Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar

Pagi kembali menyapa sang mentari bersinar terang, burung-burung beterbangan kesana kemari membuat suasana di pagi hari begitu indah dengan kicauan suaranya, Pagi ini terlihat Saka sudah rapi duduk di depan meja makan menikmati sarapan yang dibuatkan Mama tercinta, "Emm ini nasi goreng paling enak!" gumam Saka memuji masakan Tante Santi, ia menyuap dengan lahap.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai sajak pagi
Baca
+Pustaka
Terjerat Takdir Tuan Saka

Terjerat Takdir Tuan Saka

Matanya sembab, tubuhnya berat, dan pikirannya penuh dengan bayangan mimpi semalam yang tak juga hilang. Setelah mandi, ia memilih mengenakan hoodie yang sedikit besar, berharap bisa menutupi kegelisahan yang masih membekas di tubuhnya. Rambutnya belum kering sempurna saat melangkah ke dapur, dan di sana... "Pagi," sapa Arum sambil membalik roti di wajan. Suara itu… netral. Seperti biasa. Namun bagi Saka, kedengarannya seperti mimpi semalam, lembut dan begitu sabar. Ia langsung menoleh ke arah lain. "Pagi."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai sajak pagi
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Istri Kaya yang Terluka

Bangkitnya Istri Kaya yang Terluka

Aku mulai menikmati malam-malamku dalam untaian permohonan yang diiringi dengan suara dengkuran Saka. Lama. kunikmati saat-saat munajatku hingga aku membangunkannya tepat saat adzan subuh. Saka menggeliat lalu terdiam beberapa saat sambil menatapku. "Sudah pagi?" Tanyanya. Aku mengangguk. "Perasaan baru sebentar merem!" Aku menoleh lalu kembali melanjutkan aktifitasku. Bahkan kini Saka tak lagi sempat membacakan ayat-ayat Quran untuk janinku.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai sajak pagi
Baca
+Pustaka
Putriku Bukan Barang yang Bisa Dipinjam

Putriku Bukan Barang yang Bisa Dipinjam

Ia seringkali mengeluh sakit jika tidur dengan cahaya yang terang benderang saat pagi hari. Keesokan harinya seperti yang direncanakan Saka, ia sudah menyiapkan semuanya dengan detail. Tidak mau jika meja yang ia inginkan dipakai orang lain, Saka juga sampai booking saat malam harinya. Kala itu tepat ketika Saka berdiri di balkon hendak menikmati pemandangan di pagi hari, pandangannya malah teralihkan pada Dara yang tengah bicara dengan seseorang. Siapa lagi kalau bukan Pak Toro, Saka awalnya memilih untuk mengabaikannya. Ia seperti memberi kesempatan bagi Dara untuk punya waktu berdua dengan bapaknya.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai sajak pagi
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Anggi: (masih ngelamun) “Dia bilang satu kalimat. ‘Satu udah kuambil. Yang lain nyusul...’” --- Pagi harinya Meja makan lebih sepi dari biasanya. Sarapan hanya roti tawar dan teh yang udah dingin. Tak ada yang banyak bicara. Raka: (perhatiin satu per satu) “Kalian semua mimpi buruk?” Zaki: (angsur duduk, lesu) “Enggak juga... cuma kebangun tengah malam. Denger suara.”
10811 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai sajak pagi
Baca
+Pustaka
HARMONY

HARMONY

harmony 31 ** Pukul sembilan pagi Sagara terbangun dari tidurnya, melihat dua temannya yang masih tidur lelap Sagara hendak beranjak dari kasur besar miliknya. Sagara dengan cepat menggeser kaki Abian yang berselonjoran di atas pahanya.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai sajak pagi
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Suaranya terdengar tenang. Entah apa, tapi yang barusan itu ia tangkap sebagai sebuah sinyal. Baskara tersenyum. Ada banyak yang perlu diterjemahkan dari senyumannya. Tiba-tiba terlihat tanda-tanda bahwa pagi yang ia nantikan selama ini sebentar lagi akan kembali. Ia berdebar menanti malam-malamnya yang penjang segera berakhir. Siap atau tidak siap, tapi kebahagiaan itu harus disongsong dengan suka cita. Ria meminta maaf padanya. Sungguh sebuah angin sejuk.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai sajak pagi
Baca
+Pustaka
Dada Malam, Nafas Pagi

Dada Malam, Nafas Pagi

terus menghantuinya. Dia turun ke ruang tengah. Arsa sudah di sana, berdiri di samping jendela, memegang cangkir kopi. Di meja kayu, terhampar peta jalan tua dan sebuah ponsel sekali pakai. Dia tampak tenang, tetapi ketenangan itu terasa lebih mengancam daripada amarahnya. "Pagi," sapa Kania. "Pagi," balas Arsa singkat, tanpa menoleh. "Kopi di sana." Ia menunjuk ke cangkir lain di meja.
10945 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai sajak pagi
Baca
+Pustaka
Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku

Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku

“Rasanya ... saya seolah punya istri.” Yessa terdiam, kaget dengan ucapan itu, lalu pura-pura sibuk membalik telur di wajan. “Mas jangan bercanda.” Saka terkekeh, tapi matanya tetap menatap Yessa. “Benar. Kalau pemandangan pagi hari saya seperti ini, mungkin saya tidak akan pernah berangkat kerja.” Yessa tak menanggapi lagi, hanya fokus pada masakannya di atas kompor.
10242.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai sajak pagi
Baca
+Pustaka
Antara Hati dan Janji

Antara Hati dan Janji

“Aku tidak mau mengganggu Saka. Hanya mau makan siang. Kalau ketemu, ya syukurlah, kalau tidak, ya tidak apa-apa.” “Kapan tiba di Sibaru?” Dia tetap berdiri di samping mejaku, matanya memperhatikan wajahku dengan lembut. “Dua hari yang lalu. Aku tak ingin terlalu dekat dengan hari pertama masuk kuliah.” Saka mengangguk-angguk lalu melihat jam tangannya. “Aku masih harus bekerja hingga jam 3, setelah itu aku bebas. Apa mau menunggu?
10869 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai sajak pagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status