Perawan Rasa Janda
Gamal malah tergelak ketika melihat gurat kesal di wajahku.
“Habisnya kamu itu tegang banget, jangan tegang gitu dong sayang. Lagian keluargaku itu tak seseram yang kamu bayangkan.”
Gamal kemudian menatapku dengan sungguh-sungguh.
“Percayalah kamu cukup bersopan santun seperti biasa, soal bahasa, ada aku di sisi kamu, aku akan jadi penerjemah kamu. Lagipula sebagian keluargaku ada yang fasih berbahasa Indonesia.”