Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Semoga Dia Sebebas Angin

Semoga Dia Sebebas Angin

Setelah bangun saat fajar, aku mulai belajar. Dibandingkan dengan begadang karena seorang pria, bangun dengan harapan terasa jauh lebih baik. Aku pikir Dion tidak akan kembali secepat ini. Tetapi malam itu, dia mendorong pintu hingga terbuka, wajahnya yang tampan tampak lelah. Dia menyelipkan sesuatu yang lembut dan empuk ke pelukanku. “Hadiah untuk hari jadi pernikahan yang ketiga.”
7.8K viewsCompletedAdded to Library 255 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

Seolah seluruh tubuhnya dilempar ke ruang hampa tanpa pijakan. Tiba-tiba terdengar seruan kaget dari seorang perawat. Dion ambruk dengan keras ke lantai. ... Tidur kali ini terasa sangat nyenyak. Namun saat terbangun, tubuhku masih terasa lemas dan berat. Aku mengulurkan tangan hendak mengambil segelas air di atas meja, tetapi Dion yang duduk di samping ranjang lebih dulu menyodorkannya ke bibirku.
3.4K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Surga Semalam

Surga Semalam

Sementara Kevin tersenyum dingin. "Bukan hanya makanan yang membangkitkan selera makan saya. Dan air bukan satu-satunya hal yang dapat mengurangi panas. Alternatif lain juga bagus!" Kulit kepala Windy mati rasa mendengar kata-kata Kevin itu. Dia pernah mendengar orang mengatakan bahwa pria sangat bersemangat saat bangun di pagi hari, dan itu ternyata benar. "Tapi aku tidak bisa. Itu tidak nyaman bagi saya." Windy mencoba yang terbaik untuk mencari alasan. "Ingat, aku sedang datang bulan."
1053.0K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Seandainya Bertemu Lebih Awal

Seandainya Bertemu Lebih Awal

Dia sangat serius dalam memilih segala sesuatu, persis seperti diriku dulu. Orang yang serius tidak seharusnya dikecewakan. Tidak lama kemudian, tiba saatnya pada hari pernikahan. Herbert mengantarku ke acara pernikahan. Entah kenapa, pria yang biasanya tanpa ekspresi itu, matanya malah kelihatan sedikit bengkak. Aku menutup mulutku, tidak membongkar apa-apa, tapi ada senyuman di mataku.
7.6K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Kekhilafan Satu Malam

Kekhilafan Satu Malam

Pagi Binar kali ini, lain dari biasanya. Wanita berparas ayu yang makin hari, makin berisi badannya itu, terdengar bersenandung riang sambil menyiram bunga-bunga. Tak lupa headset tersumpal di kedua kupingnya. Binar yang pagi ini dengan keadaan rambut yang masih basah itu, membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, menanti angin pagi untuk mengeringkan rambut yang basah itu. Binar memang suka sekali membasahi rambutnya di pagi hari, sebab menurut dia dengan cara seperti itu, dia akan lebih bersemangat dan segar menyambut hari.
1021.1K viewsCompletedAdded to Library 696 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Penguasa Dua Dunia Verbegens

Penguasa Dua Dunia Verbegens

Gelap telah berganti tugas dengan terang yang mulai naik dari kaki langit, menyinari semua yang terkena cahayanya, kicauan burung berserta embun rumput juga turut menghiasi pagi, dan semua orang di kediaman Verbegens mulai melakukan aktivitas masing-masing. Terkecuali, Amber yang baru membuka mata dan mengerjapnya pelan. 'EEH!'
9.62.7K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Mengemis Malam Pertama

Mengemis Malam Pertama

Mazaya bangun jam sembilan pagi, tubuhnya terasa remuk, setiap persendiannya terasa sakit. Dia mencoba bangkit secara perlahan, lalu menyandarkan tubuhnya ke sisi tempat tidur. Wajah Mazaya merona. Dia tak munafik, Riki dan ketampanan serta kesempurnaan tubuhnya, membuat dia terbuai, tapi baginya dia tetaplah si Bisu yang hanya dibutuhkan untuk memberikan anak.
1029.5K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as sebening embun pagi
Read
+Library
She is Not My Sugar Mommy

She is Not My Sugar Mommy

Embun bingung, awalnya dia pikir itu semacam alat untuk menditeksi pengguna narkotika, tapi setelah dilihat dengan jelas dia tahu benda itu adalah tespek. “Kenapa pegang bagian bekas pipisnya.” Embun melotot dan langsung melempar hasil tes itu kemeja, dia ciumi tangannya kemudian berlari ke kamar mandi untuk cuci tangan. “Mungkinkah?” Embun menggeleng menatap pantulan dirinya dari cermin lantas berjalan terburu-buru keluar. “Apa kamu hamil, Be?” “Hem,” jawab Bening tanpa beban.
10154.7K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Kakakku Yang Berengsek

Kakakku Yang Berengsek

tanya Al pelan, lalu menggendong Rexi ala bridal style. Pagi hari telah tiba. Rexi terbangun dari tidurnya dengan cepat. Kedua bibir cantiknya tiba-tiba tersenyum dengan begitu lebar dan menciptakan senyuman yang begitu cantik. Rexi menatap bayangan dirinya di cermin full body yang ada di hadapannya. "Kok, mood gue tiba-tiba enak banget di pagi ini, sih?" tanya Rexi.
9.77.7K viewsCompletedAdded to Library 292 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Kenapa kamu nggak bilang dari tadi?” “Aku… aku pikir cuma capek,” jawab Embun dengan mata berkaca-kaca. Bagas mondar-mandir tak karuan. “Ini pasti karena latihan itu. Aku bilang juga apa, tariannya aneh. Aura-aura mistis gitu.” “Bagas,” tegur Alvaro keras. “Sekarang bukan waktunya.” Bu Seno menyodorkan air putih dan minyak kayu putih. “Coba iki dioleske sek, ben sadar.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status