Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Werewolf's Bride

The Werewolf's Bride

Zevariel turun dari menara, diikuti oleh Leon dan Ernest yang memimpin jalan menuju lokasi penemuan jejak misterius itu. "Tunjukkan." titah Zevariel. "Baik Yang Mulia." Ernest berjalan di depan dengan kudanya memimpin jalan. Jejak itu terletak di antara semak berduri dan akar-akar pohon tua. Tanah yang basah mencetak bentuk kaki berkuku dua yang dalam dan tidak beraturan bentuknya. Zevariel berjongkok dan menyentuh tanah. “Ini... bukan milik binatang hutan ataupun siluman.”
102.1K viewsCompletedAdded to Library 81 Times as jejak langkah
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Di kejauhan, denting jam tua dari arah gedung Bank Indonesia menggaung tiga kali, tapi gema terakhirnya terdengar ganjil, seperti berasal dari tempat yang lebih dalam—dari masa yang tak terjamah. Arjuna menunduk dan memeriksa bekas jejak di trotoar. Ada sesuatu yang aneh, sebuah jejak langkah yang samar namun bercahaya redup, seolah baru saja dilalui oleh seseorang yang tak sepenuhnya berada di dunia ini. Jejak itu memantulkan cahaya biru pucat, menuju arah utara, ke kawasan Cihampelas.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as jejak langkah
Read
+Library
Langkah di Jalan Keabadian

Langkah di Jalan Keabadian

"Tidak ada batas waktu. Kalian boleh berhenti kapan saja…" Tanpa aba-aba tambahan, seorang pemuda melangkah lebih dulu. Begitu kakinya menginjak anak tangga pertama, tubuhnya langsung merosot setengah inci. Ia terkejut, buru-buru menyalurkan qi ke kakinya agar tidak tersungkur. Yang lain mulai mengikuti. Langkah pertama masih bisa ditahan. Langkah kedua mulai terasa berat. Pada langkah ketiga, beberapa wajah sudah memucat, keringat mengalir di pelipis.
108.6K viewsCompletedAdded to Library 300 Times as jejak langkah
Read
+Library
Batu Akar Raja

Batu Akar Raja

Biji tersebut mendarat di atas tanah dan langsung tumbuh menjadi tali tipis namun kuat yang menjulang ke atas, membentuk jalan kecil yang aman untuk dilewati. Jaka, yang kini sudah bisa berjalan dengan bantuan tongkat kayu yang dibuat dari cabang pohon trembesi, menoleh ke belakang untuk memastikan semua anggota kelompok termasuk Genta dan empat pemuda desa lainnya tetap mengikuti jalur dengan benar. “Perhatikan langkahmu, teman-teman!” teriaknya dengan suara yang kuat namun tidak terlalu keras agar tidak menggangu keseimbangan alam di sekitar. “Kita tidak ingin meninggalkan bekas yang tidak perlu di tempat yang dijaga dengan baik oleh nenek moyang kita.”
10597 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as jejak langkah
Read
+Library
Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Sementara Putri, menatap Arum tanpa berkedip, mencoba menerka siapa sebenarnya gadis itu. Sementara di belakang sana, bermodalkan balok kayu di tangan, Jaka mulai menyusuri hutan. Fokusnya kini beralih pada pendengaran dan terus berjalan ke arah sumber derap langkah yang terdengar. Wush! Sambil mengendap-endap, Jaka mempercepat langkahnya. Ia tidak bisa berlari sembarangan karena suara langkah kakinya bisa saja terdengar oleh orang-orang misterius itu.
9.9471.2K viewsOngoingAdded to Library 17.0K Times as jejak langkah
Show Reviews (27)
Read
+Library
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Nickie
izin promosi: judul: kehidupan kedua pangeran author: nickie yang suka cerita regresi, misteri, menyelamatkan keluarga dan bumbu romance bisa dicoba baca di sini... saya tunggu sarannya ya untuk perbaikan ke depan
Read All Reviews
Petani Terkuat

Petani Terkuat

Setelah menemukan ritme yang pas, ia mulai berlari kecil menuruni jalur hutan. Daun-daun kering berderak di bawah kakinya. Angin menerpa wajahnya. Semak-semak di kanan kiri sesekali bergesekan dengan celananya. Ia memilih pijakan dengan hati-hati, menghindari batu licin dan akar pohon yang bisa membuat mereka jatuh. Walaupun membawa seseorang di punggung, langkah Jaka tetap stabil.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 216 Times as jejak langkah
Read
+Library
JAMU, MAS?

JAMU, MAS?

"Iyo. Aku ikut." Mereka berjalan pelan. Namun sebelum sampai mushola... Fauzan berhenti. Di tanah basah dekat jalan setapak... terdapat jejak kaki. Kecil. Tidak seperti sepatu proyek. Jejak itu masih baru. Fauzan berjongkok. Bagas ikut melihat. "Jejak siapa?" Fauzan menggeleng. "Nggak tahu." Mereka mengikuti jejak itu.
390 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as jejak langkah
Read
+Library
JALAN KEKEKALAN ABADI

JALAN KEKEKALAN ABADI

Long Jin langsung melakukan hal yang dikatakan oleh tetua dan sebuah cahaya biru muncul di atas plakat, di mana cahaya biru itu menunjukkan pola angka 10 ribu. “Baiklah, itu saja yang bisa aku beritahu pada kalian. Sekarang kalian bisa kembali!” “Ahh... sebelum itu aku ingin mengingatkan kalau kalian berdua yang berhasil melewati ujian keempat mendapatkan kesempatan untuk masuk sampai ke lantai 4 perpustakaan. Di sana kalian bisa memilih satu teknik yang ingin kalian pelajari!” “Terima kasih tetua!”
102.5K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as jejak langkah
Read
+Library
Jejak Takdir Almira

Jejak Takdir Almira

“Almira—” Ia sempat berhenti, tapi tidak menoleh. “Iya, Pak?” “Nggak apa-apa… hati-hati di jalan.” Almira hanya mengangguk sedikit, lalu berjalan menjauh. Langkahnya cepat, hampir seperti lari kecil. Tapi di setiap langkah, ada sesuatu yang ia tahan agar tidak pecah — sesuatu yang hanya ia tahu bentuknya.
732 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as jejak langkah
Read
+Library
Jejak Cinta Sang Presiden Mahasiswa

Jejak Cinta Sang Presiden Mahasiswa

"Ini makin jelas. Ada orang dalam yang main kotor. Mereka nggak cuma sabotase proposal, tapi juga komunikasi dengan sponsor." Ryan bersandar di kursinya. "Aku rasa kita harus main sabar dulu. Kita kumpulin bukti yang lebih kuat sebelum kita ambil langkah besar. Kalau kita salah langkah, bisa-bisa malah kita yang dijatuhkan." "Tapi, aku denger dari Dika, kemarin kamu habis diserang, Yan. Kamu nggak kenal siapa?" Bagas menyela. Ryan menggeleng mantap, "Aku belum pernah lihat orang-orang itu. Sepertinya bukan dari kalangan Teknik, bukan juga dari jajaran HMJ."
1.3K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as jejak langkah
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status