Hestia
tanya Nero bersuara datar, berusaha tidak tertarik pada kondisi Patra, tetapi ada nada ragu tipis di ujung pertanyaannya.
Patra mengangkat bahu cepat, terlalu cepat. “Ya masa gara-gara sinetron azab,” kelitnya asal. Sunyi lagi. Mesin cuci berdengung pelan. Air berputar, busa menempel di kaca, lalu luruh lagi. Nero kembali mengalihkan pandangan ke sana, tapi kali ini tangannya tidak diam. Ia mengambil ponselnya, melihat sekilas notifikasi yang numpuk, lalu—lagi-lagi—mengunci layar tanpa membuka apa pun.
Sikap Nero itu tidak luput dari pandangan Patra. “Nggak semua orang suka silent treatment,” celetuknya tidak berniat menggurui, melainkan supaya ruangan yang mereka tempati tidak terlalu cangg
Hot Chapters