Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Miracle is You

The Miracle is You

sun10uni
Deril mencari di setiap ruangan, mulai dari kelas 1 hingga kelas 3, di ruang praktek dan ruang latihan drama, namun gadis itu tidak ada disana. terakhir pemuda itu menemukannya di ruang loker. Hana masih terlihat serius mengecek isi lokernya sebelum pulang. Deril sangat senang dan segera mendekatinya. “Hay…!” ucap Deril sambil berjalan mendekati Hana Tanpa melihatnya Hana sudah tahu bahwa seorang yang sedang menyapanya adalah Deril. Hana mencium aroma parfum bercampur keringatnya yang masih sama sejak setahun lalu. Tentu itu adalah parfum mahal yang dia beli di toko-toko berkelas. “Hay … Deril Batara Sandrian,” jawab Hana. Gadis itu tahu betul bahwa seorang brandal seperti Deril tidak mungkin menemuinya tanpa maksud. “Sepertinya ada urusan yang sangat penting hingga anda menyempatkan diri menemuiku.” Tanya Hana langsung pada pokok permasalahan. “Ehmmm…aku tahu ini memang konyol. Tapi aku membuthkan bantuanmu” ucap Deril sedikit ragu “Great..!” Hana tersenyum bangga saat Deril mengucapkan permintaan tolong padanya. “Ya..apa kita bisa latihan drama bersama setelah pulang sekolah?, aku tidak yakin untuk memintamu, namun aku ingin pementasan nanti berjalan dengan baik” ucap Deril Hana mengangguk. “Oke…aku akan membantumu. Kita akan latihan bersama dengan satu sayarat” ucap Hana “Oke…No paroblem, sebutkan saja apa yang kamu minta” jawab Dilan penuh percaya diri “Kita akan latihan bersama asal kamu mau berjanji tidak akan jatuh cinta padaku” Hana berucap dengan sangat serius. Deril tersenyum mengolok. “ Never “ jawab Deril cepat. Bagi dirinya tidak mungkin jatuh cinta pada gadis biasa seperti Hana, tentu dia sama sekali bukan tipe Deril. Pemuda itu masih tidak percaya jika Hana seyakin itu.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
Manipulasi Hati CEO

Manipulasi Hati CEO

dear My family untuk ibuku yang sangat cantik dan perfeksionis aku hanya ingin mengatakan obsesi mu kepada kebersihan sangat mengerikan. oh ya, sesekali kau harus mampir ke warung pinggir jalan, mereka memasak untuk pelanggan secara bersamaan. aku sudah mencoba beberapa kali rasanya sangat enak walau kau sebut menjijikkan. maaf tentang anak kesayanganmu yang dikunci dari luar sepertinya dia sedang menikmati coklat dan mengotori mulutnya. ku harap kau tidak marah saat membersihkannya. si paling irit bicara, cuek, tidak peduli pada keluarga yang kau tahu hanya berkerja dan mencari uang. ayah coba lah sesekali buka mulutmu dan bicara sesuatu. aku muak melihatmu hanya diam memperhatikan. untuk kakak laki-lakiku seperti kau harus segera ke psikiater aku takut emosimu semakin menjadi. rasa sayangmu padaku melebihi rasa sayangmu pada istrimu. overprotective mu sangat mengangguku. aku tahu karena itu kakak ipar membenci ku, tapi aku sarankan untuk tidak perlu bolak-balik ke Korea untuk melakukan operasi plastik karena sejauh apapun dokter merubahmu tidak akan menandingi kecantikanku. ku dengar kau akan melakukan inplan payudara, jangan terlalu besar aku takut benda itu pecah ketika di pegang. terakhir kakakku yang bodoh dan polos, aku ingin menyelamatkanmu tapi aku pasti kerepotan jika membawamu. nikmati saja kebersamaanmu dengan keluar problematik itu. jangan mencariku, jangan khawatir padaku, aku tidak akan kembali lagi ke rumah itu. tertanda dari anak kalian yang paling normal nadia Clarisa
421 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
Romantic Purple

Romantic Purple

Rian menjalani tahun terakhir SMA seperti kebanyakan hari-hari sebelumnya: tenang, teratur, dan tanpa keinginan untuk menonjol. Ia dikenal sebagai siswa yang bisa diandalkan, cukup pintar, dan jarang membuat masalah. Di antara hiruk-pikuk sekolah, pertemanan, tugas akhir, dan obrolan tentang masa depan, Rian selalu merasa aman berada di jarak yang tidak terlalu dekat dengan siapa pun. Sampai suatu sore, di depan warung langganan tempat ia biasa singgah, ia melihat seorang siswi berjalan sendirian. Tidak ada yang istimewa. Hanya langkah yang tenang, wajah yang biasa saja, dan sikap yang seolah tidak peduli pada dunia di sekitarnya. Namun sejak saat itu, ritme hidup Rian mulai berubah oleh hal-hal kecil yang tak bisa ia jelaskan. Namanya Lidya. Lidya bukan tipe gadis yang mudah didekati. Ia pendiam, menjaga jarak, dan tampak hidup di dunianya sendiri. Semakin sering Rian melihatnya di lorong sekolah, perpustakaan, atau jalan pulang, semakin ia sadar bahwa perasaan yang tumbuh bukan sekadar rasa penasaran. Di tengah candaan teman-teman, kesibukan buku kenangan kelulusan, sore-sore di Warzam, dan hari-hari terakhir masa sekolah, Rian perlahan dipaksa menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: membuka diri. Namun mendekat pada seseorang tak pernah sesederhana berjalan ke arahnya. Tentang gengsi, keberanian, jarak yang tak terlihat, dan cinta pertama yang tumbuh pelan-pelan, Romantic Purple adalah kisah manis dan hangat tentang masa SMA-tentang seseorang yang datang tanpa rencana, lalu mengubah hari-hari biasa menjadi sulit dilupakan.
162 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
Nala dan Mas Juragan

Nala dan Mas Juragan

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras—ibu Nala—yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.
10586 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status