Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Dilema & Cinta

Antara Dilema & Cinta

Apalagi tadi sempat hujan sebentar. Pukul 12 malam lewat dua menit. "Ini sudah jam dua belas. Saya antar pulang aja. Stanley nya belum bisa dihubungi kan? Kalau misal kalian ada salah paham karena saya. Saya akan bantu jelasin ke dia. Lagian kamu mau tunggu dia berapa lama disini?"
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai 12:22
Baca
+Pustaka
Kucing Hitam Sang Penyihir

Kucing Hitam Sang Penyihir

merasa lega. Menatap sendu jam yang terus berdetak di dinding, sepasang netra menemukan bahwa sekarang menjelang tengah malam. Hampir jam 12 malam, hanya beberapa menit lagi kedua jarum pendek dan panjang akan bertemu. Memberitahukan bahwa sang malam, akan segera berada di puncaknya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai 12:22
Baca
+Pustaka
Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

“Kamu bilang tadi, pulangnya jam berapa?” “Secepat-cepatnya jam sepuluh, dan selambat-lambatnya jam dua belas.” “Oke, fine. Tepatnya, sekarang ini jam berapa?” Gending merasa heran tentu saja. Ia kini mengeluarkan ponselnya dari saku celana, melihat jam yang tersetting secara default mengikuti jaringan seluler. “Jam dua belas lewat sepuluh menit.”
1050.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai 12:22
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Ribuan terima kasih sy ucapkan kpd Kakak-kakak pembaca yg telah mengikuti kisah Gending dan Widya di karya ini. Terima kasih jg utk Kakak2 yg sudah memberi sy hadiah. Sehat selalu, dan bahagia selalu. Amin
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
The Seven Phoenix Shards

The Seven Phoenix Shards

Tim 2 : "ASTAGAAA!" Zay V. Tim 2 : "Jawab chatku, Achilio! Atau setidaknya tulis sesuatu kek!" Zay V. Tim 2 : "Kapten, posisi jam sembilan, Barat Daya, markas musuh terlihat ketat." Panggilan telepon tidak terjawab pada pukul 11:30 PM Panggilan telepon tidak terjawab pada pukul 11:32 PM
95.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai 12:22
Baca
+Pustaka
Simpanan Tampan Wanita Mapan

Simpanan Tampan Wanita Mapan

Wajah Raka yang samar-samar terlihat di antara bayangan itu, membuatnya semakin gelisah. Suara jam dinding yang berdentang terasa semakin keras di telinganya, mengingatkannya pada waktu yang terus berlalu tanpa kehadiran Raka di sampingnya. Lana mengangkat pandangannya ke arah jam di meja samping tempat tidurnya. Pukul dua belas malam. Tidak biasanya Raka pulang sebelum waktu ini.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai 12:22
Baca
+Pustaka
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Hal pertama yang kulihat saat aku terbangun adalah langit-langit yang penuh noda air. Udara terasa pekat dengan bau disinfektan yang menusuk. Aku melirik jam di dinding. Enam jam lagi sebelum aku mati. "Clara? Clara, Sayang, kamu bisa dengar aku?" Sebuah suara, begitu akrab namun terasa jauh menarikku kembali dari kegelapan.
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai 12:22
Baca
+Pustaka
Istri Gila Pak Dokter

Istri Gila Pak Dokter

Eryas menoleh sekilas, menyadari gerakan kecil yang dilakukan Eira. Pandangannya kemudian jatuh pada jam dinding. Jarum panjang sudah melewati angka dua belas, menunjuk tepat pada angka sembilan. Malam terasa begitu sunyi, hanya suara detikan jam yang terdengar nyaring menusuk telinga.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai 12:22
Baca
+Pustaka
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

ujar Adeline tenang sambil melangkah ke pintu dan menariknya. Begitu pintu terbuka, Leo tengah bersandar santai di ambang pintu. Pergelangan tangannya sedikit terangkat, menunduk melihat jam. Lalu dengan nada ringan ia berkata, “Dua belas menit lima puluh dua detik.”
9.2235.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.2K kali sebagai 12:22
Baca
+Pustaka
Lie In Love (Dusta Dalam Cinta)

Lie In Love (Dusta Dalam Cinta)

Ia terlihat sangat canggung saat itu. "A-apa tidak terlalu malam?" Zidan mengangkat pergelangan tangan kirinya dan melihat ke arloji mewah yang ia kenakan. "Sekarang masih jam sepuluh malam." "Berarti ini sudah cukup malam!" tanggap Kia yang jantungnya saat ini berdegup sangat kencang. "Hmm ... aku rasa tidak terlalu. Bagaimana kalau kita melihat bintang?" tawar Zidan.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai 12:22
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Waktu terasa mengalir lambat, nyaman, seperti mobil itu terparkir di luar hitungan dunia. Di balik ketenangannya, Mareeq menghitung detik dengan sabar. Beberapa menit menjelang tengah malam, ia menurunkan volume musik. Suasana menjadi lebih hening, hanya tersisa desir angin di luar dan suara napas mereka yang seirama. Naomi menoleh, sedikit heran. “Kenapa dimatikan?” tanyanya. Mareeq tersenyum tipis, tatapannya jatuh pada jam di dashboard menunjukkan pukul 23:59. “Tunggu sebentar,” katanya pelan.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai 12:22
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status