Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengejar Cinta Ustaz Tampan

Mengejar Cinta Ustaz Tampan

Ruang obrolan pertama yang dibuka adalah grup Remponger5. “Pagi-pagi udah rame aja mereka.” Dian tersenyum semangat membuka chat yang belum dibaca. Mata hitam bulatnya berkedip pelan ketika membaca pesan dari Raline. Rara Kambing: Guys, weekend ketemuan yuk! Gue pulang ke Jakarta besok. Kangen!!! “Si Kambing pulang ke Jakarta?!” serunya tak percaya. “Kangen gue sama lo, Mbing.” Dian bermonolog sembari senyam-senyum sendiri.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
Istriku Teman Anakku

Istriku Teman Anakku

tegur seorang penjaga vila mewah ini, sambil mendekati Dilan. “Jualan gorengan Om, mau Om, enak loh, bikinan mamaku!” Dilan tanpa malu-malu tawarkan jualannya. Penjaga ini lalu ambil satu dan matanya merem melek menikmati gorengan ini. Tak lama datang dua rekannya dan ketiganya lalu mengerubuti jualan Dilan dan makan sepuasnya. Kali ini Dilan tak takut tak di bayar, seorang sekuriti keluarkan uang 50 ribu dan meletakannya di dekat jualan Dilan, hingga bocil ini sumringah.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 862 kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Dan terlihat kini, pakaian Mbah Walang terlihat kotor dengan bercak-bercak darah yang dia keluarkan. Mbah Walang hanya bisa menggelengkan kepala. Dia tidak menyangka, banaspati kirimannya akan begitu mudahnya dihilangkan. Padahal baginya, sangat sulit menjinakan banaspati tersebut, karena dia harus berkeliling pulau Jawa untuk menemukan banaspati yang kuat seperti itu. Dan tentu saja, cara satu-satunya agar dia bisa mengikutinya adalah dengan melakukannya dengan susah payah. “Aku sekarang yakin Ton, bahwa makhluk yang ada di sekitaran warung itu yang menyebabkan hilangnya Nyi Laras.”
9.8683.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.7K kali sebagai warung dilan
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Aku Menyerah, Mas!

Aku Menyerah, Mas!

Dari kejauhan sudah terdengar canda tawa suami serta anak-anak, dan mereka segera berjalan menghampiri diriku untuk bersalaman, lalu segera santap pagi bersama-sama. *** "Sayang, aku mau nanya sesuatu boleh?" Dilan berujar pelan ketika kami sedang duduk berdua di teras rumah. Kebetulan hari ini Dilan mendapatkan jatah libur dan rencananya kami akan jalan-jalan ke puncak nanti. "Nanya apa, kayaknya serius banget?" Aku menatap penasaran. "Memangnya kamu sering ketemuan sama Gunawan?"
1098.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
MENANTU IMPIAN IBU

MENANTU IMPIAN IBU

"Barusan Subuh, kita sholat duluh, ya,.. habis itu kita makan di luar sambil jalan-jalan." Dini mengangguk. Dia bahkan mengambil pakaian untuk ganti dengan membawanya ke kamar mandi. Dilan menatap Dini yang keluar dengan segar. Direngkuhnya kembali Dini. "Mandi juga, ya,..kamu bau habis mukuli orang." Dilan terkekeh mendengar kata-kata Dini "Mau makan nasi pecel?" tanya Dilan setelah mereka sampai di warung.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
Dendam Birahi Penakluk Hati

Dendam Birahi Penakluk Hati

Dinar paling tidak tega dengan kesusahan orang lain, apalagi itu orang yang dikenalnya. “Baiklah, kalau begitu ia pada Sada. Dijawab dengan anggukan kepala. “Ada apa saja di sini?” Dinar bertanya pada gadis bertopi dan memakai celemek itu. “Ada rujak cingur, rujak buah. Lontong balap, soto Lamongan, nasi boranan, nasi krawu serta otak-otak bandeng, Mbak.” Sada menyebutkan menu andalan warung makan tempatnya bekerja.
9.9213.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai warung dilan
Tampilkan Ulasan (77)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Redmi Tri
ceritanya bagus. tp kurang suka dgn sikap dirham yg msh mentingin Nana. mestinya dia jaga jarak sm Nana, kan dia jg tau slh satu sebab Dinar pergi Krn Nana. ini msh dikit2 nana. lagian di agama jg gk boleh lah terlalu dkt dgn lawan jenis apalagi kalo udh nikah. mantan jd sahabat namanya bullshit
Baca Semua Ulasan
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Dalam hitungan beberapa meter ke depan, aku akhirnya bertemu manusia paling tidak jelas nomor dua setelah Bee. Aku bertanya ke pemilik warung, ibu-ibu muda. Nama warungnya Warung Sulistiani, jadi kuyakin sepenuhnya untuk menyapa dan meminta, “Bi Sulis, tadi ada perempuan cantik pakai jilbab .... makan lontong sayur di sini, gak?”
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
Hello Tunangan (Indonesia)

Hello Tunangan (Indonesia)

Jelas Dilara masih dengan mulut yang penuh karena makan. Mata Arbel berbinar binar. Wah! Kalau begitu Arbel bisa menemukan teman dari Yogyakarta! Mungkin saja mereka bisa menjadi teman dekat, mereka juga bisa pulang kampung bersama, mengobrolkan hal hal mengenai Yogya, dan terlebih lagi, Arbel memilik teman yang mengerti apa yang dia rasakan saat ini! "Dilara dilara." Arbel mencondongkan tubuhnya ke arah Dilara. "Kalau yang dari Yogya?" Tanyanya dengan pandangan berharap.
1016.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 653 kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
Istriku Bar-Bar

Istriku Bar-Bar

Wajah mereka sedikit kecewa saat melihat seorang gadis kecil sedang asik memainkan ponsel di sebelah wanita itu. "Iya mungkin. Tapi, biarpun udah punya anak, kalau bening kaya gini sih aku juga rela tiap hari ngantri buat beli dagangannya." Yang lain ikut bersuara. Mereka mulai memesan uduk sebagai embel-embel karena ingin melihat sang penjual lebih dekat lagi. "Mbak, beli uduknya satu yah?" "Saya juga mau satu ya, Mba. Tapi nggak pakai bawang goreng."
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
Tak Kusangka Istriku Presdir

Tak Kusangka Istriku Presdir

Sementara itu, ia melihat sorot mata Lian yang kesal atas ucapan Dilan melalui kaca spion. Lina dan Lian berkeliling di sebuah mal terbesar di Kota Jakarta, melihat-lihat beberapa produk fashion dan memasuki beberapa butik baju. Lian dan maminya berkali-kali masuk ke ruang fittingroom mencoba berbagai model baju kekinian dan membeli beberapa helai dengan brand yang beragam. Lalu, mereka memasuki toko sepatu dan menjajalnya satu demi satu. "Mbak Mel, gak ikut mereka? Mbak pilih aja mana yang suka, nanti Dilan yang bayar," ujar Dilan menawarkan pada kakak ipar wanita satu-satunya itu.
1045.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai warung dilan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status