Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Balasan untuk Adik Tak Tahu Diri

Balasan untuk Adik Tak Tahu Diri

Membuat tubuhku ambruk seketika di lantai. “Tuhan kuatkan aku,” jeritanku tertahan. Rumah masa kecil yang menjadi tempat yang dirindukan. Kini, akan menjadi kenangan. Pelan, aku kembali menoleh ke arah rumah. Tempat lahir dan aku dibesarkan. Tempat dimana aku belajar banyak hal. Setelah menyimpan tas di bagian depan motor, aku pun melaju perlahan. Sekarang, kemana aku akan pergi?
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai dirumah ini aku dibesarkan
Baca
+Pustaka
Dituduh Mandul

Dituduh Mandul

Ini bukan rumah, besar sekali, batinku. Padahal aku pikir tinggal di rumah mas Yuda sudah dibilang wah banget. Apalagi mama mertuaku yang sering sekali menyindir asal usul ku. Aku yang dibesarkan di panti bisa beruntung bertemu dengan mas Yuda.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai dirumah ini aku dibesarkan
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Aku tak berniat meninggalkan ataupun menjual rumah ini, aku dan anakku akan tetap tinggal dirumah ini sampai kapanpun juga. Aku akan menceritakan bahwa ibunya di besarkan dirumah ini dengan penuh cinta. Aku akan menceritakan bahwa Kakek dan Neneknya adalah orang yang baik dan penyayang. Aku akan bercerita bahwa sampai akhirpun aku tak pernah kekurangan cinta meski mereka bukan orangtua kandungku. "Ayah Bun ... da Meysa .." tenggorokanku tercekat kala aku menyebut nama yang begitu aku rindukan
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai dirumah ini aku dibesarkan
Baca
+Pustaka
Diblokir Tetangga

Diblokir Tetangga

Ya, tepatnya masih belajar ikhlas. Sejak kecil. Aku telah mengagumi sepupuku itu. Kami dibesarkan bersama-sama. Dulunya, aku tinggal di rumah Abah Yai. Disekolahkan dan diberi makan olehnya. Beliau mengenalku dengan baik. Kedekatanku dengan Bu Nyai juga cukup erat. Itu yang membuatku optimis bahwa aku akan diterima dengan baik di keluarga besar Abah Yai. Sebagai istri sah dari Gus Fatih.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai dirumah ini aku dibesarkan
Baca
+Pustaka
Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Pukul Satu lewat, travel yang ku pesan tiba di depan toko kueku. "Hati- Hatinya Nel, salam papa dan mamamu," ujar Aina. "Iya Na, akan ku sampaikan." Tukasku sambil memeluknya dan berjalan memasuki travel. Empat jam perjalanan menuju kampung ku. Pukul lima sore, aku sampai di kampung. Tempat dimana aku dilahirkan dan dibesarkan. Rumah papa dan mama, rumah ini yang menjadi saksi aku dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Rumah mewah yang sudah direnovasi.
1071.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai dirumah ini aku dibesarkan
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Juragan

Jerat Cinta Sang Juragan

Duh, ibu! Aku membuka mata yang sejak tadi berpura-pura masih tidur saat ibu menepuk pipi, bersikap seperti baru bangun aku melihat sekeliling, ternyata kampung halaman sudah dekat. Rumah tempat aku dibesarkan pun ada di depan mata, masih seperti dulu, hanya cat-nya yang berganti warna, aku suka.
1035.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dirumah ini aku dibesarkan
Baca
+Pustaka
Menjadi Madu

Menjadi Madu

Mobil mulai melaju meninggalkan halaman rumahku, dan kampung halaman di mana aku dibesarkan. Rasa sedih mulai menyelimuti saat aku harus meninggalkan ibu dan adikku. Tapi memang seperti inilah yang harus terjadi. Ibu sudah menyerahkanku pada keluarga Ustadz Mirza, dan aku juga telah menjadi istrinya, jadi aku pun harus berbakti padanya dan ikut kemana pun dia pergi. Empat jam kemudian mobil yang kami naiki telah sampai.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai dirumah ini aku dibesarkan
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA SANG RENTENIR

JERAT CINTA SANG RENTENIR

Tidak mungkin juga rumah ini baru dibelinya, mengingat semua furniture dan fasilitas sudah tersedia dengan lengkap. "Rumah ini pemberian ayahku. Tentu saja tanpa sepengetahuan kakak dan juga ibu tiriku," ucapnya menjelaskan. Seolah bisa menerka isi kepalaku. "Harusnya kau bilang pada mereka kalau kau baik-baik saja. Ibu dan kakak-kakakmu sangat cemas, kau tahu?" Aku seperti sedang memarahinya. "Kau tak ingin duduk?" Dia kembali melirikku.
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 412 kali sebagai dirumah ini aku dibesarkan
Baca
+Pustaka
Gairah Sahabat Suami

Gairah Sahabat Suami

Sesaat aku mengatur napasku. "Kamu kan tahu, aku tumbuh dan dibesarkan di panti. Sampai saat inipun aku nggak tahu, bagaimana rupa orangtuaku. Aku tumbuh tanpa melihat wajah mereka," ucapku lagi, tanpa terasa, rasa haru menyergap seluruh relung hati. Mas Alex menghela napasnya pelan, suamiku tahu kalau aku sangat terluka dengan pekataan mama Sri tadi.
17.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai dirumah ini aku dibesarkan
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang Sepupu Tampan

Hasrat Terlarang Sepupu Tampan

Renand memasuki rumah besar bergaya klasik. Langkah kakinya bergema di lantai marmer yang dingin, melewati dinding penuh lukisan tua dan aroma kayu yang mengingatkannya pada masa kecil. Rumah ini adalah tempat di mana ia ditempa. Di mana sang kakek mendidiknya keras, menanamkan banyak hal sejak kecil bahwa ia ditakdirkan menjadi pewaris keluarga.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai dirumah ini aku dibesarkan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status