Suatu Hari, Aku Akan Menjadi Istrimu
Melihat penampilan Gia yang sudah full make up meski sedang akhir pekan, Genta tidak bisa menebak apa tujuan wanita itu.
"Weekend kantor tutup. Saya tidak bisa memberi kamu tumpangan," ujar Genta datar.
Gia terkikik geli mendengarnya. 'Bisa ngelawak juga, mas Genta, rupanya'. Batin Gia dalam hati.
"Aku gak mau numpang, kok," Gia menggeleng dengan senyum lembut.
"Aku mau kasih ini buat kamu dan San. Sebagai ucapan terima kasih karena selama beberapa hari kemarin, kamu sudah bersedia mengantar aku." Gia menyerahkan paper bag yang berisikan kotak berbentuk persegi panjang.
Hot Chapters