Ifat
Nomor asing, keningku berkernyit sebentar, namun sesaat kemudian aku pun tersenyum dan tertawa girang saat mengetahui yang menelepon adalah Johan.
“Ini nomor siapa, Jo?” Tanyaku sembari menutup kitab perguruan Bungo Rampai hadiah dari Aldo di depanku.
“Ini nomorku sendiri, Fat. Kamu simpan ya?”
“Iya, iya, aku simpan. Emm, terus, ini, kamu punya banyak uang sekarang ya bisa beli ponsel?”
“Puji Tuhan,” Johan mengucap syukur dengan caranya sebagai Kristiani.
Hot Chapters