Dewa
desahnya sembari menghampiri Enggar.
"Aku mendengar semua perkataan Kakak, dan aku tak mengerti apa itu masa depan, bukankah orang yang memiliki masa depan hanyalah orang berpendidik yang memakan bangku sekolahan?" Enggar yang lemah itu memaksa pita suaranya agar bersiul walau melodinya terdengar sedikit parau.
"Tidak. Masa depan ada di tangan kita, bukan di tangan pendidikan. Aku yakin masa depan kalian semuanya akan bagus, aku akan membantu kalian."
ตอนยอดนิยม