Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyesalan

Penyesalan

Rasa panas makin terasa, padahal Reno sudah menyalakan pendingin udara. "Kenapa? Kok kamu keliatan nggak nyaman? AC nya kurang dingin?" tanya Reno melihat Alisya yang gelisah. "Nggak tau, Kak. Rasanya masih panas aja. Emang cuacanya lagi panas banget, sih," kata Alisya beralibi. "Oh ya?"
105.3K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as slightly
Read
+Library
TimeLess

TimeLess

Keiko semakin mundur dari posisinya dan merasa terjepit. Jonatan menarik Keiko ke arahnya sehingga Keiko berada di antara dinding lift dan Jonatan. di banding posisi yang tadi, Keiko lebih leluasa, karena hanya Jonatan yang menghimpitnya. melihat ekspresi Keiko yang terlihat lega, Jonatan tersenyum tipis. Hampir 1 menit Keiko dan Joantan berhimpitan, Keiko merasa jantungnya berdetak tidak normal. Ada rasa nyaman yang Keiko rasa kan.
9.95.1K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as slightly
Read
+Library
Sakit yang Menyenangkan

Sakit yang Menyenangkan

tanya Charity saat melihat Greed terlihat buru-buru, tatapan mata Greed tetap lembut namun Charity merasakan hawa membunuh pada tubuh Greed. "Membunuh kelinci Charity," jawab Greed tersenyum, ia hendak mengecup pucuk kepala Charity namun berhasil menghindar membuat Greed hanya mengelus kepalanya pelan. "Belum bisa menerima kecupanku?" tanya Greed lembut. "Aku hanya sedikit tidak nyaman," jawab Charity. "Tidak masalah, itu juga salahku. Maafkan aku yang—" "Jangan teruskan, aku merasa buruk kalau mengingat itu," potong Charity,
106.7K viewsOngoingAdded to Library 209 Times as slightly
Read
+Library
Slave

Slave

gumam Hasan dengan kilatan marah yang terpancar dari kedua matanya. Amarah sungguh membakar seluruh jiwa dan raganya hingga sampai membuat Hasan tak terkendali. "Milikku?" ulang Hasan yang tak lama tertawa, merasa bahwa kata milikku yang di ucapkannya terlalu sensitive dan berkahir menjadi posesive. Tersenyum kecut Hasan saat mengklaim Ayesha sebagai miliknya. Ingatlah! Ayesha itu hanya slave—mu.
10.0K viewsCompletedAdded to Library 229 Times as slightly
Read
+Library
Tes

Tes

Aura Lika transser8ries
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as slightly
Read
+Library
MATE

MATE

“Lalu, siapa nama pangeranku yang satu ini, tanyaku sambil menatap mata coklat yang sangat mirip dengan milik Maro. “Namanya Stiff, dia adalah adikku,” jawab Maro membuatku tertegun. Bodohnya aku karena tidak menyadari bahwa dua anak ini memang benar-benar mirip. Tak salah lagi, mereka kembar. Bahkan wajah dan warna mata mereka sama. Hanya warna rambut mereka saja yang berbeda. “Dia memang sedikit pemalu, tapi dia adalah anak yang baik,” kata Lily membuat Stiff semakin menundukkan kepalanya. Merasakan hawa canggung dari kedua anak itu membuat satu ide terlintas di kepalaku.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as slightly
Read
+Library
Seadanya

Seadanya

Sikasir menyodorkannya pada erika Erika sudah sama seperti karyawan lainnya, dengan pakaian baju kerja kaos hitam bertulisan Morning Night Cafe nama cafe tersebut yang dituliskan di belakang baju. Sikasir tersenyum melihat penampilan erika yang nampak cantik, "Perkenalkan kak, saya tori diwansyah. Untuk kedepannya panggil saja saya tori nampaknya umur kita tidak terlalu jauh" Erika terhipnotis dengan senyum tori yang begitu manis terukir. "Eh iya saya erika, panggil saja erika", Erika menyambut tangan tori yang baru disadari.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as slightly
Read
+Library
Rasa

Rasa

Sebetulnya, itu cara yang gadis itu gunakan untuk mengurangi ketegangan dalam dirinya. "Setuju, Kyr. Kita harus pintar atur nafas. Pakai teknik 478 aja yuk!" ujar Sarah mengusulkan suatu masukan. "Wah, gimana tuh?" tanya Ataya kemudian dianggukkan oleh Kyra. Keduanya pernah mendengar sebelumnya, tapi maksud dari teknik tersebut, Kyra maupun Ataya belum memahami secara pasti. "Gini nih, tarik nafas 4 detik." Sarah mencontohkannya di hadapan Kyra, dan Ataya. Gadis itu menarik nafas panjang sambil menghitung 4 hitung mundur.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 98 Times as slightly
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

puji Yasa membuat Speranza menghentikan langkahnya. "Siapa yang lebih manis? Aku atau permen itu?" tanya Speranza membuat Yasa ikut menghentikan langkahnya. Yasa menatap Speranza yang saat ini tengah serius. Dia tersenyum saat ide jahil terlintas dipikirannya. Yasa berjalan mendekati Speranza. "Tentu saja lebih manis permen ini," jawab Yasa sambil memakan permen itu.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as slightly
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status