DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI
Ia bangkit dari kursi, matanya yang masih merah namun sudah lebih tajam, mulai menyapu ruangan kerja itu dengan saksama.
Ia berjalan perlahan, jari-jarinya menyentuh punggung buku-buku hukum tua, koleksi filsafat, dan laporan bisnis bertahun-tahun. Sampai akhirnya, pandangannya tertuju pada satu baris rak buku khusus di sudut paling dalam, dekat dengan jendela. Rak itu tampak berbeda, buku-buku di sana lebih tua, sampulnya bukan dari kertas atau karton, melainkan dari kulit.
Chapitres populaires