Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Mencintaimu Tanpa Syarat Apapun

Aku Mencintaimu Tanpa Syarat Apapun

Tentu saja, Daniel tak bisa menahan diri untuk tidak mengernyit kikuk ke arah wanita itu. Daniel cepat mengganti ekspresi dan tertawa mengimbangi antusiasme si presenter, "Ini bagian menariknya, pada dasarnya justru Anton lah yang dibully. Memang tidak secara kentara tapi ia adalah tipe yang dihindari di sekolah katolik ini. Semacam pendosa yang harus kau hindari. Tidak pernah ada konfrontasi langsung tapi yah... Di mejanya selalu ada coretan-coretan penghinaan dan terkadang surat surat kaleng yang mengancam dan menyuruh Anton keluar dari sekolah itu."
101.1K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as cerpen anti bullying
Read
+Library
Tanpa Anak Denganku, Dia Buat Anak Dengan Wanita Lain

Tanpa Anak Denganku, Dia Buat Anak Dengan Wanita Lain

ucapku sambil memeluknya sanengajaknya duduk di sofa. "Tenang, Nak, tarik napas, pelan, ayo ceritakan." "Aku dibully Tante, aku diancam dan digencet di belakang sekolah, oleh sekumpulan anak orang kaya dlyang nakal, mereka membentuk geng untuk menekan dan mengganggu siswa lain." Aku hanya mampu menarik napas dalam mendengar penuturannya, perlahan emosiku tiba tiba tersulut, amarahku sedikit demi sedikit membuatku tak sabar untuk memberi pelajaran pada anak anak nakal itu.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as cerpen anti bullying
Read
+Library
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

Ia menatap layar laptop, membaca ulang kalimat pembuka yang baru saja mereka susun bersama: “Bullying bukan sekadar ejekan. Ia adalah luka yang tak selalu tampak, tapi bisa berujung pidana.” Nawang tersenyum kecil. Kalimat itu terasa tepat — seperti cerminan hidupnya sendiri. Bambang Wiryawan, ayah Kenes, baru saja pulang dari rumah sakit ketika rapat kelompok Nawang masih berlangsung. Meski tampak lelah, ia tetap menyempatkan diri menengok ke ruang tamu tempat anak-anak berdiskusi. “Wah, ramai sekali ini,” ujarnya sambil tersenyum lebar. “Lagi rapat untuk tugas PKM, ya?”
1018.8K viewsOngoingAdded to Library 452 Times as cerpen anti bullying
Read
+Library
Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Isinya tidak kurang adalah perjanjian—telah sepakat—Jonathan Wilyono yang rela menjadi pengganti Sienna Halim, atas seluruh kegiatan bullying di sekolah, yang menargetkan mantan tunannganku. Lembar ketiga, adalah reward yang aku tulis. Sebagai ganti menjadi replacement dari korban bully, aku meminta hak penuh untuk melindungi, membersihkan, dan merahasiakan soal niat bullying Christine terhadap Sienna. Termasuk, izin untuk berangkat lebih pagi, pulang lebih telat, demi membersihkan locker, tas, laci meja—apapun itu, tempat dimana Christine memasang jebakan-jebakan untuk Sienna.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as cerpen anti bullying
Show Reviews (93)
Read
+Library
Rain (angg_rainy)
Terima kasih yang sudah baca Samuel-Sienna sampai tamat, hatur thankyou ...🫶🏿 Maaf jika masih ada typo dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, cieh. Untuk yg mau baca karyaku yg lain, author ini multi nasional ko, eh multi platform, bisa di Novelt**n, Victi*, Dr**me, H*nov*l, dll
widurindriarti
Suka banget sma kombinasi keduanya Sienna awalnya sosok yang menguasai trnyata yg dy siksa stiap hari Samuel adl macan tidur. Kondisi berbalik Samuel yang menguasai permainan...... Very nice dark romance
Read All Reviews
The Alexa Game Of Love

The Alexa Game Of Love

jawab Rina tersenyum malu. “Kenapa malu?” timpal Nazwa penasaran. “Semua orang juga pada tahu atuh, Teh. Rina mah anak bully-an,” ucap Rina tersenyum kecil yang membuat Alexa dan Nazwa langsung merasa tidak enak hati. Nazwa tersenyum dan mengusap pundak Rina pelan, “Kamu gak akan di bully lagi kok, kan ada kita. Jadi jangan takut lagi ya,” ucap Nazwa lembut yang membuat Rina tersenyum kecil.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as cerpen anti bullying
Read
+Library
Jangan Bungkam Suaraku!

Jangan Bungkam Suaraku!

ucap Isabella dengan nada lebih mengejek Anak itu kemudian terdiam untuk sesaat. Namun, salah satu temannya mulai melakukan tindakan bullying dan itu juga di ikuti oleh beberapa anak lainnya. Mereka berada di atap membuat Isabella terlihat kotor dengan noda cokelat dan beberapa bekas telur mentah yang di lempari ke arahnya. Salah satu dari mereka mendapatkan luka memar karena Isabella memukulnya. Satu jam setelah pertempuran itu, Isabella yang ada di toilet dan mengganti pakaiannya dengan pakaian olah raga. Begitu selesai dan memasuki kelas, rupanya tasnya dan mejanya sudah berantakan. Banyak sekali sampah di sana bukan hanya itu saja, ada beberapa tulisan yang tidak enak untuk di baca di me
5.3K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as cerpen anti bullying
Read
+Library
My Destiny

My Destiny

Atau yang lebih parah, diberikan sanksi skors. Selama ini dia dan dua temannya itu bisa bersikap seenaknya karena tahu, meski sering melakukan aksi bullyng, tidak akan ada yang berani melaporkan perbuatan mereka itu kepada Pak Tommy. Derajatnya yang berasal dari kelas unggulan ditambah rasa takutnyalah, yang membuat mereka yang sering mendapat perlakuan buruk dari Mauryn tidak berani mengadu pada guru BK. Namun, hari ini ... apa yang harus Mauryn perbuat jika orang yang paling ditakuti di sekolahan inilah yang melaporkan perbuatannya. Satria. Ya, Satrialah yang melaporkan perbuatan dirinya dan dua temannya itu pada Pak Tommy.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 175 Times as cerpen anti bullying
Read
+Library
Nasi Kotak

Nasi Kotak

tunjukku pada diri sendiri. "Siapa lagi. Kamu keluar dari group, berarti baperan dong." "Bukan baperan, Mbak. Lebih tepatnya menghindari dosa. Menjaga jari agar tidak mencari bahan untuk dijadikan ghibah. Seperti yang Mbak Nar lakukan kemarin, berkomentar sangat menyakitkan. Bahkan saya sampai tidak bisa membalas komentar kalian yang begitu aktif mengolok-olok nasi kotak buatan saya."
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 568 Times as cerpen anti bullying
Read
+Library
Suami Giveaway dari Kembaran Ku

Suami Giveaway dari Kembaran Ku

Melihat wajah-wajah haru itu, aku yakin mereka juga pernah menjadi korban. “Pencopotan ini bukan keputusan ringan,” lanjut pembina OSIS. “Namun, kami ingin menegaskan bahwa perilaku bullying, baik secara verbal maupun fisik, tidak akan ditoleransi di sekolah ini. Kami berharap ini menjadi pelajaran bagi semua.” Dea dan Riana tidak mengatakan apa-apa, hanya berdiri kaku seperti patung. Aku tahu mereka merasa malu dan itu cukup untuk membuatku sedikit lega.
102.6K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as cerpen anti bullying
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status