Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tersesat

Tersesat

Itulah orang jawa, saat jari telunjuknya iso nduding maka pagar gaib pun bisa dibuat hanya dengan jari telunjuk. Sopir menatap aneh tapi tidak berani bertanya. Sungguh suasana hutan, tempat mereka berhenti telah menjadikan hatinya ciut, ada penyesalan karena telah menerima kresek hitam dari Safawi. Kresek hitam itu penuh lembaran berwarna merah, seratus ribuan yang dibendel sepuluh jutaan. Namun kini berbagai pikiran buruk memenuhi otaknya.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as sketsa sedih
Read
+Library
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Itu kalimat pertama yang bisa aku ucapkan sejak saat kado itu diserbu oleh mereka. Sketsa itu aku buat persis di malam hari setelah aku dan Andre jadian. Wajah tampannya yang terlihat macho hari itu terbayang-bayang di anganku, lalu aku terpikir untuk mengabadikannya dalam gambar. Inginnya aku simpan sendiri, tapi semalam aku berubah pikiran dan memasukkan sketsa itu ke dalam kotak hadiah untuk Andre. Tentunya aku sudah sempat mengambil gambarnya dengan kamera ponselku. "So sweet banget sih kamu, Rin," kata Santi yang sudah kembali ke mejanya di sebelahku. Aku mencebik malu-malu.
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 401 Times as sketsa sedih
Show Reviews (28)
Read
+Library
Teha
sekadar info: standar penguncian bab di GN sekarang dipukul rata 14 koin, bila jumkat dlm bab di bawah 1400 kata, ya. 1000 kata pun ttp byr 14 koin. namun utk novel ini sendiri, koin/bab bs lebih besar dikarenakan jumlah kata yg lebih banyak, jd sebenarnya pembaca mdpt harga lama 1 koin/100 kata.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Read All Reviews
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

ar-benar merasa konyol. Itulah diriku yang naif. Akhirnya kunci itu ketemu lalu kubuka kamarnya. Kau tak akan percaya apa yang aku lihat. Awalnya aku sangat senang melangkah masuk ke dalam kamarnya, bagaimana tidak? Aku yang selama ini tidak pernah tahu kamarnya Faiz, sekarang bisa melihat isi dari kamar orang yang aku sukai. Tetapi, isi kamarnya tak semenarik yang aku bayangkan, malah aku bersedih. “Semuanya berisi kertas-kertas yang ditempel di tembok kamarnya. Kertas-kertas itu bukanlah kertas-kertas biasa, melainkan sketsa-sketsa karyanya. Yang membuatku sakit adalah sketsa-sketsa itu semuanya gambar dirimu. Semuanya berisi gambarmu! Iya, semuanya. Aku tak pernah menyangka ternyata ada o
105.6K viewsOngoingAdded to Library 189 Times as sketsa sedih
Read
+Library
TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

Hujan di luar semakin deras, menimpa genting dan jendela, seolah ikut menegaskan perasaan yang belum punya nama. Siska berjalan mendekat, jongkok di sebelahnya. Ia melihat sketsa itu lebih dekat — detailnya sederhana, tapi lembut. Ada sesuatu di sana, sesuatu yang tak bisa ia definisikan. “Bar, kenapa kamu nggak coba ngomong aja?” tanyanya tiba-tiba. Bara berhenti menggerakkan kuasnya. “Soalnya kalau aku ngomong, mungkin kamu bakal marah. Atau pergi.”
912 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as sketsa sedih
Read
+Library
About Keenan

About Keenan

"Kesedihan adalah sapuan kuas yang menciptakan pola keindahan dalam kanvas hidup kita, mengungkapkan cerita di balik setiap goresan." - Keenan Aksara •••• Di bawah langit malam yang dipenuhi bintang, sebuah kamar kecil dengan cahaya lembut yang menembus tirai jendela. Di dalam kamar itu, suasana tenang terjaga. Seorang kakak, Keenan Aksara, duduk di sofa dengan adik laki-laki yang berada di pangkuannya.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as sketsa sedih
Read
+Library
Tak Ada Obat Penyesalan

Tak Ada Obat Penyesalan

“Apakah kamu tahu, Juwita, sebenarnya akulah suamimu, di kehidupan sebelumnya, kita pernah menikah dan hidup bahagia.” Aku menatapnya dan mencibir pelan. “Bahagia? Seberapa bahagia? Lalu? Apa yang terjadi padaku kemudian?” “Kemudian, kita tumbuh tua bersama dan memiliki banyak anak dan cucu.” Aku mengungkap kebohongannya. “Jika seseorang terlalu banyak berbohong, apakah dia sendiri pun akan mempercayainya?” “Bukankah aku menderita depresi berat dan kemudian kamu meracuniku sampai mati?”
6.2K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as sketsa sedih
Read
+Library
Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

Dika nyengir, lalu mengambil bolpoin dan menulis sesuatu kecil di pojok kanan atas. Citra melotot. “Eh! Kamu nulis apa?” “Cuma satu baris.” Dika menunjukkan: ‘Kalau hati bisa digambar, semoga bentuknya kayak sketsa kamu. Nggak sempurna, tapi bikin nyaman.’ Citra mendesah, lalu memutar matanya. “Dikayasa. Kamu tuh, memang cowok teknik, yang kerjaannya ngegombal doang.”
824 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as sketsa sedih
Read
+Library
Cinta Perlahan Sang Pengacara

Cinta Perlahan Sang Pengacara

“Menurut lo gimana caranya deketin orang yang sikapnya kayak kulkas dua pintu?” Mereka terkekeh miris, kemudian menuruti perintah Jerikho untuk menjauh. Shea sudah tidak mood mengerjakan tugas. Dia melipat sketchbook. Merapikan pensil warna. Alamat besok harus cari alasan pada pembimbing. Perutnya pun mendadak bernyanyi.
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 479 Times as sketsa sedih
Show Reviews (18)
Read
+Library
Lestia
sebenarnya walaupun Author bikin cerita chef galak itu mantan pacarku dengan pov chef Gun tetap aku baca Thor. Dulu berharap ada pov dari Gun waktu beberapa bab tapi keburu tamat. sampai sekarang masih kebayang-bayang chef Gun sama Paramitha
Icank Hanafi
slalu bagus tiap bikin cerita alurnya simpel ga bertele2 ga diulang2, tiap bab slalu ada kejutan klo bs kasih bintang 100 gw kasih deh thor yg blom baca wajib baca, nyesel ga baca.. next baca kisah hiro n naga
Read All Reviews
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

Matanya yang biasanya memancarkan semangat kini memudar, terpaku pada aspal yang retak-retak di bawah sepatunya. Tas ransel usang nya terasa memberat di pundak, isinya bukan sekadar benda mati, melainkan impian yang tertuang dalam lembaran-lembaran kertas. Di dalamnya ada buku sketsa kesayangan, tempat ia melarikan diri dari realita yang mencekik. Setiap guratan pensil, setiap warna, adalah napas lain bagi jiwanya. Mungkin, pikirnya getir, inilah saatnya ia menghadapi kenyataan bahwa impian menjadi ilustrator sukses hanyalah angan-angan belaka.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as sketsa sedih
Read
+Library
TERPAKSA NIKAH SMA

TERPAKSA NIKAH SMA

Akan lebih baik, ia biarkan Saras melepas kesedihannya dengan bebas. Saras mengangguk lemah, seharusnya ia tidak menangis. Sekarang ia merasa malu karena menangis di depan orang lain selain Arjuna. Biarlah, lagipula sudah terlanjur terjadi. Saras menghirup napas dalam, ia memandang bulan, lalu menghapus jejak air matanya. Saras terus melangkah, hingga tampa sengaja ia menginjak sebatang ranting kecil. Saras berjongkok, mengambil benda kecil itu, lalu asik menggambar di atas pasir. Semudah ini memang bahagia, setelah sebelumnya ia menangis, kini Saras justru tersenyum bahagia lewat ranting kecil ini. Saras menggambar wajah tersenyum, lalu membuat rambut keriting pada gambarnya itu. Lucu, da
1019.9K viewsCompletedAdded to Library 476 Times as sketsa sedih
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status