여기 hashira kabut와 관련된 69개의 소설이 있습니다. 일반적으로 hashira kabut와 같은 이야기는 Rumah Tangga, Mafia 및 Urban 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Kabur Saat Masa Iddah부터 시작해보세요!
Ahbek berhasil menemukan gunting, lalu berjongkok mendekati Mira yang merengsak ketakutan ke dinding dan akhirnya terhimpit di sana.
Ahbek meraih helai rambut halus Mira, dihirupnya aroma rambut wanita itu dalam-dalam lalu mendaratkan beberapa kecupan ringan.
Mira jelas semakin ketakutan, apalagi saat Ahbek menggunakan benda di tangannya untuk menggunting rambut indah Mira yang tadi lelaki itu puja-puja.
Dengan sama kejamnya, lelaki itu membotaki Mira. Membuang mahkota indah yang selama ini menghiasi kepala wanita itu yang tidak memakai hijab.
Amarah baru menyergap dirinya.
Dia mengamuk, berteriak sambil merobek pita-pita sutra dan menghancurkan rangkaian bunga mahal. Setelah puas melampiaskan, dia melewatkan makan malam dan bergegas ke kamarnya, membanting pintu keras-keras dan menguncinya.
Vito dan Isabella mondar-mandir di luar, bergantian mencoba membujuknya.
"Elena sayang, kamu sudah mengalami banyak hal hari ini. Jangan sampai nggak makan! Tubuhmu nanti drop!"
Claudia, Mireille, dan Surat dari Masa Lalu
Di meja dapur, Claudia dan Mireille tengah membaca sebuah surat yang baru saja dikirim melalui jasa kurir rahasia. Surat itu ditulis tangan. Tidak ada nama pengirim. Hanya simbol lingkaran dengan huruf "E" terbalik di tengahnya.
Mireille mengerutkan dahi. “Simbol ini... ini milik kelompok Elysius.”
Claudia menatap Elkan yang baru saja masuk. “Mereka tahu kamu sudah keluar dari permainan. Dan mereka menyiapkan fase baru. Fase yang disebut 'Warisan.'”
“Baiklah. Aku makan, tapi cuma dua suapan.”
Riska tersenyum lega dan segera membuka kotak makan itu. Makanan ala restoran Jepang tertata cantik di dalamnya. Sushi, salad, dan ayam karage mini yang menggoda. Tak tampak ada yang aneh.
Vreya mengambil sumpit. Suapan pertama terasa hambar. Suapan kedua... perutnya langsung terasa mual.
Detik berikutnya, tubuh Vreya limbung. Sumpit jatuh dari tangan. Napasnya tercekat. Matanya membelalak, dan tiba-tiba—blugh!—ia terjatuh ke lantai.
tanya Yadira sambil memicingkan matanya.
"Kamu memang pintar." Penyihir Hitam tersenyum, lalu melanjutkan, "Bisa kembali atau nggak, semua ini tergantung Harsa. Apa kamu tahu siapa istri Harsa?"
"Siapa?" Yadira termangu sesaat mendengarnya.
"Wanita suci Sekte Sihir, namanya Quisha!" Penyihir Hitam menekankan setiap patah katanya.
TAMAT. jadi mnurut kesimpulan saya. luter ditingkatan transendensi roh(tingkatan paling atas kultivasi) sudah ga yg ngusik lagi, sudah bagaikan dewa. makanya dibuat hidup tenang diakhir crita. tpi masih gantung, ayahnya di atlandia masih hidup/wafat? dan Bianca tau GK luter=Gerald Bennet?
Adelia
Ijin promosi novel
judul: Amnesti Sang Eksekutor
Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
tanya ibunya setengah mengejek Hayu.
“Bu, Hayu itu Jojoba, Jomblo-jomblo bahagia, Bu, maafkan Hayu, jojoba ini, sudah mendapatkan panggilan dari big bos, mamanya Candra. Jadi Hayu tidak bisa menolak,” tutur Hayu pada ibunya.
tutur Syakia yang agak bingung dengan keputusan Chandika.
“Kamu hanya perlu ingat ini untuk menemukan Kitab Silat ini, yaitu Bunga Sakura, Lotus Putih, dan Meditasi. Jika saat kamu membawa Kirana ke sini lima tahun kemudian, tapi aku sudah tiada, kamu cari Bunga Sakura. Jika nantinya saat remaja aku baru tiada, kamu cari di Lotus Putih. Untuk meditasi saat dia mulai dewasa dan aku baru tiada, barulah kamu cari di Meditasi," lanjut Chandika yang mulai bersikap aneh.
Anggota tubuhku tidak ingin bekerjasama dengan hati dan pikiranku.
Rambut Lila beraroma buah segar. Seperti perpaduan mangga dan jeruk. Manis, sekaligus menyegarkan.
“Katakan tujuanmu, Dev.” Lila berbalik, mengarahkan matanya ke kiri. Itu sebuah butik. “Kau memang berniat ke sini? Ini butik ibuku. Ada yang ingin kau beli?”
Aneh melihatnya banyak bicara. Seolah dia sengaja membuatku semakin tidak bisa melupakannya.
Balas Bu sri dengan nada tinggi
“ Tunggu, Bu Sri masih nggak tahu namaku tidak ? ”
“ Tentu tidak !!! ” Bantah Bu Sri
Hasta datang tertatih dengan sawi penuh ditangannya. Wajahnya serius menyeimbangkan sawi-sawi agar tak terjatuh lagi. Dia lalu meletakkan kembali dikarung. Melihat Arka dan Bu Sri mengobrol, Hasta datang menghampiri.
Rambutnya yang tergerai mengibaskan angin – selimut kabut disapunya perlahan seperti membuka tabir asap dengan mengusir setiap partikel lembutnya.
Pelan-pelan, bergaris warna jingga di tubuhnya dan sekembang rok merah yang berlapis kain hitam transparan membuat kabut tak sanggup mengurung pancarannya. Sebuah syal coklat melingkar di lehernya. Kabut tebal hanya tersisa tipis tak berarti, namun masih saja mencoba menahan langkahnya. Sia-saia saja. Ia adalah angin bertangan lembut yang membuat kabut tak sanggup menahan keberadannya. Ia yang selama ini kucari, namun seperti lenyap kulupakan di dalam selimut kabut. Ia yang kini justru menemukanku, Camelia dan selimut angin yang mengusir kurungan