Neraka untuk Maduku
Aku tak menjawab apapun, hanya melebarkan senyumku dan terus menatap wajah pria yang berada di depanku sekarang.
"Sayang, awas overdosis sama ketampananku," celetuknya kemudian.
"Pede banget sih," ucapku, spontan menguyel sepasang pipinya gemas. Dan dia hanya pasrah … diiringi gelak tawanya.
"Kopinya, ampe dingin," ucapku mengingatkan.
Kelvin meraih cangkir di atas meja, "Hangat, kayak kita." Disruputnya segera secangkir kopi di tangannya. "Manisnya pas, kayak kamu."
Hot Chapters