KEMBALINYA SANG RATU
Di atas meja, secangkir teh ginseng mengepul, dan di tangan Lintang, sebuah amplop bersegel merah dengan lambang bunga sakura—dikirim dari Kyoto.
Jantungnya berdegup tenang, tapi dalam, seperti genderang yang ditabuh pelan di tengah upacara suci. Ia membuka surat itu perlahan, seolah tiap huruf adalah doa yang menyentuh cakrawala batin. Di dalamnya tertulis:
“Saudari Lintang yang kami hormati,