Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Om, Nikah, Yuk!

Om, Nikah, Yuk!

Kagak caya! Zulfi Hamizhan : Kukuh ngajinya di warung nasi Padang. Yanuar Kaisar : Warung burcangjo. Yoga Pratama : Warung sate. Andri Kaushal : Warung ayam bakar. Haryono Abhisatya : Warung remang-remang. Tadashi Yasuo : Tak kusangka, Kukuh ternyata begitu. Benigno Griffin Janitra : Aku, sih, nggak heran. Mantan anak buah W, nggak ada yang genah. Sarap semua.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

Para bangsawan memakai pakaian berbeda-beda khas sesuai dengan kedudukannya. Aslan memakai baju serba hitam dilapisi beberapa tameng yang terbuat dari baja. Sebuah pedang perang tak luput dari genggaman tangannya. Diliriknya Shelly yang berdiri memimpin di depan dengan gagah ala dirinya. Tak terlihat sama sekali bahwa Shelly gadis yang menyebalkan.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

“Sudah-sudah, jangan berdebat lagi. Kita sudah hampir sampai.” Di ujung jalan yang sedang Surya Yudha lalui, terdapat sebuah papan nama yang tampak mencolok. “Kedai Arak Bunga”. Surya Yudha mengarahkan kudanya menuju tempat tersebut. Selain kedai arak, tempat ini merupakan salah satu penginapan terbesar di kota Wanayasa dengan fasilitas paling lengkap dibanding dengan yang ada di tempat lain.
928.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 700 kali sebagai warung pak hasan
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
Racun Mertua

Racun Mertua

POV Ibu "Bu Hasan, jangan lupa hari ini arisan di rumah Bu RT ya, jam tiga sore," ucap Bu Rini, pemilik warung saat aku belanja ke warungnya untuk membeli bahan masakan. "Iya, saya ingat kok Bu, pergi bareng kita nanti ya." "Bareng saya juga lah ya, sama-sama," Bu Haji menimpali.
1020.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Harganya pun relatif murah mulai dari sepuluh sampai dengan dua belas ribu. Hasan memutar mobilnya menuju ke penjual sebat yang terkenal di daerahnya. Memang warung itu buka sampai dengan jam tiga dini hari. Tnampak warung itu sudah mulai sepi mungkin, karena jam juga sudah menunjukkan tengah malam. Untung nya saja nasi sebat itu masih ada sisa beberapa porsi. Mereka akhirnya memilih makan di sana, setelah puas makan mereka akan segera pulang. "Apa ndak di bungkuskan dulu untuk orang rumah, Mas?" tanya Dinda.
9.544.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Ia tak tahu kenapa udara tiba-tiba makin dingin, padahal matahari masih tampak samar di balik awan. Setelah hampir sepuluh menit berjalan, akhirnya terlihat sebuah rumah tua di ujung jalan. Dinding kayunya menghitam, jendelanya tertutup rapat. Di teras depan tergantung lentera kecil yang bergoyang pelan. “Itu rumah Asuk Kim Bun,” ujar Pak Muis lirih. “Dia tinggal sendirian, istrinya baru baru ini meninggal dunia”
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai warung pak hasan
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Baca Semua Ulasan
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

angguk paman warung. “Hihihi, tentu. Terimakasih paman,” Lintang terkekeh. “Eh tunggu dulu paman! Kalau boleh aku ingin bertanya paman,” Lintang kembali memanggil sang pemilik warung. “Tentu den, aden mau menanyakan apa?” sang pemilik warung kembali berbalik. “Anu paman, apa sebulan yang lalu paman pernah melihat sekelompok pendekar berpakaian merah?” tanya Lintang berterus terang.
1020.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

dari kaset Arman Maulana yang diputar di warung kopi Pak Haji. Aroma ketan kukus dan pisang goreng nyebar, bercampur bau bensin dari motor CB 100 yang parkir sembarangan di pinggir jalan tanah. Nuansa 80-an terasa kental, dari poster “Tjoet Nja’ Dhien” yang ditempel di tembok warung sampe sepatu kets Warrior yang dipake anak-anak desa main layangan di lapangan kecil.
786 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Hidung mancungnya terus mengendus udara yang dipenuhi polusi knalpot demi melacak jejak aroma cengkeh pembakar jiwa. Terdengar alunan musik dangdut koplo berdebar nyaring dari sebuah warung kelontong kecil di pinggir jalan raya. Seketika itu juga, mata liar Arya menangkap deretan kotak kecil berwarna-warni yang dipajang rapi di dalam etalase kaca. Berkat penciuman setajam serigala lapar, dia langsung mengenali aroma tembakau pekat dari tumpukan kotak tersebut. Segera ditariknya langkah besar merangsek masuk ke dalam warung reyot yang beratapkan seng berkarat itu.
9.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Hasrat Panas Paman Dingin

Hasrat Panas Paman Dingin

"Duduk, Anindya. Kamu mau terus berdiri di sana?" Devan mendongak pada Anin yang setia berdiri di tempatnya tadi usai kepergian pegawai toko tadi. Toko yang mereka datangi memang menyediakan fasilitas untuk menyambut para pengunjung dengan menyediakan sofa serta camilan dan minuman di atas meja. Meski jarang mendatangi sebuah toko, tentu tidak ada yang bisa melupakan nama Devan Wijaya—CEO dari PT. Wijaya Group—yang pernah tercatat di nota mereka.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status