Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

Dalam hati, Fjola berdoa supaya tanda yang diukir Arnor bukan simbol kekuatannya. Gadis itu pernah memerhatikan sebuah trik sihir dulu. Waktu itu ia masih remaja. Ia menonton sebuah pertunjukan pada sebuah karnaval. Pada pertunjukan itu ia menyaksikan seorang penampil memanggil salah satu penonton. Penonton itu disuruh memilih sebuah benda lalu menyembunyikannya ke dalam kantung. Dan, si penampil menebak benda itu. Dari sekian banyak benda, penonton itu memilih pematik api.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai tokoh cerpen tarian pena
Baca
+Pustaka
Wina Gadis Penari

Wina Gadis Penari

"Terus bagaimana dengan Tegar? Dia sudah nggak mau sama siapa-siapa lagi sekarang. Bahkan sama kamu saja dia suka marah. Kalau kamu di rumah sendirian sama mereka, malah kuwalahan ngurus dia. Belum kalau Rio dan Rena bertengkar atau rewel. Sudahlah, kita di rumah saja. Kalau tujuh harinya Pakdemu, baru kita ke sana sama-sama." Wina pun mengangguk pelan, ikut duduk sambil menuang teh hangat yang sudah tersedia. Menyesapnya perlahan, menghirup aroma melatinya. Harum melati ... mengingatnya pada seseorang di masa sekolahnya. Evi Maharani, guru tarinya, yang sangat suka dengan bunga warna putih ini. "Bu, apa aku boleh ikut menari lagi?" tanya Wina dengan hati-hati.
102.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai tokoh cerpen tarian pena
Baca
+Pustaka
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Dan perasaan itu terasa aneh. Di tengah alun-alun, sebuah panggung megah berdiri, dihiasi gebyok ukiran dan kelir raksasa sebagai latar belakang. Pertunjukan musik baru saja selesai, dan kini giliran sebuah sanggar tari membawakan Tari Golek Menak. Para penari bergerak dengan gemulai, kostum mereka berkilauan di bawah lampu panggung. “Lihat,” kata Kirana sambil menunjuk ke arah panggung. “Ini juga panggung, Raka. Tapi yang ini untuk menghibur, untuk merayakan kehidupan. Bukan untuk membunuh.”
840 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai tokoh cerpen tarian pena
Baca
+Pustaka
Baginda, Tuan Putri Merayumu

Baginda, Tuan Putri Merayumu

Ia teringat bayangan tarian kacau milik Yasmina di paviliunnya sebelum pesta penyambutan tempo hari. “Tapi ia akhirnya bisa menarikan tarian itu dengan sempurna. Kalau dia bukan Yasmina tarian itu tidak mungkin seindah itu.” Erion menggelengkan kepalanya sedikit bingung dengan hal itu. Karena penari senior pun tidak dapat menyamai kemampuan Yasmina dalam menarikan sqiperia, tatapan mata saat menari itu benar-benar milik Yasmina. Erion menuliskan poin terakhir dengan huruf yang lebih besar. Ia meletakkan penanya dan menatap tinta yang masih basah dengan pandangan predator.
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 699 kali sebagai tokoh cerpen tarian pena
Baca
+Pustaka
Kecanduan Ciumanmu

Kecanduan Ciumanmu

'Kenzo memang luar biasa,' batin Leeray. Pukul 19.00 pertunjukan teater kabuki dimulai, masing-masing bagian pertunjukannya sungguh menarik. Ada tarian, nyanyian, dan drama teater yang dapat dibaca terjemahannya di layar monitor alat penerjemah dialog tokoh-tokohnya. "Apa kau suka dengan pertunjukannya, Midori?" tanya Kenzo di antara perpindahan pertunjukan.
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 832 kali sebagai tokoh cerpen tarian pena
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
agneslovely2014
Hai Kakak Kakak Pembaca novel Suami Kontrak, sekuel season 2 buku ini sudah rilis hingga tamat lho dan itu exclusive di GN. Kebetulan novel itu menang lomba Cerita Cinta di Kantor juga, mungkin kalian penasaran untuk membacanya juga. Thank you ... love you all
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Seolah ia sudah menebak apa yang akan dibicarakan. “Kowe kabeh… ana sing arep diomongke?” tanya Pak Seno pelan. Aruna bangkit dan menunduk hormat. “Iya, Pak. Ada.” Ia menarik napas panjang, lalu menceritakan semuanya tentang latihan tari yang terasa bukan sekadar latihan, tentang bayangan perempuan berkebaya, tentang bisikan yang kembali dan kembali. Ia tidak menyebut tusuk konde itu secara gamblang, tapi ketika ceritanya sampai pada bagian Embun sering dipanggil dalam gelap, Bu Seno terdiam lama.
939 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai tokoh cerpen tarian pena
Baca
+Pustaka
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

tegas Kakek dengan kesal, aku menautkan kedua alis mataku kebingungan, apa maksud perkataan Kakek yang berkata kalau Nenek Uban itu bukan Manusia? “Bukan manusia gimana Kek? Jelas-jelas Sarah melihatnya, dia itu yang di luar sana berdiri di depan pintu rumah, seorang Nenek memakai tongkat…” terangku, namun Kakek tak membiarkan aku melanjutkan perkataan. “Hanya kamu yang bisa melihatnya Sarah,” potong Kakek. Aku semakin tidak mengerti dengan maksud ucapan Kakek dan Kakek pun saat itu menyadarinya kalau aku yang masih berumur delapan tahun, tidak mengerti tentang makhluk halus yang dia coba jelaskan.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai tokoh cerpen tarian pena
Baca
+Pustaka
Kinara Setengah Manusia Setengah Burung

Kinara Setengah Manusia Setengah Burung

tanya Bunga Abadi. “Aku merasa begitu terkesan. Tariannya bagus sekali. Alunan musiknya mampu menggetarkan hati,” jawaban Kinara terdengar gembira. “Tahukah kau Kinara? Itu adalah tarian kesetiaan yang harus kau lakukan bersama dengan Kinari. Ada baiknya kau hafal setiap detail gerakannya,” kata Bunga Abadi sambil tersenyum.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai tokoh cerpen tarian pena
Baca
+Pustaka
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

Saat para tamu yang berisikan warga pribumi sedang menyantap hidangan, tiba-tiba sang tuan rumah berdiri di atas panggung. “Ik akan pergi meninggalkan desa Kalimas. Ik akan memberikan hadiah perpisahan berupa sebuah pertunjukan, nikmatilah!” Meneer Jhon turun dari panggung, digantikan oleh seorang penari yang berlenggak-lenggok dengan luwesnya, diiringi musik gamelan, gerakkan tubuhnya menghipnotis semua mata, wajahnya tertutup sebuah selendang berwarna hijau tua, matanya menatap tajam dengan ribuan misteri di dalamnya.
9.750.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tokoh cerpen tarian pena
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Sayang sekali sinar merah itu dapat dirasakan kehadirannya oleh tokoh tua berilmu tinggi itu, sehingga Resi Pakar Pantun cepat balikkan badan dan lepaskan pukulan bersinar hijau. Clapp...! Duarrr...! Ledakan itulah yang didengar Baraka tadi”O. rupanya kau yang menyerangku. Anak manis” kata Resi Pakar Pantun saat berhadapan dengan Raja Tato. ia melanjutkan dengan syair pantun'nya. "Anak sapi bercinta dengan kera. “Selesai bercinta bayar uang sewa. Kalau memang belum puas cedera, boleh jadi kau akan kehilangan nyawa."
1028.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 748 kali sebagai tokoh cerpen tarian pena
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status