ฮองเฮาจอมซุ่มซ่ามของเจิ้น

ฮองเฮาจอมซุ่มซ่ามของเจิ้น

last updateLast Updated : 2025-06-24
By:  YuyueyuanCompleted
Language: Thai
goodnovel12goodnovel
Not enough ratings
59Chapters
825views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

เถียนจิ้งหลานสตันท์แมนสาวสวยได้รับอุบัติเหตุจากเอฟเฟคระเบิด รู้สึกตัวอีกทีเธอก็ได้มาอยู่ในร่างของพระสนมฮ่องเต้ เดิมกะไว้ว่าจะหาวิธีกลับสู่ยุคปัจจุบัน แต่กลายมาเป็นต้องมารับหลายบทบาท เป็นนักแสดงแห่งวังหลวงแทน "ส่วนเถียนจิ้งหลานนั้นคืนนี้แค่นอนนิ่งๆ ให้ฮ่องเต้กอดก็พอ ชีวิตสตรีของเธอ นอนกับผู้ชาย กอดกับผู้ชายครั้งแรกในชีวิตด้วยฐานะของแมวตัวผู้ ! "

View More

Chapter 1

ย้อนอดีต

"Nis, ponselmu baru? Kamu dapet uang darimana buat beli ponsel itu?" tanyaku saat adik perempuanku mengeluarkan ponsel barunya di ruang keluarga.

"Ini ibu yang beliin, Mbak." jawab Anisa sambil menatap kearah ibunya. Anisa adalah adik tiriku. Dia dan ibunya ikut tinggal di rumahku dan suamiku setelah kematian Ayah kami dua tahun lalu. Ayah terlilit hutang sangat banyak saat pergi meninggalkan kami, jadi mau tak mau kami menjual rumah untuk melunasi hutang yang Ayah kami tinggalkan. Setelah rumah di jual, dia ikut tinggal di rumah ini bersama ibunya. Umurnya saat itu masih 16 tahun. Aku tak tega membiarkan dia terlunta-lunta hidup di luar sana tanpa rumah.

"Bukannya ibu enggak ada uang ya? Darimana ibu dapet uang buat beli ponsel mahal itu?" tanyaku sambil menatap ibu tiriku yang terlihat sedikit gugup.

"Anu...ibu dapat arisan, La."

Arisan? Selama dua tahun dia tinggal bersamaku, tidak sekalipun aku melihat dia ikut arisan atau acara apapun.

"Ibu bukannya enggak pernah ikut arisan ya?" tanyaku memberanikan diri. Aku harus tahu darimana dia mendapatkan uang untuk membeli ponsel adikku. Pengalaman Almarhum Ayahku yang terlilit hutang membuatku harus selalu waspada padanya. Kebiasaan ibu dan adikku yang selalu ingin mempunyai barang-barang mewah tak peduli bagaimanapun caranya harus aku hentikan. Aku tak mahu tiba-tiba rumahku di gedor oleh renternir seperti yang sudah-sudah.

"Ibu ikut di arisan di RT sebelah, La. Arisan baru di mulai dan ibu senang karena nama ibu yang keluar pertama."

"Ibu dapat berapa memangnya?" tanyaku terus memancing.

"7juta, La. Uangnya langsung ibu berikan sama Anisa bt beli hp. Kasian Anisa selalu ngeluh malu sama temen-temen sekolahnya karena hp nya jelek sendiri. Kamu sih punya suami bergaji besar tapi pelit."

"Aku bukannya pelit. Tapi ibu tahu sendiri kan, setelah menikah aku di larang kerja sama Mas Dani. Aku segan pakai uang pemberian Mas Dani buat hal-hal yang kurang penting." 

Aku mencoba memberi pengertian ibuku agar dia tak terus mendesakku membelanjakan uang suamiku untuk hal-hal yang kurang penting. Aku punya anak yang masih berumur 7 tahun. Masa depan anakku masih panjang, kalau aku tak pandai berhemat, bagaimana nasib anakku nanti.

"Hal-hal kurang penting? Kamu enggak sadar omonganmu itu bisa melukai hati adikmu. Harga ponsel Anisa paling cuma setengah gaji suamimu. Ibu rasa suamimu enggak akan keberatan kalau kamu membelikan ponsel Anisa. Dasarnya kamu yang perhitungan saja sama adikmu."

Aku mengelus dada mendengar ucapan ibu tiriku. Gaji Mas Dani memang berkisar 15juta, tapi dia juga masih punya tanggungan seorang adik perempuan yang masih kuliah.  Masih untung Mas Dani memperbolehkan ibuku dan Anisa tinggal disini. Eh, sekarang mereka malah minta yang macam-macam. Benar-benar tak punya rasa terimakasih.

"Kenapa selalu mendesakku untuk mencukupi kebutuhan kalian sih, Bu. Aku sudah izinkan kalian tinggal disini harusnya kalian sudah bersyukur. Harusnya ibu kerja, ibu masih cukup muda loh. Jadi kalau ibu pengin beli apa-apa enggak perlu minta lagi sama aku!"

"Wah...wah...kurangajar banget kamu ya, La. Ayahmu diatas sana pasti marah banget denger kamu nyuruh-nyuruh ibu buat kerja!" ucap ibuku sembari melotot tak terima kearahku.

"Sudahlah, Mbak. Kenapa ngomongnya makin kemana-kemana. Kalau Mbak enggak mau ngasih aku uang untuk kebutuhanku, ya udah. Enggak usah pakai acara suruh ibu kerja juga. Sekarang aku bisa kok dapetin uang tanpa minta ke Mbak lagi!" sela Anisa. Apa tadi dia bilang? Bisa dapat uang tanpa minta sama aku? Sombong sekali anak manja ini. Bangun tidur kalau tidak di bangunkan saja, dia selalu bangun kesiangan, bagaimana caranya seorang pemalas sepertinya bisa dapat uang.

"Kamu lagi enggak mikir mau buat hal yang aneh-aneh kan, Nis?" tanyaku penuh selidik. Adikku tak langsung merespon ucapanku. Dia memainkan ponselnya sambil memasang wajah juteknya.

"Bentar lagi kamu ujian kelulusan, jangan sampai kamu ngelakuin hal yang memalukan ya, Nis. Mbak enggak mau masa depan kamu rusak hanya gara-gara kamu salah langkah!"

Anisa bangkit dari duduknya dan berniat pergi. Dia sama sekali tak mau mendengarkan nasehatku.

"Nis, mau kemana kamu? Mbak belum selesai ngomong!"

Anisa tak menyahut ucapanku, ibuku ikut bangkit lalu menatap marah kearahku.

"Kami tahu kami cuma numpang di rumah kamu, La. Tapi enggak seharusnya kamu perlakukan kami seperti ini. Biar bagaimanapun dia adikmu, kamu enggak boleh lupakan tanggungjawabmu. Bukan malah nyuruh ibu kerja!"

Aku kembali mengelus dada sambil menatap punggung ibuku yang makin terlihat menjauh. Hal kecil seperti ini kenapalah harus selalu di besar-besarkan. Kurang tanggungjawab apa aku selama ini jadi kakak Anisa. Semua kebutuhan sekolahnya sudah aku cukupi. Hanya karena aku tak mau membelikannya sebuah ponsel, mereka malah memaki-makiku seperti tadi.

"Mah, Lapar!" tiba-tiba anakku Elsa datang sambil mengelus perutnya. Aku melirik jam dinding, sudah jam delepan malam pantas saja dia sudah kelaparan.

"Elsa mau makan sekarang atau tunggu Papah pulang?" tanyaku pada Elsa.

"Mau makan sekarang saja, Mah." jawab putri kecilku. Aku tersenyum lalu menggandengnya ke ruang makan.

"Mah, sekarang kok Papah sering pulang telat, sih. Elsa kangen makan malam sama Papah!" ucap putriku sembari mengunyah.

"Papah sekarang sibuk lembur sayang. Jangan sedih, ya. Papah kerja banting tulang juga buat kamu!"

Putri kecilku mengangguk sembari terus mengunyah. Sebulan ini memang suamiku sering pulang malam, aku sangat kasihan melihat wajah lelahnya ketika pulang.

Selesai makan, aku langsung menemani Elsa tidur. Baru beberapa halaman aku bacakan Elsa buku dongeng, dia akhirnya tertidur juga. Ku selimuti tubuhnya lalu ku kecup keningnya. Setelah itu baru aku kembali ke ruang makan.

Sampai di ruang makan, aku tak melihat nasi berkurang sedikitpun. Sepertinya ibu dan adikku masih ngambek jadi mereka tak mau makan. Aku tak mau ambil pusing soal mereka. Umur sudah banyak tapi sikap mereka masih juga kekanak-kanakan.

"Kamu belum makan, sayang?"

Suara suamiku membuyarkan lamunanku. Aku tersenyum lalu bangkit dan menarik sebuah kursi untuknya duduk.

"Aku tunggu Mas pulang!" balasku. Ku ambilkan dua centong nasi untuk suamiku lalu membiarkannya memilih sendiri lauk yang Ia suka.

"Makanannya kok masih banyak. Ibu dan adikmu enggak makan?" tanya suamiku lalu menyuap nasi dalam mulutnya.

"Mereka lagi ngambek Mas." jawabku sembari mengunyah.

"Ngambek lagi? Kenapa?"

"Anisa beli ponsel baru, Mas. Aku tanya uangnya darimana, eh malah mereka jawabnya kemana-kemana. Pakai nuduh aku pelit segala lagi!" aku mulai curhat.

"Bener juga kata mereka sih kalau kamu terlalu pelit sama mereka. Padahal kan Mas enggak pernah mempermasalahkan loh kamu mau belikan apapun sesuai permintaan mereka." Suamiku malah membela adik dan ibu tiriku. Mood makanku tiba-tiba hilang.

"Loh kok Mas malah bela mereka sih! Aku pelit sama mereka itu karena aku enggak tega belanjain uang hasil kerja Mas buat sesuatu yang kurang penting." ku letakan sendok diatas piring. Padahal aku makan baru sedikit, tapi karena pembelaan suamiku pada adik dan ibu tiriku membuatku benar-benar kehilangan selera makan.

"Mas bukan bela mereka, La. Uang bisa di cari lagi, apa susahnya belikan saja apa yang mereka mau. Mereka juga keluargamu, La. Mas enggak mau kalian bertengkar cuma gara-gara masalah sepele seperti ini!"

Aku mengalah dan memilih diam. Kalau tahu ujung-ujungnya suamiku lebih membela adik dan ibu tiriku mending tadi aku tak perlu curhat padanya.

"Kok enggak di habisin sih makanannya, mubazir loh masih banyak gitu!"

"Udah enggak selera lagi!" balasku jutek.

"Ola...Ola...! Kamu ini aneh, orang lain berjuang mati-matian pengin suaminya baik sama keluarganya. Tapi kamu kok enggak. Kamu malah kelihatannya pengin Mas musuhin keluargamu sendiri." suamiku menggelengkan kepalanya sembari menatap kearahku.

"Aku bukan nyuruh Mas buat musuhin mereka. Aku cuma mau Mas jangan terlalu baik sama mereka. Dulu Almarhum Ayahku sampai terlilit hutang karena selalu menuruti permintaan mereka. Aku enggak mau nasib kita sama Mas. Mas paham enggak sih maksudku!"

"Iya, paham. Sudah, ah. Enggak usah emosi gitu terus. Cantiknya ilang tau! Mas buatin kamu susu ya, biar moodmu kembali bagus!" suamiku bangkit dari duduknya padahal makanan di piringnya belum habis.

"Mas, aku bisa buat susu sendiri!" aku raih lengannya agar dia mau duduk lagi.

"Kamu lagi emosi kaya gitu, biar Mas yang buatin saja!"

Sembari tersenyum suamiku melepaskan cengkeraman tanganku. Aku hanya bisa pasrah lalu kembali duduk. Sebenarnya aku kasihan pada suamiku, dia pasti lelah baru pulang kerja tapi masih juga menyempatkan diri membuatkanku segelas susu.

"Ini minum!" ucapnya sembari meletakan segelas susu tepat di hadapanku.

"Makasih ya, Mas. Maaf, aku jadi merepotkanmu!"

"Iya, enggak apa-apa."

Aku meniup sesaat susu ditanganku lalu mulai menyesap pelan-pelan.

"Gimana, emosimu sudah sedikit mereda setelah minum susu buatanku?" tanya suamiku.

"Iya, sih Mas. Tapi kenapa tiba-tiba kepalaku terasa berat ya?" ucapku sembari memijit kepalaku dengan satu tanganku.

"Kamu pasti kecapean karena nungguin Mas pulang sampai malam begini. Yuk, Mas bantu kamu naik ke kamar!" suamiku bangkit lalu mulai membantuku berjalan. Entah kenapa sudah tiga hari ini aku selalu seperti ini setelah meminum susu pemberian suamiku. Kepalaku terasa berat dan mata terasa sangat mengantuk.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
59 Chapters
ย้อนอดีต
เปรี้ยง!ท้องฟ้าในยามราตรีส่งเสียงกัมปนาทกึกก้อง พสุธาสะเทือนเลื่อนลั่น สายลมโหมกระหน่ำรุนแรง โคมไฟในพระราชวังล้วนดับแสง ส่งผลให้ผู้คนตื่นตระหนกตกใจทั่วทั้งวังหลวง ณ ตำหนักซินหยวน ร่างบอบบางของสตรีนางหนึ่งล้มฟุบลงบนพื้น สลบไสลไม่ได้สติ นางกำนัลรับใช้ต่างส่งเสียงดังเอะอะโวยวายเวลาผ่านไปไม่ถึงครึ่งก้านธูป ร่างน้อยนั้นพลันได้สติเลือนราง แม้จะลืมตาไม่ขึ้น ขยับตัวไม่ได้ แต่ก็ได้ยินเสียงภายนอกได้อย่างชัดเจนแสงสว่างของเทียนแต่ละเล่มภายในห้องวูบไหวตามแรงลม เสียงกระซิบคุยกันค่อนข้างเบา“ข้าบอกแล้ว อย่าให้เถียนเฟยทำพิธี” ซิ่วฟางส่งสายตาขุ่นเคืองไปยังเซียงหรูเพื่อนนางกำนัลคนสนิท“แล้วทำไมเจ้าไม่ห้ามเองล่ะ ฮึ” เซียงหรูทำปากขมุบหมิบ มองตาเขียวตอบกลับไปยังซิ่วฟาง“ช่างเถอะๆ เถียนเฟยเคยรับสั่งว่าถ้าสลบถึงสามวันค่อยแจ้งเฉิงกงกงให้กราบทูลฝ่าบาท” เสียงเหนื่อยหน่ายของโหรวม่านดังขึ้นมาห้ามศึกของนางกำนัลทั้งสองร่างน้อยได้ยินดังนั้นก็พลันคิดเถียนเฟยคือใคร เธอชื่อ เถียนจิ้งหลานไม่ใช่ชื่อเถียนเฟย แต่มีเอ่ยถึงกงกงกับฮ่องเต้ หรือว่าจะเป็นตำแหน่งพระสนมของฮ่องเต้คิดแล้วก็รำพึงกับตัวเองในใจ ‘เ
Read more
ทบทวนความจำ
“เถียนเฟยเพคะ ซือฝุฝากของพร้อมจดหมายมาให้เพคะ”“ซือฝุฝากมาอย่างนั้นหรือ” เถียนจิ้งหลานทวนคำอย่างงุนงง นึกย้อนว่าเถียนเฟยผู้นี้เรียนอะไรมาบ้าง เธอเอื้อมมือบางรับจดหมายมาพร้อมเปิดอ่านข้อความข้างใน‘ของสิ่งนี้สามารถช่วยให้ฝึกวิชาสลับร่างสำเร็จได้ แต่ต้องฝึกสติ สมาธิและจิตให้ประสานกัน อย่าผลีผลาม มิฉะนั้นจะส่งผลร้าย ทำให้จิตวิญญาณหลุดออกไปสิงร่างสิ่งมีชีวิตอื่นโดยไม่สามารถควบคุมได้’อ่านจบก็บรรจงหยิบของในกล่องไม้ขนาดเท่าฝ่ามือออกมา ของสิ่งนั้นถูกห่อหุ้มด้วยผ้าไหมชั้นดี เมื่อเปิดผ้าออกมาก็พบว่าภายในนั้นเป็นเข็มทิศโบราณทำมาจากสำริด ด้านข้างมีสัญลักษณ์ที่ไม่ใช่ภาษาของรัฐนี้ มองไม่ออกว่าจะนำมาฝึกวิชาได้อย่างไร ‘ฉันย้อนมาในสมัยที่มีการสร้างเข็มทิศแล้วหรือ แต่ดูจากข้าวของเครื่องใช้ต่างๆ ยุคนี้น่าจะเป็นช่วงก่อนที่มีการบันทึกว่ามีการสร้างเข็มทิศนะ’มือน้อยหยิบเข็มทิศพลิกกลับไปมา‘สิ่งนี้ใช้อย่างไรกัน คงไม่ได้เป็นวิชาต้องห้าม เพียงแค่อย่าให้ผู้อื่นรับรู้ว่ากำลังฝึกวิชานี้ ซึ่งน่าจะปลอดภัยที่สุด’เมื่อสำรวจเสร็จแล้ว เธอจึงเก็บเข็มทิศด้วยความระมัดระวัง ทันใดนั้นก็คิดฟุ้งซ่านขึ้นมาว่า ตนก
Read more
แมวน้อยเสี่ยวหู่
เธอนั่งลงบนเก้าอี้ได้ไม่นานก็มีเสียง ‘ฟึบ’ ดังขึ้นบนโต๊ะ และ ‘เหมียว’ ดังตามมาที่เห็นตรงหน้าคือแมวน้อยขนฟูสีส้ม ตาโตหน้ากลมกำลังวางท่าเย่อหยิ่งจองหอง“น่ารักจัง ขอจับหน่อยนะ” เถียนจิ้งหลานมือไปไวกว่าเสียง เธอเอื้อมมือออกไปหมายลูบหัวเจ้าแมวน้อย“เถียนเฟย ระวังเพคะ” เซียงหรูร้องอย่างตกใจ“แฟร่ ” แมวน้อยขนยาวปรายหางตามองมาทางเธออย่างไม่พอใจเถียนจิ้งหลานสะดุ้งชักมือกลับทันที มือบางยกขึ้นมาลูบอกปลอบขวัญตนเองแทน จากนั้นถลึงตาใส่แมวน้อย ส่งเสียงดุออกไป“ตัวแค่นี้ขู่เก่งเชียวนะ แมวของผู้ใดกัน”ขันทีที่ติดตามตอบว่า “แมวทรงเลี้ยงของฝ่าบาทพะย่ะค่ะ”ได้ยินดังนั้นเถียนจิ้งหลานก็ลุกขึ้น ก้มตัวลงมองก้นแมวตัวนั้น“ขนาดแมวยังเป็นตัวผู้” เธอเบะริมฝีปากเล็กน้อยแล้วพูดต่อ “ข้าไม่รู้ชื่อเจ้า ตั้งชื่อเจ้าว่าการ์ฟีลด์ละกัน”“คาเฟิน ชื่อแปลกดีนะเพคะ หรือให้หม่อมฉันไปถามชื่อเจ้าแมวตัวนี้ที่ตำหนักฝ่าบาทดีหรือไม่เพคะ”“ไม่ต้องหรอก มีแค่ข้าเรียกชื่อนี้คนเดียวก็พอ” เถียนจิ้งหลานตอบพลางหยิบผ้าเช็ดหน้าออกมาสัมผัสขนของแมวน้อยแทน“เหมียว” เจ้าแมวส้มจ้องหน้าเถียนจิ้งหลาน ดวงตาแสดงออกให้เข้าใจได้ว่าไม่ชมชอบชื่อนี้ ว่
Read more
หัดเป็นแมว
หลังจากแมวน้อยอาบน้ำอุ่นและเช็ดตัวเสร็จแล้ว ที่ผิวและขนก็มีกลิ่นหอมสมุนไพรอ่อนๆ สบายตัวยิ่งนัก“พร้อมหม่ำแล้วค่ะ” “เหมียวๆๆ” ด้วยสัญชาตญาณความตะกละเลยเดินไปถูไถขาของฮ่องเต้“เจ้ามาอ้อนอะไรเจิ้น หิวแล้วหรือ บนโต๊ะนั่นไงไปดูสิ”ไม่หิวได้อย่างไร วันนี้ทั้งวันเธอแทบไม่ได้มีอาหารตกถึงท้อง‘ไหนดูซิ แมวในวังมีเมนูอะไรกินบ้างนะ’ แมวน้อยแหงนหน้ามอง ถอยหลังตั้งหลักแล้วกระโดดขึ้นเก้าอี้ก่อนกระโดดไปยังโต๊ะเสวย‘ไก่ต้มกลิ่นหอมเรียกน้ำย่อยน่าอร่อย แต่ว่าฉันอยากกินปลาน่ะสิ’“เหมียวๆๆ” เถียนจิ้งหลานที่อยู่ในร่างเสี่ยวหู่ กล้าเรื่องมากเอะอะโวยวาย ใช้อภิสิทธิ์แมวรักของฝ่าบาท ร้องบอกพร้อมกับเอาขาหน้าเขี่ยชามอาหารออกไปไกลตัวฮ่องเต้ที่ทรงอ่านหนังสืออยู่ถึงกับปิดหนังสือแล้วหันมาสนใจแมวน้อย“อะไรของเจ้าอีก ไม่อยากกินไก่หรือไง วันนี้เลือกมากเชียว”แมวน้อยเสี่ยวหู่กระโดดหมายจะไปคลอเคลียออดอ้อนฮ่องเต้ แต่ด้วยความเป็นแมวใหม่หัดกระโดด‘โครม’ ตกโต๊ะไม่มีการพลิกตัวกลับใดๆทั้งสิ้น เอาที่ไหนมาเหมือนแมวเวลาตกจากที่สูง เหมือนจิ้งจกตกจากเพดานมากกว่านัยน์ตาหงส์เห็นดังนั้นก็ตกใจรีบถลาเข้าไปอุ้มด้วยความห่วงใย ถึงอย่างไ
Read more
กามเทพเหมียว
ขันทีในตำหนักเหอเซิ่งมีเยอะมาก ไม่พบเงานางกำนัลแม้แต่คนเดียว องครักษ์ก็มีจำนวนมากอีกทั้งแต่ละคนรูปร่างหน้าตาหล่อเหลา อาหารตาแท้ๆแมวน้อยนั่งแกว่งหางชื่นชมความงามของขันทีและองครักษ์ตำหนักเหอเซิ่งได้ไม่นานนักก็เห็นฮ่องเต้รีบเดินเข้ามาอุ้มตนไว้ในอ้อมแขน‘ค่ะ รักแมวมาก’ เสี่ยวหู่กรอกตามองบนเลียนแบบท่าทางของคนอย่างแนบเนียนนัยน์ตาหงส์เห็นเข้าพลางเกิดความสงสัย“เจ้าไม่สบายตรงไหนถึงได้ตกเตียง แค่เตียงเตี้ยๆยังตกได้ หนวดมีปัญหามั้ย หรือสมอง หรือน้ำในหูมีปัญหา เฉิงกงกงเรียกหมอหลวงมา”‘เอาจริงดิ แค่นี้ถึงต้องกับเรียกหมอหลวง ฉันล่ะสงสารหมอหลวงจริงๆ’ แมวน้อยจ้องหน้าฮ่องเต้แล้วหันมองไปยังเหล่าองครักษ์อารักขาที่ตามเสด็จฮ่องเต้มา‘โห แต่ละคนหล่อมาก เท่สุดๆ ความสูงและรูปร่างนายแบบชัดๆ นี่ใช้เกณฑ์รูปร่างหน้าตาคัดเลือกมาหรือเปล่าเนี่ย รสนิยมฮ่องเต้ดีจริงๆ ฉันเป็นแมวต่ออีกหลายวันก็ไม่น่าเบื่อล่ะ อิอิ’“มองจนน้ำลายจะหกอยู่แล้ว เจ้าเป็นแมวของเจิ้นนะ มองแค่เจิ้นคนเดียวพอ” ฮ่องเต้ยกมือเรียวขึ้นมาจับหน้าเสี่ยวหู่ให้หันมายังหน้าตน“ฝ่าบาทก็งามมากเพคะ” “เมี๊ยวๆๆ” คนอื่นว่าหล่อแล้ว แต่ก็ยังไม่มีใครหล่อสู้ฮ่องเต
Read more
อาบน้ำเสี่ยวหู่
ขณะที่ขันทีอันยื่นแขนออกมารับเสี่ยวหู่นั้น ฮ่องเต้ก็ชักมือของตนที่อุ้มเสี่ยวหู่กลับเข้าหาตัว“ไม่ต้องล่ะ เดี๋ยวอาบพร้อมกับเจิ้นเลย”เถียนจิ้งหลานได้ยินดังนั้นก็พลันตื่นตระหนก ‘อะ อะ อาบน้ำกับฝ่าบาท ไม่นะ สตรีใสซื่อไร้เดียงสาบริสุทธิ์ผุดผ่องอย่างฉันเกิดมายังไม่เคยเห็นอะไรอย่างนั้นเลยนะ’ปฏิกิริยาของร่างกายตอบสนองทั้งดิ้น ตะกุยตะกายในอ้อมแขนของฮ่องเต้ เล็บข่วนแขนเสื้อของฮ่องเต้จนผ้าเป็นรอยยาวฮ่องเต้ขมวดคิ้ว มองการกระทำของแมวน้อยในอ้อมแขน“เจ้าเป็นอะไร วันนี้กลัวน้ำหรืออย่างไร ไม่ต้องกลัว เจิ้นไม่ให้เจ้าจมน้ำหรอก” ว่าแล้วเขาก็อุ้มเสี่ยวหู่ไปยังห้องสรงน้ำส่วนพระองค์เสี่ยวหู่ชอกช้ำใจอยู่ในอ้อมกอดฮ่องเต้ พลางบ่นในใจ‘ไอ้ฮ่องเต้โรคจิต มีมนุษย์กี่คนกันที่อาบน้ำกับแ
Read more
พบซือฝุ
ณ หน้าตำหนักเหอเซิ่งเสี่ยวหู่รับรู้ได้ถึงไอของความเย็นยะเยือกและหมอกดำแผ่กระจายไปทั่วบริเวณ เงาดำที่เห็นเมื่อสักครู่แวบหายไปก่อนที่จะมาถึง‘ทำไมคืนนี้ถึงปรากฏความผิดปกติเกิดขึ้นนะ กำลังจะเกิดเหตุการณ์ร้ายขึ้นหรือเปล่าเนี่ย’เมื่อเธอเดินสำรวจไปรอบๆหน้าตำหนักยังไม่พบเจอสิ่งใดผิดสังเกต‘รอดูพรุ่งนี้อีกวันละกัน อาจจะเป็นแค่วันปล่อยผีก็ได้มั้ง’ จากนั้นเถียนจิ้งหลานในร่างเสี่ยวหู่ก็กลับเข้าตำหนักไปนอนบนเตียงนุ่มๆของตนเองยามแสงสว่างสาดส่องมาทางหน้าต่าง ยังไม่ทันที่จะรู้สึกตัวตื่นจากความอบอุ่นในตอนเช้า กลับต้องสะดุ้งตกใจตื่นเพราะเสียงของเฉิงกงกง“ฝ่าบาทๆ พะย่ะค่ะ”“มีเรื่องอันใดเกิดขึ้น” เสียงเนือยๆของฮ่องเต้ดังขึ้น&ldquo
Read more
เหยาเฟยคนงาม
ภายใต้ร่มเงาไม้แสงแดดรำไร สายลมเย็นๆพัดผ่าน ใบไม้พลิ้วไหวตามแรงลม เหยาเฟยสตรีหน้าตางดงามรูปร่างบอบบาง สวมอาภรณ์สีเขียวสดใสกำลังนั่งท่ามกลางมวลดอกไม้พูดคุยหยอกเย้าอยู่กับนางกำนัลของตนหลิงฮุ่ยจ้องมองใบหน้าของเหยาเฟยด้วยความชื่นชม ปากน้อยๆส่งเสียงเจื้อยแจ้วได้ยินชัดเจนว่า“เหยาเฟยเพคะ พระองค์ทรงงดงามขนาดนี้ ขนาดหม่อมฉันที่เป็นสตรีด้วยกันยังหลงใหล ทำไมพระองค์ไม่เสด็จไปหาฮ่องเต้ล่ะเพคะ ฮ่องเต้น่าจะโปรดปรานพระองค์ไม่มากก็น้อย”เหยาเฟยเอื้อมมือเรียวไปบีบแก้มหลิงฮุ่ย กล่าวอย่างเอ็นดู“เจ้าก็พูดไป เจ้าก็รู้ว่าฝ่าบาทไม่ทรงโปรดสตรี ต้องให้ข้าทำอย่างไรให้ฝ่าบาทมาสนใจข้าดีล่ะ”“ชายหนุ่มอย่างไรก็ต้องแพ้สัญชาตญาณของบุรุษเพศอยู่ดีเพคะ อาจจะต้องพยายามปลุกมันบ่อยๆเท่านั้นเอง”หลิงฮุ่ยโน้มตัวไปแนบกาย พูดกึ่งกระซิบข้างหูของเหยาเฟย มือน้อยพลางเล่นม้วนปอยผมขอ
Read more
ขันทีน้อย
“เสี่ยวหู่ เจ้านี่เก่งนะ ทำให้เหยาเฟยอุ้มมาส่งด้วยพระองค์เองได้”ฝ่ามือเรียวของขันทีอันกึ่งขยี้กึ่งนวดคลึงบนลำตัวและขนของเสี่ยวหู่‘สบายสุดๆ มันแปลกตรงไหนกัน’ “เหมียวๆๆ”ขันทีอันเห็นการตอบกลับของเสี่ยวหู่ก็พูดต่อ“ปกติเหยาเฟยแทบไม่ออกนอกเขตตำหนัก ถ้าไม่มีรับสั่งจากไทเฮาหรือฮ่องเต้ ขนาดสวนดอกไม้ยังไม่ค่อยไปเลย”“เหยาเฟยเป็นพวกอินโทรเวิร์ตหรือนี่ ” “เหมียวๆๆๆ”ขันทีอันมือหนึ่งตักน้ำอุ่นมาค่อยๆรดบนตัวของเสี่ยวหู่ มืออีกข้างค่อยๆลูบน้ำบนขนออก พลางกระซิบเบาๆ “ข้าพูดกับเจ้า เจ้าก็อย่าไปบอกใครนะ”‘เรื่องนี้ขันทีกับนางกำนัลในวังก็น่าจะรู้มั้ย ความลับตรงไหนกัน’“ได้ๆ ข้าจะ
Read more
ผู้น่าสงสัย
หลังจากออกว่าราชกิจที่ท้องพระโรง ฮ่องเต้และราชครูหม่าก็ไปยังห้องทรงงาน ณ ตำหนักหย่งฟู่“เรื่องที่ฝ่าบาทให้กระหม่อมสืบได้ความว่าท่านมหาเสนาบดีเหยาอยากอุ้มหลาน เลยสั่งให้เหยาเฟยใกล้ชิดกับฝ่าบาทเพิ่มขึ้นพะย่ะค่ะ ”“เจ้าคิดว่าสาเหตุมีเพียงเท่านี้หรือ” ฮ่องเต้ถามกลับด้วยความคลางแคลงใจ“แค่นี้จริงๆพะย่ะค่ะ เรื่องอื่นๆ ล้วนไม่มีสิ่งใดน่าสงสัย มิต้องทรงวิตกกังวล เรื่องสำคัญสำหรับฝ่าบาทในตอนนี้คือให้กำเนิดองค์รัชทายาทได้แล้วพะย่ะค่ะ”ราชครูหม่าทำมือประสานกันค้อมตัว หลบสายตาขณะกล่าวตอบฮ่องเต้ เขาก้มหน้าแล้วกล่าวต่อ“กระหม่อมคิดว่า ฝ่าบาทควรต้องใช้เวลาในยามค่ำคืนกับพระสนมได้แล้วพะย่ะค่ะ มิเช่นนั้นจะส่งผลต่อความมั่นคงของพระราชบัลลังก์และความสงบของรัฐต้าเซี่ยได้”“เจ้าอย่ารวบรัดเจิ้น เจิ้นยังไม่อ
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status