Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Rahasia Malam Itu

Rahasia Malam Itu

Ia duduk bersandar, dengan pikiran menerawang. Kepalanya menengadah. Dua jemari menekan pangkal hidungnya—adegan yang tidak pernah ia lakukan kecuali ketika pikirannya berantakan. “Kalau dia balik cuma setengah-setengah… gue usir.” Monolog Bram seorang diri. Ucapan sendiri itu terngiang lagi. Kalimat yang keluar dari mulutnya dengan ketenangan tadi… kini terasa seperti duri di tenggorokan.
101.8K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 39 veces como teks monolog tentang diri sendiri
Leer
+Biblioteca
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

pasti. Proyeksi Diri Kosong itu mulai "bernyanyi" kembali—bukan dengan nada, tetapi dengan struktur. Ia memancarkan teorema matematika yang sempurna, bukti-bukti yang tak terbantahkan, kebenaran-kebenaran logis yang tertutup rapat. Ini bukan komunikasi; ini adalah monolog mutlak. Teorema Keabadian tampaknya hanya mengonfirmasi keberadaannya sendiri, memproyeksikan kebenaran dirinya ke dalam cermin yang disediakan.
101.3K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 37 veces como teks monolog tentang diri sendiri
Leer
+Biblioteca
Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Aku pulang ke rumah dan minta bantuan Kakak untuk bicara pada guru. [Dia malah bilang dengan kesal, "Kamu urus sendiri masalahmu. Kalau ada masalah, lebih banyak introspeksi diri. Kenapa mereka hanya menargetkanmu dan bukannya orang lain? Lagi pula, kamu juga nggak dirugikan, kamu juga selalu menargetkan Sanny saat di rumah." ] [ Tapi, aku nggak pernah memusuhi Kak Sanny, dia yang selalu menjebakku. Aku nggak pernah memaki, mendorong, ataupun menindasnya, tapi mereka semua nggak percaya padaku .... ]
4.9K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 140 veces como teks monolog tentang diri sendiri
Leer
+Biblioteca
Bukan Mauku Menjomlo

Bukan Mauku Menjomlo

Sementara Dokter Karina kembali pada si kembar yang mau membuat Daddy mereka kewalahan. Kini, hanya tinggal aku sendiri di ruangan ini. Menatap pantulan diri di dalam cermin yang masih membuat aku pangling. "Ternyata, gue cakep juga kalau di make up begini?" gumamku bermonolog. Mengagumi kesempurnaan yang telah Tuhan limpahkan padaku. "Kek Aisyah di film ayat-ayat cinta season pertama gak, sih?" Aku masih bermonolog dengan kepercayaan luar biasa.
9.8127.3K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 3.6K veces como teks monolog tentang diri sendiri
Show Reviews (34)
Leer
+Biblioteca
D_Van
Astaganaga dragon ,maaf Amih padahaL dah dikasih Warning kaLo manggiL jan ada EmbeL Kak,mak,ibu,ama Teteh cukup Amih aja yg artinya Ibu,karena bakaLan Aneh kaLo ada EmbeL2 Kak di samping Amih. dek uLasanQ sebeLumnya MaLah Lupa intinya Cerita Amih LiLis g ada Yg mengecewakan,,KEREN semua (´∀`)♡
poulina naisangi
karakter ceritanya konyol, dimana karakter hasminya itu gamau di ghosting tapi tingkat kepekaannya lebih rendah dari dokter karina yg kadar kepekaannya rendah, setiap baca slalu dibikin ketawa guling" dan slalu menanti cerita season 2 nya ...
Read All Reviews
Cinta dari Perempuan Berwujud Iblis

Cinta dari Perempuan Berwujud Iblis

Kaliya memperhatikannya dan mencibir tak suka. “Menjadi manusia sangat menyusahkan. Mereka kotor, dan harus membersihkan diri. Tapi kemudian mereka kotor lagi, dan harus membersihkan diri lagi. Untungnya aku adalah seorang iblis,” monolognya. TUK TUK TUK.
109.0K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 269 veces como teks monolog tentang diri sendiri
Leer
+Biblioteca
Kesendirian

Kesendirian

Lama juga menunggu pukul 04:00 sore, aku rebahan dulu sambil menulis juga mendengarkan musik. Ternyata ada manfaatnya saat kita menulis yaitu : menuangkan segala perasaan yang kita rasakan tentang apapun itu kedalam bentuk tulisan, kita menjadi lebih baik dari hari-hari yang kita jalani dan saat menulis kita mengungkapkan perasaan itu, hanya kita yang tahu saat kita membaca cerita yang kita tuliskan, sering kita tersenyum sendiri, dan saat menulis kita sedang berkaca juga berbicara dengan diri sendiri, percayalah diri kamu itu sangat berharga. Maka jangan pernah mengeluh akan hidup. Kamu harus bersyukur setiap saat akan berkat yang sudah Tuhan berikan. *****
102.2K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 89 veces como teks monolog tentang diri sendiri
Leer
+Biblioteca
SUPERCUT

SUPERCUT

Lirikan matanya menyapu ruangan, mencari-cari susunan kata yang cocok dijadikan balasan; bisa membuat konversasi bertahan lebih panjang. From: Leon Tak usah cemburu Bocah From: Lehnserr ????? you're nothiiiinggggggggg for fuck's sake also kita hanya selisih 5 tahun kau masih bocah saat aku juga bocah “Oh, shes’ upset.” Celetuk Alex, menggantung senyum dari bibir ranum. Kebiasaan bermonolog itu ia miliki sejak kecil. Asal mula dari kesukaan menulis lirik serta sajak yang kelak menjadi bagian dari kehidupan utamanya.
3.8K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 101 veces como teks monolog tentang diri sendiri
Leer
+Biblioteca
Takdir Yang Membawamu

Takdir Yang Membawamu

Aku pun hanya bisa mendengkus pelan. "Mau apa lagi dia sekarang," batinku kesal. "Apa kamu pikir, hanya kamu saja yang bisa begitu?" Aku kembali bermonolog. Aku hanya duduk di ranjang dan mendiamkannya begitu saja tanpa ingin membukakan pintu. "Tok tok tok" namun sesaat kemudian, ketika pintu itu terdengar lagi.
106.2K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 161 veces como teks monolog tentang diri sendiri
Leer
+Biblioteca
Terjerat Gairah Arjuna

Terjerat Gairah Arjuna

"Do you guys have any other colors you want me to put in?" "Pink?" "Okay, I already put in orange and green, so... pink? Okay." Itu adalah monolog si keturunan Apollo ketika melakukan temu sapa dengan para penggemarnya. Sebuah siaran tunggal yang dilakukan lintas dunia maya. Lelaki Asia yang fasih berbahasa Inggris itu sendirian, dua belas rekannya mungkin jadi sedang memenuhi jadwal yang entah seperti apa sibuknya.
109.4K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 366 veces como teks monolog tentang diri sendiri
Leer
+Biblioteca
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Pundakku terasa makin sakit, namun aku terus berusaha menggenggam tangan Tedi sekuat tenaga. Ku pandang dalam-dalam mata Tedi, mencoba menjangkau pikiran dan hatinya. “Hidup ini keras, Tedi. Tapi itu bukan alasan untuk menyerah. Jangan pernah berharap orang lain menjadi pahlawan bagimu. Jadilah pahlawan untuk dirimu sendiri! Hanya kau yang bisa mengubah hidupmu!” Aku tiba-tiba jadi seorang motivator yang sedang menyemangati hidup orang lain. Padahal entah nasihat itu masuk dalam diriku sendiri atau tidak.
1.3K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 33 veces como teks monolog tentang diri sendiri
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
5678910
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status