CALON MERTUAKU
Sudah ada pihak saudara jauh yang bisa dititipkan menjaga para istri dan anak-anak.
“Kak Indah, kita tunggu di sini saja.” Aku duduk lagi.
Kak Indah aku dengar bilang haus. Aku berikan saja air doa, tidak ada salahnya. Dia minum sedikit dan muntah lagi. Namun, muntah kali ini biasa saja, hanya ada sebuah binatang yang mirip seperti cicak menggeliat berputar-putar seperti kehilangan arah.
“Iiiih, Itu, kan, induk racun.” Pemilik kedai tempat kami singgah ternyata ikut juga memperhatikan.