Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Ibu langsung menghampiriku yang begitu syok mendengar kabar duka tersebut. "Bu, baru tadi pagi lho, aku bertemu dengan Mas Danu. Dia pun terlihat baik-baik saja," gumamku masih tak menyangka. Ibu mengelus bahuku berusaha menguatkan. "Sekarang kamu percaya kan kalau tumbal bulan suro di kampung ini nyata?" Refleks aku menatap wajah Ibu. "Tapi tumbal itu dipersembahkan oleh siapa dan untuk siapa, Bu? Kenapa hanya di desa kita saja yang seperti ini?"
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai tambo minang
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

panggil lagi pria itu. "Kok kamu tahu namaku sih? Aku enggak mengenal kamu loh!" jawab Ayu yang mulai merasa risih. "Aku Reno, aku teman satu kelas kamu di Amerika dulu, saat kamu menjadi siswi pertukaran pelajar!" balas Reno, berharap Ayu mengingatnya. "Reno? Enggak ah, temanku tidak ada yang namanya Reno, kamu ngaku-ngaku ya?" tuduh Ayu, dengan kedua matanya yang menyipit.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai tambo minang
Baca
+Pustaka
CEO Tampan Pemenangnya

CEO Tampan Pemenangnya

“Ah, benarkah? Tapi bukankah sekarang hari libur?” “Aku juga tidak tahu, tapi pada dasarnya perusahaan membuat acara dadakan. Katanya sih untuk menyambut CEO baru perusahaan!” jawab Angel santai. “CEO baru?” tanya Scarlett bingung. Angel menjawab, “Ya, CEO baru. CEO baru itu katanya anak dari pemilik perusahaan. Dia baru saja menyelesaikan pendidikannya di Universitas Harvard di Amerika Serikat. Aku juga mendengar rumor bahwa CEO baru kita ini sangat tampan! Aku benar-benar tidak sabar untuk bertemu langsung dengannya dan membuktikan rumor tersebut.”
9.42.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai tambo minang
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

Kamar yang cukup luas seharusnya berisi ranjang dan lemari. Namun, yang ada malah sebuah meja kecil beralaskan tikar yang terbuat dari anyaman daun pandan. Di atas meja kecil itu terdapat sebuah wadah berupa mangkuk berwarna silver, berisi setumpuk arang yang hancur dan baunya masih menyengat. Di sampingnya terdapat sebuah boneka kecil yang terbuat dari tanah liat.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai tambo minang
Baca
+Pustaka
Godaan si Petani Tampan

Godaan si Petani Tampan

Ditambah dengan matahari yang sangat terik, aku pun jatuh pingsan tak lama kemudian. Aroma maskulin yang familier menyerbak ke hidungku. Aku menggerakkan jari-jariku untuk meraih orang yang hendak pergi itu dan menjilat bibir bawahku yang kering. "Mau lakukan sesuatu yang mendebarkan?" Kami berada di sisi teduh di balik tumpukan jerami yang tinggi. Di sisi lainnya, para anak muda terpelajar dan petani sedang bekerja.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai tambo minang
Baca
+Pustaka
Pesona Bos Tampan

Pesona Bos Tampan

Gelak tawa kembali menggema, tak terdengar terlalu kentara karena tertutup suara musik yang cukup keras. "Tapi kok anak magang ikutan gala dinner?" lanjutnya. "Denger-denger, habis ini mereka bakalan diterima. Kontrak tapi sama kayak kita. Posisi mereka admin biasa wong cuma tamatan SMA." Anto menjelaskan. "Beruntung kalau gitu."
9.311.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai tambo minang
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai tambo minang
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dadakan dengan CEO

Pernikahan Dadakan dengan CEO

Siapa pun yang ingin makan pedas bisa membelinya di luar dan dibungkus untuk dimakan di rumah. “Ternyata Tante berasal dari daerah yang sama sepertiku. Pantas saja, aku merasa lebih mudah akrab degannya,” ujar Bram sedikit terkejut. Tentu saja, bukan hal yang lumrah bagi orang asing seperti dirinya untuk langsung menanyakan asal dari calon ibu mertuanya ketika pertama kali bertemu, sekalipun Bram sudah mengetahuinya lebih dulu. Lana berasal dari sebuah daerah kecil yang berada di Provinsi Gorda. Letaknya cukup jauh dari Mambera. Di sana, tidak ada kereta api kecepatan tinggi maupun bandara. Dia membutuhkan waktu berhari-hari untuk bisa mencapai daerah asalnya dengan mengendarai mobil.
9.55.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130.8K kali sebagai tambo minang
Tampilkan Ulasan (863)
Baca
+Pustaka
Mawar Merah
cerita ini alur ceritanya bagus,aq jg suka,tokoh dalam bacaan Olivea dan Stefen bkn penasaran,tapi sayang tdk biaa langsung baca,hrs beli koin,padahal gk tau caranya bagai manacaranya bisa baca tanpa hrs beli koin,smg apa yg kuhatapkan dikabulkan,jadi bisa baca ceritanya gak terputus bs sampai akhir
Sumarni Wati
ceritanya menarik sekali cuma harus beli koin terus mahal.. saya sudah habis lebih dari 1 juta belum selesai juga novelnya.. alangkah lebih baik jika konsumen dikasih reward yang lebih besar karena sudah setia mengikuti good novel. biar tambah banyak pelanggan setia nya... semangat penulis..good job
Baca Semua Ulasan
Bukan Cinta Buta

Bukan Cinta Buta

“Ya?” “Cepat masuk ke rumah!” “Baiklah.” Tami bergegas meninggalkan tempat tersebut, menyusul suaminya. Melihat keberadaan Mbok Minah, dia mengangguk sebagai bentuk sapaan kecil. “Halo, Bu. Saya Tami.” “Saya sudah dengar soal Mbak Tami dari Ibu,” kata Mbok Manti. “Perkenalkan, saya Manti, pembantu di rumah ini. Kalau Mbak Tami butuh apa-apa, silakan beri tahu saya.”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai tambo minang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status