Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Penabur Benih

Sang Penabur Benih

Celana pendek sepaha miliknya membuatku bergetar andai ia tahu. "Pagi, Vale." "Cepat lah mandi. Pakai air hangat saja." "Kenapa sepagi ini mandi?" "Aku akan berangkat awal ke Tutty Fruity untuk pembekalan kenaikan golongan. Apa kamu bisa mengantarku, tuan tampan?" Ucapnya dengan mengedipkan mata berkali-kali. Aku tersenyum lalu berlalu ke dalam kamar mandi. "Tergantung cita rasa sarapan yang kamu sajikan, Vale."
7.3K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Bahkan, jikalau dituliskan ke dalam sebuah cerita pendek atau novel pun tak akan bisa tertuliskan. "Kek, nggak sarapan dulu?" tanya Nur yang sudah menyelesaikan pekerjaannya. Kakek Samad tersenyum dan menjawab, "Iya, nanti!" Wanita yang berambut sebahu itu pun langsung masuk ke dalam rumah lagi dengan tangan kanannya membawa ember. Kemudian, dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih dan sewaktu itu juga aroma masakan begitu tercium oleh hidungnya. Ya, itu masakan yang sedang dimasak oleh neneknya untuk sarapan bersama keluarga tercintanya. Seperti biasanya, Nek Iyam menggoreng gorengan dan tak lupa juga ada nasi kuning yang dia siapkan untuk keluarganya. Gorengan dan nasi k
3.4K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Sebening Cinta Anne

Sebening Cinta Anne

Tapi mengingat kebiasaannya selalu bangun di pagi hari ketika azan subuh terdengar, mata itu akhirnya tidak bisa kembali terpejam. Dia beranjak ke kamar mandi, segera membersihkan diri, dia memilih untuk mengguyur kepala dan tubuhnya dengan air supaya hilang rasa capek dan juga akan membuatnya fresh. Hari ini dia harus sangat fit, untuk melanjutkan pencarian.
107.5K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Pernikahan Rahasia Suamiku

Pernikahan Rahasia Suamiku

Sementara di kamar mandi, beberapa kali Bulan memuntahkan cairan bening, baru kali ini ia mengalami mual di pagi hari. Setelah salat subuh berjemaah, keduanya turun ke bawah. Alfan mengajak Bulan menghirup udara pagi yang masih segar di taman. Ditemani dengan secangkir teh panas, mereka melanjutkan obrolan-obrolan singkat mengenai banyak hal yang mengalir begitu saja.
9.9178.1K viewsCompletedAdded to Library 5.5K Times as sebening embun pagi
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Come on to wake up 🎼 Hallo Lingga.. Come on to wake up Suara dari handphone Lingga. Bisakah aku menyebutnya keren atau kekanak - kanakan. "Hihi hihi..." aku sedikit tertawa kecil. Lingga menggeliat meregangkan badannya. Mengedipkan matanya satu kali, dua kali dan kemudian melihat ke arahku. "Selamat pagi!" ucapnya. "Pagi Pak!" jawabku.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 288 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

Tapi ada sesuatu yang lebih kuat dari rasa sakit itu. Aroma. Aroma yang sangat harum dan menenangkan mengalir masuk ke hidungnya. Bukan dupa istana yang berat dan menyesakkan. Bukan parfum selir yang terlalu manis hingga membuat mual. Ini aroma yang berbeda. Lembut seperti embun pagi, hangat seperti sinar matahari pertama, dan ada sentuhan bunga yang belum mekar penuh. "Apakah aku sudah mati," bisiknya dengan suara yang sangat serak dan lemah. Tenggorokannya terasa seperti diisi pasir kering.
1017.5K viewsCompletedAdded to Library 401 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda

Rani duduk di ruang tunggu sambil menunggu suaminya mengambil kunci kamar di ruang resepsionis. Sesampainya di dalam kamar, Embun langsung membaringkan badannya di ranjang. Ia baru pertama kali melakukan perjalanan jauh sehingga badannya terasa remuk. "Bangun sayang, mandi dulu setelah itu kita makan." Embun menggeliat, ia mengucek matanya dan mengumpulakan nyawanya yang belum terkumpul. "Rambutnya di keringkan dulu, nanti bantalnya basah," ujar Embun dengan suara khas bangun tidur.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Witch (Bahasa Indonesia)

Witch (Bahasa Indonesia)

kata Eruza final. Sinar mentari menyinari bumi, dedaunan yang tertutupi embun pagi, memantulkan cahaya ketika matahari menyinarinya. Udara sejuk khas di pagi hari membuat siapa saja yang menghirupnya akan merasa segar. "Bangun! Bangun! Bangun!" teriak Eruza pagi-pagi sekali.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan

Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan

"Ungh...." Embun membuka matanya yang terasa berat sebelum alarmnya kembali berbunyi di pagi hari. Tubuhnya terasa sedikit kaku karena jatuh tertidur di posisi yang sama semalaman tanpa banyak bergerak. Tubuhnya pun mulai menggigil kedinginan. Namun, saat ia berniat merenggangkan tubuhnya, Embun merasakan tangan kokoh melingkari perutnya, menahan gerakan Embun.
9.9445.1K viewsCompletedAdded to Library 15.1K Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Pengantin Kecil Tuan Xavier

Pengantin Kecil Tuan Xavier

Sengaja supaya wanginya tidak hilang. * * Pagi menjelang, kicau burung tampak menyambut datangnya pagi. Embun yang masih menempel di dedaunan menambah hangat dan sejuknya udara di pagi hari. Nandini tampak sudah bangun sedari tadi. Beruntung si bayi sudah mulai anteung. Tidak menangis ataupun rewel seperti kemarin. Sheinafia atau Nandini memanggilnya Sheina tampak masih tertidur di dalam balutan selimut tebal.
9.854.3K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as sebening embun pagi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status