KINASIH
"Mungkin karena aku belum bisa hamil, makanya Wijaya memilih jajan di luar."
Sumi kembali memeluk majikannya, lalu mengusap punggung Mariana dengan lembut, penuh kasih sayang. Hatinya berteriak, melantangkan kalimat yang selama ini dipendam. Hingga tanpa sadar, Sumi mengeluarkan suara yang cepat ditangkap oleh Mariana.
"Apa, Bi? Maksud Bibi, aku anakmu?"
Deg!
Sumi melepas pelukan dan beringsut menjauh. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, merutuki kecerobohan diri yang amat sangat dia sesali, setidaknya untuk saat ini.
Hot Chapters