Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pengantin Titipan

Pengantin Titipan

lanjutku sembari menunjuk ke arah leherku. Bang Aldin menggaruk kepalanya, walau aku tahu, bukan karena gatal. Hihihii .... "Lanjut ke huruf ba ...," ujarku sambil menulis dengan spidol di white board milik Ivan. Kedua orang ayah dan anak itu menyimak. "Ba ini, cara melafazkannya ... bibir ketemu bibir," kataku menjelaskan. Alis Bang Aldin bertaut. "Apa, Mil?" tanyanya sambil menarik kedua ujung bibirnya, "bibir ketemu bibir, ya?"
9.621.8K viewsCompletedAdded to Library 522 Times as tertelan lidah
Read
+Library
STRANDED (TERDAMPAR)

STRANDED (TERDAMPAR)

Ternyata di sana ada taringnya, panjang pula. Tak pelak lagi, napas Wendra mendesah panjang. Kedua bola matanya terpelotot tajam. Mulut ternganga bulat. Lidah Wendra mencibir keluar. Wajahnya menjorok ke depan. Sesaat Wendra tampak bego mirip orang sakit ayan. Jantung Wendra mencak-mencak. Sontak dia berteriak. “Baaah! Set... set... setaaaaaaaaaan...! Setaaaaaaaaaan...! Lihat itu ada setan...!” teriak Wendra terbata-bata. Suaranya melengking tinggi hingga membahana ke angkasa sana.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as tertelan lidah
Read
+Library
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

gerutuku “Ya tuhaaan,maafkan aku jika belum bisa jadi istri yang baik..tapi aku kesaaaaaal “kataku kemudian sedikit berteriak menengadahkan kepala ke atas berbicara dengan sang pemilik hidup. “Rooom service “ teriak seseorang dibalik pintu. “Ooowh ya ampuuun ..”gerutuku malas melangkah ke pintu,sudah kesekian kalinya tamu yang mengetuk pintu kamarku adalah pelayan kamar. “Apalagi kali ini “ kataku malas “Tok..tok..tok...room service “katanya lagi “Sebentar..”jawabku bersiap memastikan pakaianku normal dan tertutup rapat.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as tertelan lidah
Read
+Library
INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

*Bzzzt… Bzzzt…. Ponsel Tendi bergetar. Nama 'Bu Lurah Hesty' berkedip di layar. Tendi menatap pria di depannya, yang hanya memberikan isyarat dagu yang dingin—sebuah perintah bisu untuk mengangkat telepon itu sesuai skenario. Tendi menelan ludah, menekan tombol hijau, lalu menempelkannya ke telinga dengan suara yang dibuat se-natural mungkin. "Halo, Assalamualaikum, Bu Lurah."
103.4K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as tertelan lidah
Read
+Library
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Lama berselancar, setelah ketemu langsung ditunjukkan pada beberapa pria di sekitar. “Ini namanya manometer, di sebelahnya ada speedometer.” Ucapan Deryn yang rumit dan sulit dimengerti membuat mereka semua melongo. Bahkan ada yang mengorek telinga, berharap suaminya mengulang. “Mano—mano apa?” tanya Sia, kemudian menatap Nino. Sedang Nino hanya mengedikan bahu. “Saya baru lulus, Pak. Hanya mengerti logaritma dan gramar.”
102.9K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as tertelan lidah
Read
+Library
Mate Terlarang Sang Alpha

Mate Terlarang Sang Alpha

Tetua Dewan yang lain telah menunggu dan wajah mereka yang keriput tampak seperti tengkorak di bawah cahaya obor biru. Tetua Sheltra melangkah maju, lalu menekan ibu jarinya yang dingin ke dahi Lunara. Ia mulai merapalkan mantra dalam bahasa serigala purba yang terdengar seperti gesekan pisau di atas logam. ​"Aku memerintahkan pikiranmu untuk hancur!" teriak Sheltra.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as tertelan lidah
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

“Setiap napas terasa berbeda.” Tirta, yang biasanya penuh canda, kini lebih banyak diam. Ia memegang tali tasnya erat-erat, sesekali menatap ke belakang seolah takut jalur yang baru mereka lalui akan menghilang. “Tak kusangka jalur menuju nada terakhir seperti ini,” gumamnya. “Aku kira hanya tanjakan biasa, bukan… perbatasan langit.”
1.9K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as tertelan lidah
Read
+Library
The Arc: Elenio

The Arc: Elenio

tanyanya pada Nero, setelah beberapa detik berlalu. "Bicara saja." Lanaya ragu, lalu ia mengangguk. "Ini Lanaya." Nero tidak tahu apa yang Jo katakan. Tetapi Lanaya berulang kali mengatakan 'bukan' sembari menggeleng. Sesekali dia menutup mulutnya dan tertawa. Saat telepon berakhir dan ponsel kembali ke tangan Nero, Lanaya berkata, "Hah ... kalian semua, teman-teman Hazkiel ... benar-benar ...."
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 302 Times as tertelan lidah
Read
+Library
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Tapi kata-katanya terdengar lebih seperti doa daripada kepastian. Dari tengah rantai yang membelit tubuh Kelabang Tertua, muncullah lidah panjang bercabang, bukan untuk melukai, melainkan meraba-raba udara. Lidah itu mengeluarkan suara berdesis, dan tiba-tiba Ilham merasakan pikirannya terkoyak—kenangan tentang pertemuan pertama mereka dengan Lelana, tentang tawa singkat mereka saat pertama kali menjinakkan ayam roh—semuanya ditarik keluar, dihisap oleh lidah itu.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as tertelan lidah
Read
+Library
Pesona Perawat Papa

Pesona Perawat Papa

Memainkan lidahnya di liang milik Lana. "Oohh ah Joko enak banget Jok!" Lana mengerang sambil meremas seprei dan menekan kepala Joko supaya lebih dalam memberikan jilatannya. "Sshhh Joko ahhh teruss Joko enakk aku mau keluar Joko lebi dalam lagii!" Lana mengerang makin kencang saat melakukan pelepasannya. "Oke Joko, enak banget permainan lidah kamu. Kapan kapan kalo saya minta lagi kamu ga keberatan kan?"
1063.9K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as tertelan lidah
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status