Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Sinta merasakan kegelapan mulai mengepung dirinya, namun tetap saja ia bertekad untuk kembali ke dunianya. Di hutan Lambusango, Wa Ode Marinu mulai menyanyikan lagu doa kuno, suaranya lembut namun penuh kekuatan. La Ode Harimau mengikuti, suara baritonnya menggema di antara pepohonan. Asap dupa semakin tebal, membentuk pola-pola yang semakin jelas. Jun Ho, yang masih duduk di depan monitor, tiba-tiba melihat sesuatu yang membuat jantungnya berdebar kencang. Gelombang pada layar mulai bergetar, membentuk pola yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as toreh sembilu lirik
Read
+Library
LEAK

LEAK

om bhur bhuvah svah tat savitur varenyam bhargo devasya dhimahi dhiyo yo naha pra-chodayat om bhur bhuvah svah tat savitur varenyam bhargo devasya dhimahi dhiyo yo naha pra-chodayat Seiring lantunan mantra yang diucapkan oleh Wayan Suri terdengar suara angin semilir berputar dalam ruangan. Aliran angin tersebut berasa sejuk beraroma wangi cendana. Asap putih bersih mengepul dari sekujur tubuh Ni Kesumasari lalu rata menyelimuti setiap bagian tubuh.
9.916.8K viewsCompletedAdded to Library 336 Times as toreh sembilu lirik
Read
+Library
Maafkan Aku yang Telah Jatuh Cinta

Maafkan Aku yang Telah Jatuh Cinta

Membuat keduanya terkesiap, dan menoleh ke arah sumber suara itu. Ternyata, Leo. Dia mendekat, dengan bibir bergerak, menyuarakan lirik yang tepat, sesuai alunan musik Camelia. Hingga masih bisa kurangkul kalian Sosok yang mengaliri cawaran hidupku Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu Oh jingga Hingga masih bisa kujangkau cahaya Senyum yang menyalakan hasrat diriku
4.4K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as toreh sembilu lirik
Read
+Library
Hasrat sang Konsultan Idaman

Hasrat sang Konsultan Idaman

Jlegarrsshk. Seberkas halilintar keemasaan membersit ke bumi, dan menyambar tangan kanan Bimo yang terangkat ke arah langit. Nampak percikkan lidah petir menyelubungi tangan Bimo, yang pancarkan kilau keemasan. "Tobat..! A-aji Guntur Kencana..!"...
9.157.2K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as toreh sembilu lirik
Read
+Library
Kubawa Benihmu Saat Kau Menalakku

Kubawa Benihmu Saat Kau Menalakku

Tuuuttt Panggilan terputus. Sial, sial, sial! Rutuk Herlan frustrasi. Kenapa perempuan jadi-jadian itu yang ke sekian kalinya menjadi malaikat penolong Icha? Arrrggghhh Prang, prang! Herlan membanting apa saja yang ada di hadapannya. Dia benar-benar putus asa. Masalah menjadi semakin rumit dengan kehadiran Josh. Awalnya, dia bermaksud meminta maaf pada Icha, membujuknya kembali agar tidak meminta cerai. Namun sial, Josh telanjur mengetahui. Walaupun Icha akan bungkam mengenai masalahnya dengan Herlan, Josh bukanlah tipe orang yang akan tinggal diam jika ada sesuatu yang belum ia dapatkan informasinya tentang Icha.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as toreh sembilu lirik
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Ia menulis pelan: “Kami bukan keluarga sempurna, tapi kami belajar dari setiap luka. Kami pernah jatuh, tapi kami saling menggenggam untuk berdiri lagi. Dan selama masih ada cahaya kecil ini, kami akan terus berjalan bersama.” Di kamar sebelah, Dion sedang memandangi foto keluarga mereka di meja. Ia menatap wajah Dina dan Dinda dalam bingkai itu, lalu berbisik pelan, “Terima kasih, Tuhan… karena aku masih punya rumah yang mau menungguku pulang.”
825 viewsCompletedAdded to Library 29 Times as toreh sembilu lirik
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Dari dalam tanah, maksudmu?” Arjuna menatap hutan yang sunyi. “Dari dalam waktu!” Tidak lama, Ki Sembada datang membawa segenggam daun kering. Ia menaburkannya di atas jejak itu sambil bergumam seperti membaca mantra tua: “Nagara anu tilem, ulah hudang lamun nu jaga can tangtu.” (Negeri yang tertidur, jangan bangun bila penjaganya belum pasti.)
101.5K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as toreh sembilu lirik
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

Cahaya kuning kehijauan dari menhir di belakang kini berpindah ke simbol-simbol itu, membuatnya berdenyut pelan seperti nadi. Ayu melangkah paling depan. Matanya menatap relief yang menggambarkan sosok manusia dan makhluk langit berpegangan tangan, diapit gelombang nada yang naik turun. “Ini bukan hanya cerita. Ini panduan,” katanya pelan. “Nada ketujuh bukan sekadar lagu, tapi kesepakatan baru yang harus kita hidupkan.” Tirta mengikuti di belakangnya, jemarinya menyentuh ukiran yang terasa hangat, bukan dingin batu biasa. “Seolah mereka semua masih di sini. Menunggu.”
1.9K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as toreh sembilu lirik
Read
+Library
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Di tengahnya berdiri sebuah batu menhir, penuh lumut, dengan ukiran kuno yang tak bisa dibaca manusia biasa. Ki Harjo duduk bersila di depan menhir itu. “Segel ini bukan hanya penutup. Ia juga gerbang.” Tiba-tiba angin berhenti. Udara membeku. Reza merasa tubuhnya berat, seolah tanah menariknya untuk sujud. Dari balik akar pohon, muncul kabut tipis. Suara lolongan serigala menggema, lalu diikuti dengan suara geraman rendah… seperti suara napas makhluk besar yang tersembunyi.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as toreh sembilu lirik
Read
+Library
Gelora Hati Yang Terbakar

Gelora Hati Yang Terbakar

lanjut Trevor menjelaskan. Alana kali ini menelan salivanya susah payah mendengar jawaban lanjutan asisten pribadi Arnold itu. ‘Menghangatkan Ranjang’, dua kata yang membuatnya sedikit merinding, dan sialnya terbayang oleh kejadian malam panasnya dengan Arnold. Perkataan Trevor itu seperti minyak panas yang semakin membakar bara api dalam dadanya. Semakin panas, tetapi bukan panas cemburu, melainkan rasa campur aduk yang sulit untuk dijelaskan.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as toreh sembilu lirik
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status