MALAM GILA DI RANJANG MERTUA
"Saya tidak lari, Tuan. Saya hanya kembali ke kehidupan saya yang seharusnya. Kehidupan orang biasa."
Tan Sri tertawa getir, sebuah tawa yang terdengar sangat menyakitkan. Ia berdiri dari kursinya, berjalan perlahan mengitari meja hingga berhenti tepat di samping Rama. "Orang biasa? Kamu pikir darah yang mengalir di tubuhmu itu milik orang biasa, Rama?"
Rama tercekat. Jantungnya berdegup kencang hingga telinganya berdenging.