Dosa dalam Cinta
Dari bibirnya yang pucat, terdengar bisikan, pelan, rendah, namun tajam seperti pisau yang menembus tulang.
“Anak-anakku... kalian adalah benih... dari pohon yang harus ditebang.”
Kalimat itu menggantung di udara, berat, pekat, seolah setiap kata terbuat dari besi panas yang menekan dada mereka. Sekar mundur satu langkah, napasnya tersengal, tubuhnya bergetar hebat, dan di matanya, ada kilatan pengakuan yang baru menyala—sebuah kesadaran pahit yang muncul seperti jarum yang menusuk perlahan ke dalam pikirannya.
Hot Chapters