Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Malam Itu

Setelah Malam Itu

Rowena sedikit merendahkan suaranya, namun tidak dengan keangkuhan dan kebenciannya. “Karena aku tidak sama seperti kalian. Karena aku tahu bagaimana rasa sakit dan kesepian.” Rebecca menyambut tenang dan perkataannya kali itu mampu menembus ke akal Rowena. Rowena terlihat jelas tidak mampu berkata-kata, bibirnya hanya berkedut gelisah di tengah emosi yang berkecamuk. Bahkan ketika Rebecca membawa Nelson pergi dari sana, Rowena masih sibuk dengan perasaan benci dan sedih yang bercampur menjadi sedih.
9.8263.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai teks renungan malam paling sedih
Baca
+Pustaka
Head Over Heels

Head Over Heels

Mbok Irma meremas punggung tangan gadis itu dengan perasaan gulana. "Anak itu mungkin benar-benar sudah hancur dan tak tertolong." Rena makin mendekap erat tubuhnya bersamaan dengan ingatan sore kemarin teramat membekas di benaknya. Bola mata coklat madu itu kini berlabuh pada penangkal mimpi yang tergantung di atas kepalanya. "Apa mimpi buruk kamu malam itu juga bagian dari kenangan menyakitkan di masa lalu?" monolog Rena pada keheningan.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai teks renungan malam paling sedih
Baca
+Pustaka
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Rentina tidak mau permasalahan ini semakin rumit, ia pun memutuskan untuk kembali. Setiap malam dingin, ia sendiri menautkan diri di depan jendela besar. Ia menangis sepanjang malam dan selalu bertanya akan kemanakah Tuhan membawa takdirnya? Rentina mengutuk dirinya yang begitu lemah.
1047.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai teks renungan malam paling sedih
Baca
+Pustaka
Surat Dari Venus

Surat Dari Venus

Kemudian ia membukanya dan bersiap dengan pulpen di tangannya. Greetings from Ran di 30 April 2022 Terkadang kesedihan yang mendalam, bisa membuat kita merindukan hal-hal yang hilang diluar dari kesedihan itu. Orang-orang yang pernah ada dalam hidupku, dan sekarang ada. Kesepian dan kekosongan itulah yang mencarinya. Ran menghembuskan napasnya, setelah membaca ulang setiap baris kalimat yang ia tulis itu.
9.95.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai teks renungan malam paling sedih
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Harus Dimiliki

Cinta Yang Harus Dimiliki

ucap Reyhan sedikit meledek. "Entahlah, tapi saputangan ini pernah membuat aku bisa merasakan bagaimana rasanya di perdulikan, kasih sayang yang tulus dan juga..., kehilangan. Aku ingin membuangnya, membuang kenangan pahit di dalamnya tapi Terlalu banyak kenangan manis yang sayang untuk di buang begitu saja," jelas Keyren. "Kok aku jadi curhat sih," ucap Keyren kembali sambil terkekeh. "Tidak apa-apa, aku justru senang kamu mau bercerita denganku," ucap Reyhan, "oh ya Key, kenapa kamu malam-malam jalan sendirian di luar, kamu dari mana?" tanya Reyhan.
9.83.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai teks renungan malam paling sedih
Baca
+Pustaka
Ta'aruf Rahasia Sang CEO

Ta'aruf Rahasia Sang CEO

Kehilangan seluruh akses sistem pusat dan hilangnya fail pembanding dari Hendra membuat ruang gerak mereka terkunci rapat. Reyhan duduk bersila di atas sajadah setelah menyelesaikan salat malamnya, sementara Malikha masih tertunduk khusyuk di saf belakang. Keheningan di antara mereka bukanlah keheningan yang dingin karena benci, melainkan keheningan yang sarat akan beban rasa bersalah dan kesedihan yang mendalam.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai teks renungan malam paling sedih
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

tanya pak Darwin. Bu Delia menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan. Dengan tenang, iya mulai mengungkapkan apa yang sebenarnya membuat dirinya melamun tadi. "Pah, Risa pernah gak sih cerita sesuatu sama papa?" "Sesuatu apa mah?"tanyanya lalu menyendok nasi ke mulutnya. "Mengenai nenek tua yang mengganggunya tiap tengah malam."ucap Bu Delia
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai teks renungan malam paling sedih
Baca
+Pustaka
Suami Berkhianat, Aku Minggat (wanita pilihan)

Suami Berkhianat, Aku Minggat (wanita pilihan)

gumanku, tes sebutir air mata penyesalan lolos tanpa mampu kucegah. "Tuhan, berilah aku kesempatan bersamanya, membingkai bahagia yang pernah kami impikan dahulu," teriakku dalam hati, batinku tak bisa lagi menolak penyesalan ini. "Ren, aku masih mencintaimu, bahkan sangat amat mencintaimu." Ku save sebuah foto candid Renata yang membelakangi kamera dengan background sunset yang indah, ku jadikan wallpaper ponselku, biarlah cintaku, ku ungkapan pada gambar itu saja.
9.9102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai teks renungan malam paling sedih
Baca
+Pustaka
GGAP 2 : MR. NOBODY

GGAP 2 : MR. NOBODY

Sampai ketika energinya mulai terasa melemah, itu adalah tanda kalau waktunya di dunia ini sudah hampir berakhir. Hal itulah yang menjadi kesedihan dan penyesalan terbesar Renata, ia tidak dapat menghibur Awan ataupun mengucapkan kalimat perpisahan untuk pria yang sangat dicintainya itu. Dalam isak kesedihannya, Renata berkata, "Aku sudah memanggilnya berulang kali. Tapi... Awan hanya diam. Dia- dia tampak sangat hancur. Aku sungguh tidak sanggup melihatnya seperti itu."
9.9676.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.4K kali sebagai teks renungan malam paling sedih
Tampilkan Ulasan (188)
Baca
+Pustaka
Dede Permana
Om thor berhubung lama nih di approve nya. Update di GGAP 2 aja. Kesel nih ga ada bacaan berkualitas. Lemot amat admin goodnovel nya. Novel sekuel kok harus di review lagi. Padahal langsung aja approve. Wong sudah ada 2 novel sebelumnya yg laris manis ......
Dede Permana
Ini bagaimana sih admin goodnovel, kalo cerita yg masih berlanjut kemudian ganti buku. Kayaknya ga usah lama nunggu persetujuan. Wong 2 buku sebelumnya laris manis. Cepetan ya. Udah ga sabar nih baca Ggap 3 The Last
Baca Semua Ulasan
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

“Maafkan aku,” Yu Silan membungkuk tepat di depan wajah Saena, sementara Saena yang tadinya sedih dan suah meneteskan air mata segera menjauhkan wajahnya ke belakang. “Jangan menipuku dengan air mata, ini cara amatir dan tidak berguna.” Ucapnya dengan ekspresi datar. “Wah, waah! Keterlaluan sekali! Aku sungguh-sungguh sedang bersedih!” Kini Saena tidak bisa menahan semua perasaannya lagi. Toh semua tentangnya sudah diketahui oleh Yu Silan.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai teks renungan malam paling sedih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status