Keris Darah Candramaya
Kalimat itu mampu mengguncang hatinya.
Air mata Cempaka luruh semakin deras, hatinya seperti di remas dengan kuat, rasanya sakit dan perih. Saat membaca tulisan Saka dengan bibir yang bergetar, "Cempaka ... maukah kamu hidup bersamaku? Jika tidak, hiduplah dengan bahagia. Karena bagiku, kamu adalah surya yang menyinari hidupku."
Gadis itu meremas kain itu dan menciumnya. Lalu bergumam dalam hati, "Aku memang tidak bisa hidup denganmu, tapi aku akan hidup hanya untukmu. Dan suatu saat aku akan menyusulmu."
Hot Chapters