Hanya Sesal yang Tertinggal
Lalu tanpa ragu membuka botol obat dan memasukkan satu pil ke dalam mulutku.
Aku pun mengangkat mangkuk sup lalu menghabiskannya dalam sekali teguk.
Selama proses itu, andaikan saja dia menunjukkan sedikit keraguan, aku masih bersedia memberinya satu kesempatan lagi.
Tetapi setelah aku menelan obat itu, yang kulihat hanyalah tatapan penuh harap darinya.
Hatiku seperti melampaui batas kehancuran. Hanya menyisakan kehampaan yang sunyi.