Sekretarisku Jilbaber
Terlihat Pak Lukman mencuri-curi pandang ke arahku, aku segera menundukkan pandangan.
“Liat tu Pak Lukman ngelirik-ngelirik lu aja tu, Nis,”ucap Andina.
“Iya, kayaknya cinta mati dia sama kamu Nis, udah ditolak masih aja berjuang,” ucap karyawati lain, Lia.
“Sampai titik darah penghabisan kayaknya,” ucap Cellin.
Diikuti tawa yang lain, aku hanya menanggapi dengan tersenyum.