Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ojek Dua Alam

Ojek Dua Alam

Bila melakukan perjalanan di malam hari, sudah terbayang akan sehoror apa tempat tersebut. "Ya ampun, jalanannya kok begini, sih? Emang nggak ada jalan lain, ya?" Siska masih mengeluh sambil berjalan. "Ini mah, sudah kayak di film horor yang rumah-rumahnya di tengah hutan tak terjamah manusia," sambung Siska. "Sebenarnya ada jalan lain yang bisa dilalui motor, kok. Tapi jaraknya akan lebih jauh, makanya aku milih jalan ini sebagai jalan pintas," ungkap Mario.
830 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai cerita horor perjalanan
Baca
+Pustaka
Rumah Kos Berhantu

Rumah Kos Berhantu

Virza mengikutinya dengan duduk tidak jauh darinya. "Pengalaman menarik setiap orang berbeda-beda, tergantung ketertarikan kamu. Misalnya kamu suka bunga, saat melakukan perjalanan itu dan kamu bertemu banyak bunga, maka kamu akan bilang itu pengalaman paling menarik," kata Roy. "Tapi kalau aku, pengalaman baru-baru ini yang aku dapat adalah pengalaman bersama Rara. Itu pengalaman horor pertama kali dalam hidup saya yang paling menegangkan saat kami di rumah singgah,"
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai cerita horor perjalanan
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Dia merayuku untuk bisa menyerahkan naskah film horor yang diperkirakan bakal fenomenal. "Lagi tren horor. Tusuk Jelangkung! Tusuk Konde Nenek Brewok! Setan Menstruasi Ngamuk di Puncak... ya, cerita film semacam itu!" Ungkap pria gendut keturunan India itu via telepon. "Tapi saya tidak pernah menulis naskah cerita horor," sahutku, sedikit bingung.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai cerita horor perjalanan
Baca
+Pustaka
Be My Husband (INDONESIA)

Be My Husband (INDONESIA)

Aku dan Ruri berada pada bangku belakang, sedangkan di depanku terdapat Deril. "Haaaa…," teriakku dan Ruri ketika mengetahui bahwa jalur kereta bukan hanya lurus dan datar. Melainkan berkelok dan bergelombang. Aku tidak bisa menyebut wahana ini sebagai rumah hantu, lebih tepatnya lorong hantu. Suasananya sangat gelap dan sebagian besar hanya memakai lampu yang cahaya seolah dibiarkan redup. Kurasakan kereta seolah melambat, membuat tanganku spontan menggenggam tangan Ruri. Kulirik Deril juga berusaha mengedarkan pandangannya dengan waswas.
9.623.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 542 kali sebagai cerita horor perjalanan
Baca
+Pustaka
MISTERI GADIS KEMBAR

MISTERI GADIS KEMBAR

tanya bu Salamah. “Saya tidak tahu, Bu. Semalam saya tidur seperti biasa. Tapi ... tapi saat terbangun karena haus saya sudah ada di hutan terlarang dan ... dan ada ... ada sosok mengerikan yang akan mencekik saya. Saya berusaha lari dari sana. Makhluk itu terus mengejar saya. Saya ... saya kesulitan menemukan jalan keluar karena di sana sangat gelap. Saya semakin takut. Saat saya menemukan tempat sembuyi tak sengaja saya melihat ada orang yang menemui makhluk itu. Ternyata, orang itulah yang meyuruh makhluk mengerikan itu menghabisi nyawa saya.” Dengan sesenggukan Wati menyelesaikan ceritanya. Dia menundukkan wajahnya agar ibu-ibu itu tak melihat senyum di wajahnya. ‘Mereka harus percaya ce
9.914.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai cerita horor perjalanan
Baca
+Pustaka
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

Ucapnya panjang lebar sambil membalikan badan tapi diambil juga uang sayanya. Hari ini adalah pengalaman yang paling menyeramkan dalah hidup saya. Bangun-bangun dikagetin sama Mas-mas yang menyerupai Mbak-mbak. Semoga setelah ini tidak ada lagi. Tak terasa gelap sudah menutupi hari. Sedangkan perjalanan masih 2 jam lagi. Sekarang jam 6 sore, bus berhenti sejenak dibengkel untuk mengisi angin.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai cerita horor perjalanan
Baca
+Pustaka
Anathema: Back to the Past

Anathema: Back to the Past

timpal Sumeika. Mereka pun melanjutkan perjalanan kembali dengan mematuhi himbauan Rindu. Perjalanan mereka sangat jauh, baru saja di pos 1 tetapi kaki mereka sudah sangat pegal. Mereka sampai di pos 2 sekitar jam 1 siang, jarak antar pos berarti setara dengan 4 jam lamanya. Di pos 2 mereka melihat lukisan ular dengan 2 sayap di plang, mereka sangat takut, namun sesuai dengan perintah Rindu, mereka mengabaikan lukisan itu. Mereka terus berjalan hingga di jam 3 sore, mereka sampai di pos 3, pos 3 cukup dekat dibandingkan dengan jarak pos 1 ke pos 2, di sana mereka melihat lukisan setan lagi, yang kali ini sangat menyeramkan. Di lukisan pos 3, terdapat sebuah lukisan pocong dengan kain kafan
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai cerita horor perjalanan
Baca
+Pustaka
SUAMI BAYARAN TANTE BOSS

SUAMI BAYARAN TANTE BOSS

Mereka berjalan bersama, bercerita tentang pengalaman-pengalaman yang mereka lewati selama perjalanan kembali dari bandara. Perjalanan pulang itu penuh dengan cerita dan tawa. Mereka saling bertukar pengalaman tentang perjalanan, menciptakan kenangan indah di antara mereka sepanjang jalan. Zeesha dengan senang menceritakan bagaimana dia menjalani proses penyembuhan yang panjang, sementara Hanna dan Satya berbagi kisah tentang petualangan seru mereka di Jepang.
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 506 kali sebagai cerita horor perjalanan
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang CEO Berdarah Dingin

Jerat Cinta Sang CEO Berdarah Dingin

Kondisinya tak lebih baik dari jalanan yang mereka lalui sebelum sampai ke tempat ini. Alisha semakin cemas. Apalagi Damian tak juga mengatakan apa pun yang membuat perempuan itu merasa lebih tenang. "Arghh!!" Alisha menjerit ketakutan saat melihat bayangan tengah berkelebat di luar mobil yang mereka tumpangi. Apa itu hantu? Begitu pikirnya sebab suasana di luar sana benar-benar mendukung kecemasan Alisha. Apalagi ia sering kali menonton film horor yang adegannya sama persis seperti saat ini.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai cerita horor perjalanan
Baca
+Pustaka
GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

“Baru kali ini aku mengalami serangkaian peristiwa horor saat mendaki dan belum sampai puncak terpaksa pulang.” Ria menghela napas panjang, matanya menatap kosong ke luar jendela. “Rasanya seperti mimpi buruk yang tak kunjung usai.” Ranu menatap Kiran yang masih fokus ke luar jendela. “Ini yang terbaik, jangan terlalu kecewa.”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai cerita horor perjalanan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status