Pembantu Rasa Nyonya
Karenanya, aku bertekad untuk cepat pulih, dan langkah pertama adalah makan.
“Ma! Ini yang mancing Amel, lo. Trus itu juga yang petik sayurnya juga Amel.” Suara Amel menyambutku yang baru keluar dari kamar.
Dia menunjuk makanan yang tersaji di meja makan. Ada gurami pesmol, tumis pucuk labu, dan urap sayur. Ada juga di piring satunya, tempe goreng dan tahu bacem. Semuanya kesukaanku. Entah kenapa, rasa tempe di kampung berbeda dengan tempe di kota. Bahkan, cabe kampungpun lebih segar. Apa ini hanya perasaanku saja, ya?