Suatu Senja di Tanah Senja
“Tapi sebelum benar-benar malam, lidah-lidah api akan bermunculan dari balik bumi sebelah barat menghamparkan kemilau cahaya kemerahan di cakrawala. Orang-orang menyebutnya dengan senja. Tapi aku lebih senang menyebutnya petang. Karena jika kau tak berhati-hati, kegelapan bisa merampas sebagian dari dirimu, dan menawarkannya kepada sang malam yang mengentalkan waktu. Coba lihat ke angkasa, Kawan. Lihat petang.”
Mardian bergeming.
“Lihatlah dulu. Angkat kepalamu dan tataplah ketakterhinggaan di atas sana.”
Dengan enggan Mardian menuruti perintah temannya. Dia mengangkat kepala sedikit, menggulirkan kedua bola matanya ke atas, mengamati langit. Gumpalan awan gelap bertepi merah menyala perlaha
ตอนยอดนิยม