Aku Istri yang Tidak Dianggap
’ Ya, kalimat menyakitkan, namun benar adanya.
“Wah sudah lama banget Mas dan Mbaknya enggak datang ke sini, kemana aja?” tanya Mang Tisna, penjual kedai yang selalu kami datangi tiap berkunjung ke Ancol.
“Wah, iya nih, Mang, si ibu cantik ini sibuk banget, susah diajak jalan, ha ha ha . . .” seloroh Mas Essa, merespon sapaan Mang Tisna, sementara aku hanya tersenyum melihatnya.
Hot Chapters