Resep Rahasia Sang Pecundang
Api di mata Adrian, yang dulu akan membuat Radit gemetar, kini hanya terlihat seperti percikan kembang api murahan dibandingkan dengan bara yang berdenyut di dalam genggamannya.
Radit hanya mengangguk tipis, sebuah isyarat yang bisa diartikan sebagai penerimaan tantangan atau sekadar rasa lelah. Tanpa berbalik, ia melangkah maju, menuju stasiun memasaknya.
Stasiunnya adalah yang paling sederhana di antara yang lain. Meja baja nirkarat mengilap, kompor induksi canggih, oven konveksi, dan berbagai alat berteknologi tinggi berjejer rapi di stasiun para koki lain. Milik Radit? Hanya sebuah meja, kompor gas portabel yang ia bawa sendiri, dan sebuah talenan kayu yang sudah usang.
Hot Chapters