Ajari Aku Ciuman, Mas CEO
Tatapannya tetap terpaku pada meja di depannya, pada lingkaran basah bekas gelas yang belum sempat dibersihkan.
“Saya hanya ingin bilang, kadang menyesal itu tidak selalu berarti kalah, Pak.”
Ucapan itu menggantung di udara—tidak disambut, tidak ditolak.
Bagas menghela napas panjang. Tangannya terangkat, mengusap wajah dengan kasar, lalu menyandarkan tubuh di kursi.
“Menyesal,” Bagas mengulang kata itu seperti sesuatu yang asing. “Saya sudah terlalu banyak membuat orang menangis karena saya pikir itu pantas. Sekarang kalau saya ikut menangis, apa itu karma?”
인기 회차