Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

kata Arya Kartajaya dengan wajah masih terlihat sedikit trauma mengingat kejadian waktu di Padepokan Sigaluh. "Ajian milik kakang Jaka bernama Ajian Gledek. Yang kau lihat adalah Ajian Gledek Membelah Langit. Aku sendiri melihat kakang menghancurkan satu kampung demit dengan ajian itu. Ditambah satu ajian gledek lainnya yang bisa merusak tubuh lawannya. Selain waktu menyelamatkan diriku, kakang Jaka juga menggunakan ajian itu saat melawan Pendekar bertopeng emas di hutan selatan Sigaluh. Dan membuat pendekar mesum itu mati terpanggang..." ucap Putri Maharani dengan senyum bangga mengembang.
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 243 Times as kata sajak
Read
+Library
Posessive Husband

Posessive Husband

“Uang bulanan 20 juta? Wah, ini sih enak banget! Tapi… tunggu. Nggak boleh menyimpan perasaan? Halah, Mas takut jatuh cinta sama saya, ya?” “Lebih tepatnya, sih. Saya takut kamu yang jatuh cinta pada saya,” imbuh Sagara dengan ekspresi dingin. “Duh, Mas. Jangan terlalu percaya diri. Saya lebih suka beruang Kutub lain yang lebih ramah.” “Terserah kamu, mau suka beruang kutub lain kek, monyet utan kek, terserah!! Saya nggak peduli!”
10820 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as kata sajak
Read
+Library
Mendadak Sah

Mendadak Sah

bentak tante Siska yang merasa dipermalukan karena ucapan Runa. "Mbak Resti, bilangin menantumu, supaya jaga ucapannya pada orang yang lebih tua," adu tante Desy. Bukannya mama Resti yang menghampiri mereka, justru Chandra yang datang membela sang istri. "Maaf, Tante, sekali pun saya tidak memilih Runa sebagai istri, maka saya tidak akan menerima wanita lain. Tentu saja apa yang diucapkan istri saya itu benar adanya, bahwa saya akan memilih untuk tidak menikah daripada harus dijodohkan. Kalau begitu, kami permisi. Semoga menikmati pestanya."
3.4K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as kata sajak
Read
+Library
KSATRIA TIGA JAMAN

KSATRIA TIGA JAMAN

Tanya Ranggalawe. “Keretanya berwarna kuning keemasan dengan payung hijau yang ujungnya ada hiasan emasnya.” Ranggalawe segera menuju kemahnya yang menyimpan persenjataan pribadinya. Dari semua senjata yang dimilikinya, dia memilih sebuah tombak berhiaskan emas. Tombak itu dulunya pernah digunakan untuk membunuh Sagara Winotan dalam perang melawan Jayakatwang. Mantri yang pernah menghina orang-orang Madura itu mati terbunuh di atas kereta perangnya.
1023.9K viewsCompletedAdded to Library 574 Times as kata sajak
Read
+Library
Suka Tapi Tak Cinta

Suka Tapi Tak Cinta

“GUE JUGA BUKAN ORANG YANG GAMPANG MENYERAH DAN PENGECUT KAYAK LO!.” Chaos. Emosiku semakin terpancing, dan mulai mengeluarkan semua kata-kata yang ada di pikiranku saat itu tanpa menyaringnya lagi. “GUE BUKAN NYA NYERAH. TAPI GUE TAU DIRI. GAK KAYAK LO!” “TERUS APA MASALAHNYA SAMA LO?” “APA!” “YA APA” “APA” “APA”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as kata sajak
Read
+Library
Catur Rogo

Catur Rogo

ungkap Seto dengan meneguk air minum dari botol mineral. "Rumah tusuk sate? Lo percaya?" beo Taksa dengan alis terangkat dan mata memicing. Seto mengangguk menanggapi. "Dalam masyarakat Jawa percaya bahwa rumah yang terletak di ujung jalan di jalur pertigaan atau bahasa populernya tusuk sate, sering dianggap bisa membawa kesialan bagi penghuninya. Penghuni akan mengalami kerugian dan kesialan yang besar secara tiba-tiba setelah mendiami rumah tusuk sate. Rumah tusuk sate juga merupakan tempat terakumulasinya energi negatif di sekitar wilayah tersebut, sehingga menjadi tempat makhluk gaib berkumpul. Mungkin aneh dan enggak masuk akal bagi orang-orang seperti Mas Taksa yang enggak percaya, tet
104.3K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as kata sajak
Read
+Library
Cinta Sagita

Cinta Sagita

kata-kata Yoga tersendat. "Ssst!" Risa menyuruh Yoga tutup mulut. Kata "mengkhianati" adalah kata-kata yang seharusnya tidak boleh ada di ruangan itu. Kata-kata itu terlalu menyakitkan bagi Sagita. Yoga menggaruk kepalanya yang tidak gatal, salah tingkah. "Dasar mulut!" Yoga menepuk mulutnya sendiri. "Kalian jangan khawatir! Aku enggak apa-apa kok. Kalian bebas bercanda. Bilang apa aja. Enggak perlu sungkan." Sagita paham situasinya.
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 583 Times as kata sajak
Read
+Library
Lintas Takdir dan Kutukan

Lintas Takdir dan Kutukan

kata makhluk itu, suaranya dalam dan menggelegar. “Siapa kau?” Ananta mengarahkan pedangnya, meskipun ia merasakan rasa dingin yang mengancam dari makhluk itu. “Aku adalah Sagara,” jawab makhluk itu, “penjaga sekaligus penghukum. Kalian ingin mengklaim pedang itu? Maka kalian harus mengalahkan aku!” Sebelum mereka bisa merespons, Sagara menyerang. Tangan raksasanya yang terbuat dari bayangan meluncur dengan kecepatan luar biasa ke arah mereka.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as kata sajak
Read
+Library
Kak, Kalian Sungguh Kejam

Kak, Kalian Sungguh Kejam

Linda memegang ujung baju Joseph dan berkata dengan sedih, "Kak Joseph, jangan marah. Aku yang payah, malah alergi seafood. Kak Rina pasti nggak sengaja. Kalian jangan salahkan dia!" Ekspresi Joseph berubah seketika. Dia berujar dengan wajah dingin, "Sialan anak itu. Kami terlalu memanjakannya sehingga dia memiliki sifat yang sombong dan arogan."
8.9K viewsCompletedAdded to Library 274 Times as kata sajak
Read
+Library
BUKAN ZAINUDIN DAN HAYATI

BUKAN ZAINUDIN DAN HAYATI

kataku terburu. "Eh tunggu dulu!" Sergah Hayati. Duh apalagi Hayati ? apa Kau masih ingin membuat hati ini tambah sedih ? padahal ini temanya romance comedy loh! kalau sedih-sedih tar malah ganti jadi 'drama melow' ala korea, gak nyambung sama tema loh tar ini, hehehe. Hayati menuliskan sesuatu di atas selembar kertas, lalu meletakkannya diatas telapak tanganku.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as kata sajak
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status