi sekelilingnya. "Mbok, aku dimana?" Gumamnya lirih, berharap ia bertemu pengasuhnya itu.
884 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai saat berlari pandangan ke arah
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

Memperlihatkan celana dalam yang tipis. Bokongku pasti sedang dilihat oleh mereka. Saat mengatur bola, aku bisa merasakan tatapan tajam yang datang dari segala arah. Tatapan mereka terlihat membara, seakan hampir membakarku. Terutama para pria di depanku, mata mereka tertuju lurus ke arah leherku. Kerahnya terlalu rendah, dadaku bergerak mengikuti gerakanku.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai saat berlari pandangan ke arah
Baca
+Pustaka
Cinta CEO Korban Ghosting

Cinta CEO Korban Ghosting

Aku berlari mendahului pak Bram dan duduk di samping jendela. "Hanya ini tujuanmu berlari!" ujarnya dingin. "Aku ingin melihat ke bawah Pak!" jawabku. "Ya sudah, loncat saja agar lebih leluasa melihat ke bawah!" celetuk pak Bram. Aku yang kesal langsung mengalihkan pandanganku ke arah luar. "Oh, jadi sekarang, kamu sudah berani bersikap cuek padaku!" sambung Pak Bram.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai saat berlari pandangan ke arah
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Aku berkata sambil berlari kecil ke arah toilet. Hampir sampai di belokan menuju toilet, aku ....
9.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai saat berlari pandangan ke arah
Baca
+Pustaka
Pengantin Pilihan Raja

Pengantin Pilihan Raja

Ahhhhh! Aku berteriak sambil berlari menghindarinya. Ke sembarang arah, agar tak mengenai ujung senjata yang bisa membelah tubuhku kapan saja—sepertinya Sirrius bercanda! Tapi saat aku berhenti, berbalik menatap ke arah Sirrius. BUKH!
9.214.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai saat berlari pandangan ke arah
Baca
+Pustaka
Mendadak Terjatuh ke dalam Kolam sang Kaisar

Mendadak Terjatuh ke dalam Kolam sang Kaisar

Dialihkannya pandangan dan benar saja dia ada di sebuah kolam. Lalu .... pandangannya lurus ke depan, memandang seseorang yang juga memandangnya dengan tajam. "Si...siapa kau....?"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai saat berlari pandangan ke arah
Baca
+Pustaka
Warisan Utang Mertua

Warisan Utang Mertua

Aku berlari ternyata lelaki itu sudah melihatku. “ Eh... Jangan lari kamu! Apa yang kamu lihat tadi ha?" langkah kakinya semakin laju. Aku juga harus berusaha lari sekuat tenaga. Tak di sangka jalan yang aku lewati adalah bagian belakang pusat perbelanjaan itu jalan menuju gudang lantai dua.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai saat berlari pandangan ke arah
Baca
+Pustaka
Rumah Kenangan: Pengintai di Bawah Tanah

Rumah Kenangan: Pengintai di Bawah Tanah

Aku berteriak tak karuan. Hingga akhirnya, halte bus ujung jalan terlihat. “Akhirnya, akhirnya.” Napasku sudah tersengal-sengal dan keringat membasahi tubuhku. Aku terus berlari tanpa pandang bulu. Mataku terus memandang lurus ke depan, fokus pada tujuan akhirku.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai saat berlari pandangan ke arah
Baca
+Pustaka
Game Begin

Game Begin

* Tanpa pikir panjang aku berlari tanpa berani mengintip kebelakang dan dengan kecepatan tinggi di depan aku menemukan sebuah pertigaan lorong. *Belok kiri!* Mendengar kata itu, aku mengikuti kata-katanya dan memutuskan mengambil arah kiri dan tetap berlari. Kini nafasku mulai tidak beraturan dan dengan terpaksa masih meneruskan berlari. *Kiri!* Setelah mengambil arah kiri lagi, aku berpikir bagaimana jika aku hanya berputar-putar saja. Kini aku akan mengambil arah kanan, mencoba tidak mengikuti arahan suara seorang pria di speaker.
106.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai saat berlari pandangan ke arah
Baca
+Pustaka
Dendam Arwah Bully

Dendam Arwah Bully

Mereka tidak bisa memikirkan apapun lagi, kecuali hati dan pikiran mereka menyuruh berlari secepat mungkin. Dalam perjalanan mereka menuju ke gerbang, mereka banyak sekali mengalami rintangan. Banyak benda-benda yang terlempar ke arah mereka. Angin semakin lama semakin kencang bertiup. Membuat mereka kesusahan dalam berlari. Mereka menggunakan kedua tangan untuk menghalau benda yang berterbangan. Mereka hanya membuka sedikit mata supaya bisa melihat ke depan.
930 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai saat berlari pandangan ke arah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status